
Semakin hari kondisi Kirana semakin membaik, hari ini jadwal dokter memeriksa Kirana. Dokter menyatakan Kirana sudah sembuh 100%, tapi Kirana masih tetap harus meminum vitamin yang diresepkan dokter.
"Dek, bener kan apa yang kakak lakukan? dengan menjauh dari mereka kamu lebih cepat sembuh." Ucap Karina sumringah.
"Iya kak, aku juga berusaha sembuh supaya tidak menjadi beban kakak terus, aku mau kakak segera mencapai kebahagiaan kakak." Kata Kirana matanya berkaca-kaca.
"Kamu bukan beban buat kakak, kamu alasan kakak untuk tetap berada di dunia ini, kamu adalah kebahagiaan kakak" Ucap Karina tersenyum. Kirana langsung memeluk kakaknya.
"Kakak jangan pernah tinggalin aku ya? jangan mencoba mengakhiri hidup lagi seperti dulu. Kira hanya punya kakak sekarang." Kirana mulai menangis dipelukan sang kakak.
"Iya iya adek kakak yang paling cantik" Jawab Karina lalu melepas pelukan adiknya perlahan.
Tak terasa sudah 2 minggu berlalu, Kirana sudah beraktifitas seperti dulu lagi. Saat ini dia sedang memeriksa kondisi saham-saham yang dia tanamkan di beberapa perusahaan. Tiba-tiba HPnya berbunyi tanda telvon masuk.
drrrttttt.. drrrrtttttt..
"Halo Non Kirana" Sapa seseorang di seberang sana.
"Iya Sus, kenapa?" Tanya Kirana, hatinya cemas.
"Nyonya sudah siuman Non, beliau mencari Anda" Ucap seseorang tersebut yang tidak lain adalah seorang suster.
DEG
Kirana terkejut, apa dia salah dengar?
"Halo Non Kirana? masih disana kan?" Suster bersuara lagi karena tidak mendengar sahutan Kirana cukup lama.
"I..iya sus, saya akan segera kesana." Kirana langsung mematikan sambungan telvonnya tanpa mendengar jawaban dari sang suster.
Kirana segera melajukan mobilnya ke arah Puncak.
Kirana bahagia selama bertahun-tahun menunggu akhirnya membuahkan hasil. Tanpa ada yang tahu, sebenarnya Mama Kirana masih hidup. Kirana sengaja menyembunyikannya demi keselamatan Mamanya. Setelah kecelakaan naas itu, Mama Kirana mengalami koma. Sehingga Kirana membuat seolah-olah Mamanya meninggal sehingga membuat orang yang mencelakai dia dan Mamanya bahagia.
Selama ini Kirana hanya memantau kondisi Mamanya lewat telvon. Dia takut masih dikejar musuh Mamanya. Dan memang benar feelingnya, musuh Mamanya masih mengganggu sampai sekarang. Dia adalah Rosa. Mantan kekasih Papanya yang sekarang sudah menikah dengan Papanya.
__ADS_1
tokk..tokk..tokk
"Non Kirana? mari masuk Non" Suster yang menjaga Mamanya selama ini menyuruhnya masuk.
"Ma..Mama" Panggil Kirana kepada Mamanya, Mamanya tersenyum bahagia melihat Kirana.
"Kirana kamu selamat nak?" Tanya Mama Kirana merentangkan tangannya ingin memeluk putri bungsunya itu. Kirana langsung memeluk Mamanya.
"Ma, Kira kangen Mama.. Kak Karin juga. Semuanya jahat sama Kira dan Kak Karin Ma, Papa juga tidak pernah menemui kami.. Kira sakit Ma, Kak Karin juga.. hiks" Kirana mengadu kepadanya tentang hidupnya selama ini. Mamanya ikut menangis.
"Maafin Mama ya Sayang, Mama terlalu lama tidurnya. Bahkan sekarang kamu sudah menjadi gadis yang cantik. Pasti Kakak juga sangat cantik ya?" Mama Kirana mengelus rambut anaknya dengan penuh kasih sayang. Kirana mengurai pelukannya dengan sang Mama.
"Iya Ma, Kakak sangat cantik. Kakak selalu mengorbankan kebahagiaannya untuk Kirana." Ucap Kirana.
"Apa Kakak sudah menikah dek?" Tanya Mamanya lagi.
