
Hari ini adalah hari peresmian Cafe 2K, Cafe milik Kirana dan Karina. Semua sahabat dan keluarga di undang. Mereka mulai berdatangan, Cafe semakin rame. Kirana dan Karina sudah berada di atas panggung, mereka akan membuka acara dengan sebuah lagu.
**Hm-mm
Indah semua cerita
Yang t'lah terlewati dalam satu cinta
Kita yang pernah bermimpi
Jalani semua, hanya ada kita
Namun ternyata, pada akhirnya
Tak mungkin bisa kupaksa
Restunya tak berpihak
Pada kita
Mungkinkah aku meminta
Kisah kita selamanya?
Tak terlintas dalam benakku
Bila hariku tanpamu
S'gala cara t'lah kucoba
Pertahankan cinta kita
S'lalu kutitipkan dalam doaku
Tapi ku tak mampu melawan restu
Namun ternyata, pada akhirnya
Tak mungkin bisa kupaksa
Restunya tak berpihak
Pada kita
Mungkinkah aku meminta
Kisah kita selamanya?
__ADS_1
Tak terlintas dalam benakku
Bila hariku tanpamu
S'gala cara t'lah kucoba
Pertahankan cinta kita (cinta kita)
S'lalu kutitipkan dalam doaku
Tapi ku tak mampu melawan restu, ho-oh
Ho-ho-wo-oh
Ho-oh-oh
Mungkinkah aku meminta
Kisah kita selamanya?
Tak terlintas dalam benakku
Bila hariku tanpamu
S'gala cara t'lah kucoba
Pertahankan cinta kita
S'lalu kutitipkan dalam doaku
Semua orang bertepuk tangan setelah lagu selesai. Kirana dan Karina sangat menghayati lagu itu. Kirana terbawa perasaan karena dia memang menyukai lagu itu, sedangkan Karina meratapi nasibnya, dia teringat percaapannya dengan orangtuanya 2bulan yang lalu sebelum dibukanya Cafe itu.
Flashback On
"Kak nanti ke ruang kerja Papa ya? Pama sama Mama mau bicara" Ujar Mama Andine saat selesai makan malam.
"Iya Ma" Jawab Karina.
Selang beberapa menit Karina menuju ruang kerja Papanya, disana sudah ada Papa dan Mamanya.
"Duduk sini Kak" Kata Papa sambil menepuk sofa disebelahnya.
"Ada apa Pa? kayaknya mau bicara serius" Kata Karina setelah duduk di sebelah Papanya.
"Kakak sayang nggak sama Papa Mama?" Tanya Papa Aldo tiba-tiba membuat Karina mengeryitkan dahinya.
"Sayang dong Pa, masak masih ditanya" Jawab Karina terkekeh.
__ADS_1
"Kalau Mama Papa punya 1 permintaan, apa Kakak akan mengabulkan?" Tanya Papa lagi.
"Kakak sayang kalian, kakak akan lakuin apapun buat kalian" Jawab Karina yakin.
"Kita mau Kakak dan Adek nggak ada hubungan lagi dengan keluarga Sanjaya" Ucap Papa Aldo membuat Karina membelalakan matanya terkejut.
DEG
Jantung Karina berdetak begitu cepat, Dadanya terasa nyeri. Dia harus memilih antara orangtuanya atau orang yang dicintainya. Semua impiannya langsung hilang dalam tujuan hidupnya.
"Apa alasannya Pa?" Tanya Karina lirih.
"Papa tidak mau luka masa lalu Papa menghantui keluarga kita Kak, maaf bukan Papa egois, tapi Papa masih takut" Jawab Papa Aldo sendu.
"Semua demi keluarga kita Kak, Mama tidak membela siapapun, tapi mungkin jika Kakak tetap bersama Al, rasa bersalah Papa tidak akan pernah hilang. Tolong Kakak mengerti ya.." Sahut Mama Andine membelai rambut Karina.
"Baiklah Ma Pa, Kakak akan turutin" Jawab Karina lirih.
"Maafin Mama Papa ya Kak" Kata Mama Andine memeluk Karina.
Setelah membicarakan masalah itu Karina langsung keluar menuju kamarnya. Sesampainya di kamar dia menangis sejadi-jadinya.
Flashback off
"Kak.. Kakak lagi mikirin apa?" Tanya Kirana membuyarkan lamunan Kakaknya.
"Nggak ada kok Dek," Jawab Karina tersenyum.
"Kak ayo ke sana" Ajak Kirana menuju dimana keluarganya berada.
"Iya" Jawab Karina malas.
Mereka menuju ke tempat keluarganya berada, tapi belum sampai mereka dicegat oleh Citra dan Al.
"Haii Kira.. Kak Karin.. Selamat ya atas pembukaan Cafenya.." Ucapan selamat dari Citra.
"Iya makasih ya Cit" Jawab Kirana dan Karina serempak.
"Selamat ya Karin.. Kirana.. semoga usaha kalian selalu lancar" Ucapan selamat dari Al.
"Makasih Kak.." Jawab Kirana tersenyum sedangkan Karina hanya diam.
"Kenapa tidak dijawab? masih menghindar dariku?" Ucap Al yang menohok Karina.
DEG
Ucapan Al mampu membuat tubuh Karina menegang, Karina tetap diam. Dia benar-benar ingin mengakhiri semua dengan Al.
__ADS_1