KIRANA & KARINA

KIRANA & KARINA
Part 20


__ADS_3

Semua orang tercengang, mereka kaget melihat Kirana berani menampar Adam.


"JAGA BICARAMU!!!" Bentak Kirana wajahnya memerah menahan emosi.


"Benar bukan? kalau kamu seperti itu?" Tanya Adam sarkas menusuk hati Kirana yang paling dalam.


"Tau apa kamu tentang aku? hanya karena foto murahan hasil editan itu kamu percaya? sungguh hatimu tertutup oleh kemunafikan. Kamu tahu siapa Kak Al buat aku? Dia sosok pengganti ayah buatku. Dia lebih segalanya dari pada kamu." Ucap Kirana mulai runtih pertahanannya, dia menangis di depan Adam.


"Sosok pengganti ayah yang akan jadi suamimu kan maksudmu?" Kata Adam lagi.


"DIA SOSOK YANG DICUNTAI KAKAKKU!! BAGAIMANA MUNGKIN AKU MENIKAH DENGANNYA? HATIMU SUDAH DIPENUHI KEBURUKAN TENTANGKU, HINGGA KAMU TIDAK PERNAH TAHU MANA KEBENARAN TENTANGKU MANA PEMFITNAHAN KEPADAKU!!!" Sentak Kirana membuat semua orang kaget.


"A..apa maksud kamu Kirana?" Tanya Adam terkejut.


"Kamu tahu? Kak Al adalah kekasih kakakku, mereka saling mencintai. Dan foto yang kamu punya itu, semua adalah foto Kak Al dan Kak Karin. Hanya saja ada seseorang yang mengubah wajah Kak Karin menjadi wajahku." Jelas Kirana mulai bisa meredakan emosinya.


Semua orang sangat terkejut, terutama Mama Al.


"Kenapa? Terkejut?" Ucap Kirana tersenyum meremehkan.


"Jangan ngada-ngada deh loe itu" Sahut Lidia tiba-tiba, dia menghampiri Kirana dan Adam.


"Apanya yang ngada-ngada? Loe pikir kakak gue gak bisa dapetin lelaki baik? Kenapa? Mau loe rebut lagi?" Sarkas Kirana membuat Lidia kaget.


"Apa maksud loe? gue gak pernah rebut siapapun" Jawab Lidia.


"Loe pikir gue begok? Loe udah ngerebut Bang Valdo, terus kakak loe rebut El dari gue.. kakak beradik yang perfect" Ucap Kirana emosi.


Lidia langsung terdiam, dia masih terkejut bagaimana Kirana bisa tahu semua itu. Karena ketika dulu dia merebut Valdo dari Karin tidak ada yang tahu kecuali dia dan kakaknya.


"Dek, sudah gak perlu mengungkit masa lalu. Bukankah sekarang kita sudah bahagia?" Karin datang menghampiri Kirana.

__ADS_1


"Kita bahagia? aku belum bahagia kak.. dari dulu dia selalu saja mengganggu hidup kita.." Kirana mulai lemah dia langsung memeluk kakaknya.


BRUKKK


Karin dan Kirana jatuh bersamaan ketika Kirana mulai kehilangan kesadarannya. Karin tidak mampu menopang badan Kirana sehingga mereka jatuh bersamaan.


"KIRANA!!!!!"


El langsung berlari ke arah Kirana. Dia langsung membopong Kirana menuju ruang tamu yang ada sofa panjangnya, Kirana diletakkan disitu. Al langsung menelvon dokter.


Dokter yang ditelvon Al datang, segera memeriksa Kirana. Dokter tersebut tak lain adalah Dokter Alan.


"Bagaimana Lan?" Tanya Al kepada Dokter Alan.


"Apa yang terjadi Al? kenapa seperti ini? kan sudah gue bilang jangan tekan batin Kirana Al.." Kata Dokter Alan serius.


"Itu semua diluar kuasa gue Lan, Kirana habis bertengkar sama mantan suaminya" Kata Al sendu.


"Apa maksud Anda?" Sentak Adam tak terima dirinya diharuskan dijauhkan dari Kirana.


"Ini siapa Al?" Tanya Dokter Alan kepada Al.


"Dia mantan suami Kirana." Jawab Al.


"Anda mantan suami Kirana? Tolong menjauhlah dari Kirana. Apalagi ibu anda. Lebih baik kalian jangan terlihat di depan Kirana." Kata Dokter Alan.


"Apa hak anda menyuruh saya menjauh." Ucap Adam dengan emosi.


"Saya hanya tidak ingin Kirana lebih parah lagi, tolong anda lebih mengerti." Kata Dokter Alan memberi pengertian.


"Sudah Dam, lebih baik kamu turuti kata Dokter Alan." Ucap Al kepada Adam.

__ADS_1


"Tapi Bang.." Ucapan Adam terpotong teriakan Kirana.


AAaaaaahhhhhhhhhhhh


"PERGI BAJINGAN, PERGI!!!!" Teriakan Kirana saat terbangun dari pingsannya.


"Dek kamu kenapa?" Tanya Karina yang berada disamping Kirana, Karin langsung memeluk erat Kirana tetapi langsung di dorong Kirana.


Al langsung menghampiri Kirana, memeluknya dengan erat.


"Kak Al.. Dia bajingan dia jahat dia seperti papanya.. hiks..hiks..hiks" Kirana langsung menangis histeris dalam pelukan Al.


"Kamu mencintainya?" Tanya Al pelan-pelan.


"Enggak, aku gak pernah mencintainya, aku cuma kasihan kalau menolak dia terus-terusan, tapi setelah 5 tahun menikah aku sudah mulai bisa menerima dia, tapi dia menyakiti aku.." Ungkap Kirana masih dengan menangis.


"Kamu Rindu El? Mau peluk El?" Tanya Al lagi.


"Rindu.. Tapi aku benci El.. dia jahat dia pergi meninggalkan aku demi wanita ****** itu." Ucap Kirana merasakan sakitnya menahan rindu kepada El.


"Dek, jangan benci El, bukankah kamu sudah bercerai? El pun juga sendiri. Jadi kamu bisa memiliki El lagi.. Adam dan mamanya tidak akan pernah mengganggu kamu lagi, kakak akan jamin itu" Kata Al mulai memberi pengertian kepada Kirana.


Kirana pun mengangguk tak lama dia kembali pingsan.


Semua orang terkejut melihat Kirana pingsan lagi. Kemudian Al menjelaskan kepada semua tentang keadaan Kirana. Al juga bilang, Kirana butuh kasih sayang dari orang terdekatnya, dia butuh dukungan, bukan malah tekanan batin.


Semua orang mengerti tentang keadaan Kirana. Lidia tersenyum miring, dia sudah merencanak sesuatu di otaknya agar Kirana lebih parah lagi keadaannya.


"Kamu!!! Jangan coba-coba melukai Kirana, sedikit saja kamu menekan Kirana, aku pastikan kamu lenyap dari dunia ini!!!" Sentak Al sambil menunjuk Lidia ketika melihat Lidia tersenyum licik.


Lidia terdiam, dia mendelik kaget mendengar ucapan Al, bagaimana Al tahu tujuan dia.

__ADS_1


__ADS_2