KIRANA & KARINA

KIRANA & KARINA
Part 11


__ADS_3

Karena perbedaan waktu 6 jam, Kirana saat ini sedang beristirahat di kamarnya karena baru saja pulang dari RS. Sedangkan Karina sedang mengurus pemindahan kerjanya di kantornya yang ada di Indonesia. Setelah semua selesai dia segera pulang.


tok..tok..tok


"Iya masuk, pintunya gak dikunci." Sahut seseorang dari dalam.


"Dek kamu berangkat liburannya minggu depan aja ya? kakak masih rindu loh" Bujuk Karina kepada Kirana.


"Ehm gak bisa kak aku udah pesan tiketnya buat lusa, aku janji hanya sebentar liburannya. Aku mau nenangin hati dan fikiranku dulu kak. Kalo aku tetap di sini aku takut gak bisa ngontrol emosiku kak.. pliss kak jangan seperti ini.." Ucao Kirana lirih..


"Iya dehh kakak ngalah kali ini. tapi kamu kasih tahu kakak kamu mau liburan kemana?" Tanya Karina serius.


"Kakak gak perlu tahu ya.. yang pasti setelah aku pulang aku akan jauh sangat baik-baik saja.." Jawab Kirana tersenyum sangat manis.


"Tapi kamu hati-hati ya dek.. Jangan jauh dari HP, kakak akan selalu hubungi kamu." Kata Karina pasrah.


Setelah ngobrol cukup lama, Karina menyuruh adiknya untuk istirahat total. Karena lusa dia akan perjalanan cukup jauh.


2 Hari Kemudian

__ADS_1


Hari ini adalah hari keberangkatan Kirana ke Paris. Karina mengantarnya hingga ke bandara. Dengan tangisan Karina melepas kepergian Kirana. Tanpa Karina sadari, adiknya itu tengah mengalami sakit yang luar biasa. Mentalnya kembali down. Kirana tidak ingin kakaknya sedih, oleh sebab itu dia memilih pergi mengunjungi Al. Karena saat ini hanya Al yang bisa mbantunya mengatasi masalah ini. Al sudah tahu kalau Kirana sangat lemah di psikis. Dia yang setiap sebulan sekali mengajak Kirana untuk memeriksakan kondisi psikisnya. Sudah sejak 2 tahun yang lalu psikisnya sudah sembuh. Namum karena dia merasakan kehilangan lagi, dia merasa sakitnya kambuh lagi. Ketakutan yang berlebihan yang akan menyakiti tubuhnya sendiri.


Saat ini pesawat yang Kirana naiki sudah terbang menuju tempat tujuan. Kirana merasakan badannya panas dingin. Kepalanya pusing, akhirnya dia memilih untuk tidur agar badannya bisa sedikit di kondisikan dengan baik.


Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 21 jam akhirnya Kirana sampai di Bandara Charles de Gaulle, Perancis. Setelah sampai. disan sudah terlihat sosok seorang pria tampan, gagah, berkulit sawo matang dengan rambut lurus sudah menunggunya.


"Kak Al" Teriak Kirana bahagia.


"Hai sayang" Jawab Al.


Mereka pun berpelukan melepas rindu mereka. Tanpa mereka sadari ada seseorang yang memotret kegiatan mereka.


Di Indonesia Ray sudah menyelidiki kemana Kirana akan pergi. Dia merasa lega karena Kirana pergi ke tempat Al.


"Rin sudah aku katakan, Kira lebih nyaman bercerita dengan Al. Al itu bisa menjadi Ayah pengganti buat Kirana. Percayalah semua akan baik-baik saja meskipun kamu akan menikah dengan Al. Ini semua tidak ada hubungannya dengan Adam meskipun Al sepupu Adam. Itu tidak akan menyakiti Kirana." Ray mengatakan dengam hati-hati agar Karina tidak jadi memutuskan hubungannya dengan Al.


"Tapi Ray, aku sudah ingin melepas Al, sudah seminggu ini aku tidak merespon Al. Aku takut menyakiti Kira, tapi dia malah lari ke Al. Isshh nyebelin.." Sahut Karina cemberut.


"Itulah yang dinamakan takdir. Bukankah katamu memang 3 tahun ini Kirana selalu terbuka dengan Al? mungkin saat ini dia juga ingin mendapat ketenangan dari Al." Kata Ray meyakinkan Karina.

__ADS_1


"Baiklah.. aku tetap melanjutkan hubungan ini.." Putus Karina.


Di Paris, Kirana dan Al baru saja sampai apartemen, mereka pun masuk ke dalam apartemen dengan 2 kamar itu.


"Kak.." Panggil Kirana lirih.


"Iya dek.." Jawab Al menoleh ke arah Kirana.


"Hei sayang, kamu kenapa? wajahmu pucat." Sambung Al khawatir.


"Aku rasa sakitku kembali lagi kak.." Jawab Kirana semakin lemah.


"Apa yang membuatmu seperti ini dek? ayo cerita sama kakak." Tanya Al penasaran dan khawatir.


Tiba-tiba..


Bukkkkk


Kirana jatuh pingsan, kalo saja Al tidak segera menangkap tubuhnya, dia pasti akan jatuh ke lantai.

__ADS_1


__ADS_2