
Kirana istirahat di kamar tamu, sedangkan yang lainnya berkumpul di ruang keluarga.
"Bisa dijelaskan sekarang Al?" Tanya Mama Al tegas.
"Ma, sudah Al bilang kalau Al tidak ada hubungan apapun sama Kirana. Al sudah dekat Kirana seperti saudara kandung. Al gak mau kehilangan sosok adik seperti dulu lagi Ma.." Jelas Al menatap mamanya dengan serius.
"Lalu kenapa kamu tidak pernah cerita sama mama?" Tanya Mama Al.
"Al hanya tidak ingin hubungan Al banyak yang tahu ma, nanti kalau mama tahu pasti mama akan nyuruh Al buat segera nikah sama Karin." Jawab Al menggenggam tangan mamanya.
"Maafin Karin tante, Karin yang minta Al buat nutupin hubungan kita. Bahkan sekarang Karin ingin mengakhiri semuanya" Karin berucap sambil menundukkan kepalanya.
DEG
Al terkejut dengan ucapan Karin, dia langsung melihat ke arah Karin.
"Kenapa memutuskan sepihak? bukankah kita sudah membahas ini? kamu sudah berpindah hati?" Al memberondong Karin dengan banyak pertanyaan.
"Aku tidak ingin berhubungan lagi dengan keluarga Sanjaya." Jawab Karin tanpa mau melihat Al.
__ADS_1
"Itu hanya alasan yang tak masuk akal. Bahkan Kirana saja tidak setuju kamu menjauh dariku. Kamu ada pria lain?" Al mulai sedikit emosi menghadapi Karina.
"Mungkin. Aku harus pulang. Sebentar lagi Ray dan Feli akan menjemputku dan Kirana." Setelah bicara Karina langsung berdiri menuju kamar tamu tempat Kirana istirahat. Tadi Karina memang sempat menelvon Ray untuk menjemputnya dan Kirana di rumah Al.
Tak berapa lama Ray dan Feli tiba,
"Assalamualaikum" Ucap Ray dan Feli bersamaan.
"Waalaikumsalam" Ucap semua orang yang ada di ruang tamu.
Belum juga Ray dan Feli berbincang Karin tiba bersama Kirana.
"Karin kenapa buru-buru?" Tanya Mama Al.
"Iya tan, Kirana istirahat dirumah saja. Saya juga masih ada kerjaan bersama Ray." Jawab Karina sambil tersenyum.
"Loh Karin seorang pengacara juga?" Tanya Mama El lagi.
"Iya tan, Yaudah kalau gitu Karin dan Kirana pulang dulu ya.. semuanya kami pulang dulu." Pamit Karina kepada semua orang.
__ADS_1
"Kak Al, Kirana pulang dulu. Semua akan baik-baik saja. Kak Karin hanya sedang dalam kondisi kacau" Tiba-tiba Kirana menyahut, Al langsung menoleh ke arahnya. Al menghampiri Kirana memeluknya dengan erat.
"Kak Karin sangat mencintai kakak, Kira yakin semua akan baik-baik saja. Aku akan terus mendukung kakak untuk bersama Kak Karin" Bisik Kirana.
"Iya kakak sangat mencintai Karina" Bisik Al lirih.
Setelah Al melepas pelukan, Kirana dan Karina pun pulang. Semua orang menatap Al penuh prihatin. Kisah cintanya harus kandas karena kesalahan orang lain. Citra merasa kakaknya sangat mencintai Kak Karina, Mamanya juga merasakan hal yang sama. Tak lama keluarga Pratama berpamitan pulang juga. Mereka masih terkejut atas kejadian tadi.
Di dalam mobil Ray, Karina hanya terdiam menatap kendaraan berlalu lalang. Kirana juga sama, dia sedang berfikir kenapa kakaknya sampai mau memutuskan hubungan dengan keluarga Sanjaya. Pasti bukan hanya karena tekanan batin yang dialaminya. Kirana yakin ada alasan lain.
"Kak Karin gak mau cerita sama Kira apa alasan sebenarnya Kak Karin memutuskan Kak Al?" Ucap Kirana membuka obrolan dalam keheningan. Ray dan Feli hanya menyimak.
"Kakak gak mau ada hubungan lagi dengan keluarga Sanjaya. Kakak gak mau mereka membuat kamu sakit lagi." Jawab Karina menoleh ke arah Kirana.
"Kalau aku bilang kebahagiaanku adalah melihat Kakak selau bersama Kak Al apa Kak Karin akan mengabulkan keinginan Kira?" Tanya Kirana sambil menggenggam tangan Karina.
Karina terdiam, dia tidak tau harus menjawab apa. Karena kebahagiaan adiknya yang paling utama.
"Jawab saja Rin, aku dan Mas Ray juga heran kamu tiba-tiba memutuskan hubungan dengan Al apalagi alasannya tidak ingin memiliki hubungan lagi dengan keluarga Sanjaya." Feli menyahut karena Karina terdiam cukup lama.
__ADS_1
"Hanya itu alasanku" Jawab Karina tanpa menatap Kirana maupun Feli.