
"Kenapa kaget? bukankah ini yang kamu dan mama inginkan?" tanya Adam lalu berlalu meninggalkan Kirana dan Lidia.
"Ayo masuk mbak kita makan malam dulu" ajak Kirana kepada Lidia.
"Iya mbak maaf ya kalau kehadiranku udah buat mbak gak nyaman" jawab Lidia
"Iya gak papa" ucap Kirana sambil tersenyum
Mereka pun pergi ke ruang makan dan di sana Adam sudah menunggu.
"Ayo duduk mbak.. mas mau makan yang mana?" tanya Kirana kepada Adam sambil tersenyum.
"Ayam goreng sama cah kangkung" jawab Adam cuek.
"Kamu Lidia mau makan yang mana? biar aku ambilin." tanya Kirana pada Lidia.
__ADS_1
"Gak usah mbak biar aku ambil sendiri." jawab Lidia merasa gak enak.
"Udah gak papa" jawab Lidia
Setelah mengambilkan makanan untuk suami dan madunya, Kirana mengambil untuk dirinya sendiri. Mereka makan dengan diam.
'Ya Allah, apa aku salah hadir diantara mereka? pantas mas Adam gak mau ninggalin mbak Kirana karena dia memang wanita sholehah, bahkan ketika suaminya membawa madunya ke rumah mereka mbak Kirana tetap melayani mas Adam dengan tersenyum. Bahkan mengambilkanku makanan juga' Batin Lidia
'Mungkin malam ini akan jadi malam terakhir kita dinner bersama mas.. aku bahagia tapi maaf kado terindah kita tidak bisa aku kasih tahu ke kamu.. kamu sudah memilih jalanmu sendiri.. bahkan tanpa meminta persetujuanku lagi.. aku ikhlas.. lebih baik aku yang mundur.. semoga kamu selalu bahagia bersama Lidia' lirih Kirana dalam hati.
"Mas mbak aku ke kamar duluan ya.. kamar kalian ada di lantai atas.. sudah aku bersihkan barusan" kata Kirana
"Sekarang kan malam pertama kalian mas, nikmatilah dulu.. supaya mama segera punya cucu seperti yang beliau inginkan" lirih Kirana
"Oke kalau itu bisa membuatmu bahagia!" jawab Adam dengan intonasi tinggi.
__ADS_1
'Kenapa kamu egois Kira? kamu tidak memikirkan perasaanku?' batin Adam sedih
Kemudian Kirana ke kamarnya dan Adam bersama Lidia naik ke atas menuju kamar mereka.
Setelah sampai dikamarnya, tubuh Kirana langsung merosot, dia menangis sejadi-jadinya. Dia meminta Adam menikah dengan Lidia bukan keinginannya tapi itu semua atas desakan mertuanya. Sudah bulat keputusannya sekarang, dia akan pergi dari kehidupan Adam dengan membawa buah cinta mereka.
Ya, kemarin Kirana memeriksakan dirinya kepada dokter karena sudah telat 1 minggu tidak datang bulan. Setelah diperiksa dan di USG ternyata dia sudah hamil 6 minggu. Dia ingin memberi kejutan itu kepada suaminya di hari anniversary mereka, tapi malah dia yang diberi kejutan itu. Sungguh hatinya benar-benar sakit.
'Sabar ya sayang, jangan sedih.. mama pastikan kamu akan mama jaga dengan baik, meskipun nanti kamu tidak ada papa, mama pasti akan pertemukan kamu dengan papa kamu nanti' lirih Kirana sambil menangis.
Kirana pun menangis terus sampai pagi. Dia tidak tidur sama sekali. Bahkan pagi ini dia tidak memasak untuk sarapan.
Dia mengirim pesan kepada suaminya
"Mas aku gak masak hari ini, kalian sarapan diluar aja ya.. aku lagi gak enak badan"
__ADS_1
Adam yang membaca pesan dari istrinya merasa cemas, karena istrinya itu kalau sakit sulit untuk makan. Tapi karena egonya yang tinggi dia pura-pura tidak peduli. Dia mengajak Lidia untuk ke restorannya sarapan.
Lidia yang diajak pun senang sekali. Kirana yang memperhatikan mereka dari jendela kamarnya merasa dadanya berdenyut nyeri. Bahkan sekarang Adam tidak memperdulikan dia lagi meskipun Kirana sudah mengatakan kalau dia lagi tidak enak badan. Padahal dulu meskipun Kirana cuma Flu atau masuk angin biasa, Adam akan sangat mengutamakan istrinya. Sekarang semua sudah berbeda, Adam bukan cuma miliknya saja tapi juga milik istri keduanya.