"Belum Ma, Kakak ditinggalkan Bang Vando setelah kepergian Mama. Kakak hancur Ma, tapi dia selalu terlihat baik-baik saja didepanku. Bahkan kakak hampir mengakhiri hidupnya Ma, tapi itu semua gagal karena kakak mendengar jeritanku." Cerita Kirana dengan sorot mata penuh luka.
"Kenapa kamu menjerit? apa karena kamu melihat kakak akan mengakhiri hidupnya?" Tanya Mama penasaran.
"Jadi yang menyakiti kalian masih berhubungan dengan orang yang sama?" Tanya Mama lagi menerka. Kirana menganggukkan kepalanya.
"Ya Allah, kenapa masa laluku harus menyakiti kedua putriku? Mas, kamu kemana saat putri-putri kita terluka? kenapa hatimu tertutup kepada putri-putri kita? kamu sudah termakan hasutan Rosa Mas" Batin Mama Kira.
"Ma, Mama harus cepat sembuh. 2 minggu lagi anak Tante Rosa akan mengadakan acara 4bulanan. Mama harus ada disana, Mama harus membuka semua kejahatan Tante Rosa." Ucap Kirana serius.
"Iya sayang, Mama pasti akan datang" Jawab Mama dengan tersenyum.
"Tunggu pembalasanku Rosa" batin Mama Kirana.
Tiba-tiba ada suster yang masuk ruangan Mama Kirana,
"Ibu Andine Larasati?" Tanya Suster tersebut.
"Iya Sus" Jawab Mama Andine, Yups nama Mama Kirana adalah Andine Larasati.
__ADS_1
"Saatnya makan siang dan minum obat ya Bu" Ucap Suster dengan lembut.
"Iya Sus"
"Baik Bu, saya permisi"
"Iya"
Suster pun segera pergi. Kirana menyuapi Mamanya makan hingga habis. Lalu meminumkan obatnya.
"Adek, kamu pulang dulu saja. Nanti Kakak mencarimu sayang, nanti kita kasih kabar lewat telvon saja" Kata Mama Andine kepada Kirana.
"Iya Ma, Mama jaga diri baik-baik. Aku pulang dulu" Kirana pamit, mencium tangan Mamanya lalu menciumi seluruh wajah Mamanya.
"Hati-hati sayang" Kirana tersenyum lembut ke arah Mamanya mendengar perhatian Mamanya.
Kirana pulang menuju rumahnya di Bandung, raut wajahnya terlihat sangat bahagia.
Karina sudah menunggu kepulangan Kirana di depan rumahnya, dia mondar mandir cemas menunggu kepulangan Kirana. Suara deru mobil memasuki halaman rumahnya, Karina segera menghampiri mobil yang ditumpangi Kirana.
"Kakak sudah pulang?" Tanya Kirana setelah turun dari mobilnya.
"Dek kamu darimana? bikin kakak khawatir aja" Bukannya menjawab Karina malah bertanya balik dengan sorot penuh kecemasan.
"Maaf Kak, tadi aku ketemu teman lama jadi keasyikan ngobrol sampai lupa ngabarin Kakak" Bohong Kirana melihat kecemasan Karina.
"Jangan ulangi lagi Dek, Kakak khawatir" Ucap Karina sendu.
"Iya Kakakku Sayang, sekali lagi maaf" Kata Kirana meminta maaf pada Kakaknya.
Setelah mengobrol mereka segera masuk rumah. Kirana langsung ke kamarnya membersihkan diri, sedangkan Karina langsung menuju ruang baca. Karina bahagia melihat Kirana yang sekarang, dia selalu ingin membuat adiknya itu bahagia, jangan sampai ada yang menyakitinya.
"Andai Mama masih ada mungkin Karin gak akan ngerasa berat menjalani semua ini Ma, Karin rindu Ma" batin Karina.
Sudah 2 minggu berlalu, hari ini Karina dan Kirana akan berangkat ke Jakarta. Mereka akan menghadiri undangan syukuran 4bulanan Lidia. Undangan itu dikirim Adam lewat instagram Karina. Disana juga tertulis Karina dan Kirana wajib datang. Rencana yang disusun Karina akan berjalan lancar. Dia akan mengambil apa yang seharusnya menjadi miliknya dan adiknya. Bukan harta atau apapun, dia hanya ingin mengambil Papanya yang sudah direbut oleh Tante Rosa. Semoga saja rencana Karina berjalan dengan lancar demi kebahagiaan sang adik yang sangat merindukan sang Papa yang mereka Cintai.
__ADS_1