
Keesokan harinya, setelah sarapan Al segera menemui mamanya di kamarnya.
tok..tok..
"Iya masuk" Sahut mama Al dari dalam.
"Ma.." Al masuk kamar mamanya dan duduk di sofa depan mamanya.
"Al.. kamu tahu kan mama paling benci orang ketiga?" Tanya mama Al membuat Al mengernyitkan dahinya.
"Maksud mama?" Bukannya menjawab Al malah bertanya balik.
"Bukannya kamu sangat menyayangi Adam? Kenapa kamu mengambil istrinya?" Sambung mama Al lagi.
"Ma, aku tidak pernah mengambil Kirana.. mama gak percaya sama Al?" Tanya Al sedikit kecewa mendengar ucapan mamanya.
"Tapi semua bukti mengarah ke perselingkuhanmu Al, banyak bukti yang mama terima tentang kebersamaanmu bersama Kirana. Apalagi seminggu kemarin dia mengunjungimu ke Paris." Ucap mama Al terlihat gurat kekecewaan besar kepada Al.
"Mama tidak pernah minta apapun padamu Al, dari dulu sudah mama katakan, jangan pernah bermain dengan istri orang" Sambung mama Al dengan tatapan penuh kekecewaan.
"Ma, percaya sama Al, nanti saat malam perjamuan keluarga besar Al akan kenalkan kekasih Al. Kita sudah berpacaran 3 tahun. Aku harap mama akan menerimanya" Al meyakinkan mamanya.
Setelah mengobrol banyak kepada mamanya, Al izin keluar. Dia akan ke apartemen untuk menemui Kirana.
Setelah sampai di apartemen, Al langsung bicara persoalan yang dibicarakan adik dan mamanya di rumah tadi. Kirana sempat terkejut karena mama Al dan Citra bilang kalau mereka beneran selungkuh. Akhirnya semua diluar rencana Kirana, hari ini mereka akan menemui Karina agar Karina tidak salah faham.
tok..tok..tokk
__ADS_1
Ceklek
Karina berdiri mematung di depan pintu. Dia terkejut melihat Al dan Kirana berada di depan rumahnya.
"Kira.. Al.." Kata Karin.
"Ayo masuk ngobrol di dalam" Kirana langsung menyerobot masuk ke dalam rumahnya. Al dan Karin langsung mengikuti di belakang.
"Kenapa kakak memandangku seperti itu?" Tanya Kirana kepada Karina.
"Kamu gak rindu kakak? sesantai itu kamu pergi tanpa kabar?" Tanya balik Karina.
"Bukan seperti itu. Sini aku peluk." Kirana langsung menghampiri Karina dan memeluknya erat.
"Kenapa gak pernah cerita sama kakak? Apa kakak udah gak penting lagi buat kamu?" Tanya Karina dalam pelukan Kirana.
"Maksud kakak apa? Kakak yang paling penting buat aku" Ucap Kirana lalu melepas pelukannya. Ditatapnya wajah kakaknya yang terlihat kecewa.
"Kakak tahu dari mana?" Bukannya menjawab Kirana malah balik bertanya.
"Tidak penting kan kakak tahu dari mana? Yang penting apa alasan kamu kembali pada El!?" Kata Karina sedikit emosi.
"Because I love Him, Yesterday, Now and Forever" Jawab Kirana dengan yakin.
"Bulshit dengan cinta Kira.. Dia sudah menyakitimu terlalu dalam" Sentak Karina.
"Tapi dia tidak sebrengsek Bang Kaisar. Dia seperti karena dijebak, sedangkan Bang Kaisar dia jelas selingkuh dan meninggalkan kakak demi selingkuhannya." Nafas Kirana naik turun karena emosi.
__ADS_1
"Karin stop. Kamu belum tahu cerita sebenarnya." Sahut Al tiba-tiba.
"Yah, aku memang tidak pernah tahu apa-apa tentang Kirana. Kamu yang notabene bukan saudara kandung lebih tahu segalanya. Aku rasa kita akhiri hubungan kita sampai di sini. Temani Kirana saja. Kamu yang lebih mengerti dia." Kata Karin dengan suara parau menahan tangisnya.
"Karin, bukan seperti itu maksudku. Aku mencintaimu tapi Kirana memang lebih bahagia bersama El." Kata Al mencoba memberi pengertian.
"Kak Karin mau membuat aku kehilangan sosok abang dan ayah lagi?" Sahut Kirana
"Bukankah lebih baik kalian bersama? Aku percaya Al bisa mendampingi kamu sampai kapanpun" Kata Karina.
Seperti dihantam batu yang besar tepat mengenai hati Al dan Kirana. Karin dengan keras kepalanya masih bersikukuh bahwa Al dan Kirana pantas bersama.
"Jangan egois kak, Aku hanya menganggap Kak Al sebagai pengganti ayah. Aku maunya Kakak nikah sama Kak Al." Lirih Kirana
"Aku berjuang mati-matian buat kamu yank, sampai rela LDR supaya kita bisa bersama terus, kenapa kamu sekarang seperti ini?" Al melangkah mendekat ke arah Karina, dia langsung memeluk Karina dengan erat.
Runtuh sudah pertahanan Karina, dia menangis sesenggukan dalam pelukan Al.
"Aku hanya mau yang terbaik buat Kirana, kalau kamu bisa membahagiakan Kirana, aku akan melepas kamu buat Kirana.. hiks" Ucap Karina masih dengan tangisnya.
"Aku mencintaimu Karin, aku tidak akan pergi dari hidup kamu, kamu alasanku terus bertahan di dunia ini. Kirana juga begitu, dia sangat menyayangimu, jangan pernah berfikir kamu akan menyerahkan aku pada Kirana. Itu tidak akan pernah terjadi" Ucap Al memberi keyakinan kepada Karina.
"Iya maafkan aku" Ucap Karina tulus.
Karina segera melepas pelukannya dari Al dan langsung memeluk adik kesayangannya.
"Kira maafin kakak, kakak sayang kamu.. hiks" Karina meminta maaf sambil memeluk Kirana dengan erat.
__ADS_1
"Iya aku maafin kakak, jangan seperti itu lagi kak, Kakak dan Kak Al orang paling penting dalam hidupku saat ini" Kata Kirana membalas pelukan Karina tak kalah erat.
Setelah maaf-maafan, Al dan Kirana menjelaskan tentang El kepada Karina. Karina pun menerima semua itu dengan lapang dada. Karina hanya berharap El tidak akan menyakiti adiknya lagi. Setelah itu Al pamit pulang karena dia akan menemui Citra untuk fitting baju buat di acara nikahan Citra 3 hari lagi.