KIRANA & KARINA

KIRANA & KARINA
Part 28


__ADS_3

Al pun yang melihat itu ikut terkejut. Benarkah itu gadis yang ia cintai? Jika benar, siapa yang berani menyebarkan foto itu.


Semua orang terlihat mencibir Karina, suasana yang awalnya hening, kini ramai oleh cibiran orang-orang yang hadir.


"Katanya pengacara tapi murahan"


"Dasar ******"


"Gak nyangka ya Al pernah pacaran sama cewek murahan seperti itu"


Semua orang menghentikan cibirannya ketika mendengar suara yang memekakan telinga mereka.


"CUKUP!!! MATIKAN LAYAR!!!" Teriak Al, operator langsung mematikan layar.


Al mendekati Karina, dia langsung menarik Karina dalam pelukannya.


"Jangan menangis lagi, aku akan membereskan semuanya" bisik Al kepada Karina. Karina semakin mengeratkan pelukannya pada Al.


"Kak Al.. itu.." Ucapan Citra terpotong oleh ucapan Al.


"Itu tidak benar.. Jangan percaya sesuatu tanpa tahu bagaimana sebenarnya." Ucap Al dingin.


"Isshh Kak Al.. aku belum selesai bicara. Itu foto itu sudah menyebar di berita internet" Ucap Citra sedikit kesal.


"Ar.. kamu bereskan media yang menyebarkan berita itu." Ucap Al kepada Ardi sang adik ipar.


"Baik Kak" Jawab Ardi tegas.


Al geram melihat foto gadisnya tersebar kemana-mana. Dia cukup terkejut mendapati foto itu, karena foto itu adalah foto yang dia ambil dulu saat Karina mabuk berat. Siapa yang sudah mengambil foto itu dari laptopnya.


"Kurang ajar!!! Siapa yang mengambil foto itu, foto itu hanya aku yang tahu. Padahal aku akan menjerat Karina dengan foto itu eh malah tersebar luas" batin Al geram.


Selang beberapa menit, berita itu sudah tidak muncul lagi. Media langsung menghapus berita itu karena tidak ingin mencari masalah dengan Sanjaya Group. Siapa yang tidak mengenal Sanjaya Group, Perusahaan yang cukup terkenal di negara ini.

__ADS_1


"Kamu tahu siapa pelakunya?" Tanya Al kepada Karina sambil melepas pelukannya perlahan.


Karina masih terdiam, dia seperti enggan membahas orang itu. Tanpa minta persetujuan akhirnya Kirana yang membuka suara.


"Dia adalah teman sekantor Kak Karin dulu Kak, dia juga bekerja sama dengan sekretaris Kakak" Jawab Kirana lugas.


"Maksud kamu Reina?" Tanya Al memastikan.


"Iya Kak.. dia suka sama Kakak.. tadi juga dia yang udah ngebuat Kak Karin hampir gak dateng kesini, aku juga baru tahu tadi." Jelas Kirana kepada Al.


Karina hanya bisa menundukkan kepalanya, dia semakin tidak punya muka di depan Al.


"Kenapa kamu tidak bilang sama aku? kamu tidak percaya sama aku?" Tanya Al sambil menaikkan dagu Karina agar bisa melihatnya.


"A..aku tidak mau kamu tahu.. itu akan semakin mengancam karirku Al" Kata Karina masih sesenggukkan.


"Lalu siapa teman sekantormu itu" Tanya Al lagi.


"Dia kakaknya Reina, dia sudah menyatakan perasaannya berkali-kali tapi aku menolaknya." Ujar Karina takut.


"Ar, hancurkan Reina dan kakaknya. Buat karirnya hancur sehancur-hancurnya. Aku tidak mau melihat mereka bekerja di perusahaan manapun." Perintah Al kepada Ardi.


Ardi memang sudah menjadi asisten pribadi Al, mulai dari masa berpacaran dengan Citra. Dulu waktu Citra di duakan oleh Ardu, Al marah besar dia memukul Ardi tanpa ampun. Namun kalau soal pekerjaan dia tetap profesional.


...*******************...


Di tempat yang berbeda, El sedang duduk berdua dengan Kirana.


"Bee.. kamu kenapa menghindari aku terus?" Tanya El menatap wajah Kirana yang selalu dia rindukan.


"Aku tidak menghindar El, aku masih butuh waktu sendiri. Hatiku masih terlalu sakit." Jawab Kirana tanpa menatap El.


"Kamu membenciku Bee?" Tanya Al lagi.

__ADS_1


"Enggak lah El, hatiku masih sama. Tapi ada sisi lain hatiku yang masih merasa sakit. Aku sudah 2x kehilangan calon bayiku El, aku masih takut menjalin hubungan kembali" Jelas Kirana memberi pengertian.


"Maaf ya Bee, dulu meninggalkanmu saat kamu mengandung anak kita, tapi dia harus diambil sama Tuhan gara-gara aku" Lirih El sendu.


"Hei jangan bersedih.. tetaplah jadi El yang selalu ceria, tetaplah berada di sisiku El.. Aku butuh dukunganmu.. nanti kita pasti akan bersama, tapi tidak untuk sekarang" Kirana berbicara sambil mengelus pipi El.


Ehhmmm


El dan Kirana menoleh ke arah suara deheman. Ternyata Ray dan Feli.


"Kak Ray Kak Feli" Teriak Kirana sumringah.


"Hei wanita nakal.. pergi tanpa pamit pulang tanpa kabar.. dasar nakal" Ucap Ray pura-pura kesal.


"Ihh Kak Ray, jangan gitu.. ini kan semua demi kesembuhanku, ternyata memang benar kan yang dilakukan Kak Karin" Bela Kirana.


"Kira.. jangan kek gitu lagi.. Kakak khawatir loh" Sahut Feli. Feli memang sangat menyayangi Kirana layaknya adik kandung karena Feli anak tunggal.


"Iya iya Kak tenang saja" Jawab Kirana nyengir.


"Kira.. berita Karin tadi pasti ulah Reino kan?" Tanya Ray serius.


"Kakak udah tau?" Tanya balik Kirana.


"Iya udah lama, sebelum Karin pindah ke sini." Jawab Ray santai.


"Hisshhh tapi kenapa aku baru tahu tadi pagi" Kata Kirana cemberut.


"Ya itu karena kondisimu Kira.. Karin tidak mau menambah bebanmu" Jelas Ray pelan.


"Eh iya gimana kabarmu El?" Tanya Feli menyapa El.


"Baik Fel, lebih baik lagi ketemu Kirana lagi" Jawab El sambil menatap Kirana.

__ADS_1


Ray diam saja,dia masih kesal karena kepergian El meninggalkan Kirana.


__ADS_2