KIRANA & KARINA

KIRANA & KARINA
Part 31


__ADS_3

Keesokan hari


Kirana tidur sangat nyenyak, bahkan dia melewatkan waktu shubuh. Dia sangat lelah karena pesta tadi malam baru selesai pukul 12 malam. Jika Kirana tidur dengan nyenyak, berbeda lagi dengan Karina, malam setelah pesta dia langsung membereskan bajunya dan beberapa peralatan make upnya. Tanpa memberi tahu siapapun dia pergi meninggalkan rumah. Saat ini dia hanya butuh waktu sendiri, dia pergi hanya untuk meredakan gejolak hatinya. Dia hanya meninggalkan sepucuk surat di taruh di atas tempat tidurnya.


"Maafkan Karin Pa, Ma, Kira.. mungkin dengan begini Karin akan cepat melupakan Al" batin Karina.


Tidur Kirana harus terganggu karena gedoran pintu yang sangat keras dari luar.


"Adek.. bangun Dek udah siang.." terdengar suara lembut dari luar kamarnya.


"Iya Ma, Adek udah bangun" Jawab Kirana berteriak agar Mamanya mendengar.


Setelah mendengar sahutan anak bungsunya, Mama Andine segera pergi. Sedangkan Kirana langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang lengket semua.


"Selamat pagi Ma, Pa" Sapa Kirana dengan senyum cerianya.


"Pagi Sayang" Jawab Mama Andine dan Papa Aldo hampir bersamaan.


"Mama dan Papa kenapa mukanya sedih?" Tanya Kirana melihat wajah orang tuanya muram.

__ADS_1


"Dek, Kakak pergi dari rumah" Ucapan Papa Aldo sendu membuat Kirana memelototkan matanya terkejut.


DEGG'


Terkejut bukan main, Kirana merasa pasokan oksigennya benar-benar habis.


"A..apa maksud Papa?" Tanya Kirana terbata-bata.


"Kakak pergi, Papa tidak tahu pergi kemana. Bahkan dia tidak membawa HPnya." Jawab Mama sedih.


"Apa yang terjadi Ma, kenapa tiba-tiba kakak pergi. Bahkan tadi malam Kakak masih bersikap biasa saja" Ucap Kirana mulai meneteskan air mata.


Orang yang selama ini selalu ada untuknya, bahkan bisa dibilang separuh nyawanya adalah Kakaknya, tiba-tiba tanpa alasan yang jelas pergi meninggalkannya. Rasanya sangan hancur melebihi rasa sakitnya dulu saat ditinggalkan El.


BRAKKKK


Kirana membuka secara kasar pintu hingga membuat mereka berlima terkejut


"Kirana" Lirih mereka bersamaan membuat Kirana melotot tajam.

__ADS_1


"APA YANG KALIAN LAKUKAN?? JANGAN PERNAH MUNCUL DIHADAPANKU LAGI. KALIAN MENGHANCURKAN HIDUPKU!!!" Teriak Kirana emosi.


"Kira.. apa maksudmu sayang?" Tanya lembut Feli.


"Ini yang katanya sahabat, ini yang katanya kakak.. aku kecewa sama kak Feli dan Kak Ray" Ucap Kirana ketus.


"Kira kenapa? kakak punya salah?" Tanya Ray pelan.


"Kalian merencanakan hal yang tidak disukai Kak Karin, sekarang aku tau kalianlah penyebab Kak Karin pergi" Ucap Kirana masih emosi.


"Hah?" Mereka semua kaget mendwngar kabar Karina pergi.


"Apa maksudmu Dek?" Kali ini Al yang membuka suara.


"Sudah aku bilang kan Kak, aku yang akan membuat Kak Karin kembali ke Kakak, tapi kenapa Kakak malah mau pakai cara licik? aku kecewa sama kakak, Jangan cari aku dan Kak Karin lagi." Kata Kirana kecewa.


Al tercengang, rencana yang baru dia rencanakan sudah membuat orang yang dicintainya pergi. Dia menyesal sudah mengancam Karina agar tetap bersamanya.


"Bee.. kamu dengerin penjelasan Al dulu" Kata El mendekati Kirana perlahan.

__ADS_1


"Kamu sama saja El, aku kecewa" Sahut Kirana acuh.


Setelah berdebat, Kirana segera meninggalkan kediaman Sanjaya dengan rasa kecewa. Sedangkan Al dan yang lainnya masih merenungi alasan apa yang membuat Karina pergi.


__ADS_2