
Karina dan Ray sudah berada dalam ruang rawat Kirana.
"Dek bangun.. ini kakak, kita baru bertemu loh.. kamu harus cepat sadar kakak sudah rindu.. kita bahkan belum bersenang-senang seperti yang kita rencanakan sebulan yang lalu" Karina mulai mengajak Kirana mengobrol untuk memberi suport Kirana agar cepat sadar.
"Rin, aku pulang dulu ya.. Kasihan Feli sendirian di rumah.." Pamit Ray kepada Karina.
"Iya Ray, makasih atas semuanya ya?" Kata Karina.
"Iya santai aja.. kalo ada apa-apa kamu langsung hubungi aku ya.." Ucap Ray tulus.
"Iya tentu saja, kamu udah aku anggap keluarga" Jawab Karina.
"Yaudah, aku pulang Assalamualaikum" Kata Ray pamit.
"Waalaikumsalam" Sahut Karina.
Karina tetap menunggu Kirana di RS. Dia tidak pernah meninggalkan Kirana walau sebentar. Ray dan Feli setiap hari selalu berkunjung. Mereka selalu memberi semangat untuk Kirana lewat obrolan-obrolan yang mereka ucapkan kepada Kirana.
Sudah 2 minggu Kirana masih tetap tenang dalam tidur lelapnya. Dia seakan enggan untuk bangun, dia seperti tidak mau menghadapi kenyataan hidupnya.
Namun ketika Karina sedang ngobrol dengan Feli tiba-tiba jari Kirana bergerak dan matanya mulai mengerjap, tidak ada yang menyadari hingga mata Kirana terbuka sempurna. Hingga mereka dikejutkan dengan suara Kirana
"miii..nnuuummm.." Suara Kirana mengejutkan Karina dan Feli yang sedang membicarakan suatu hal.
Akhirnya mereka pun menoleh ke ranjang tempat Kirana berbaring, Mereka pun segera menuju ke ranjang Kirana.
"Kirana.." Ucap mereka bersamaan.
"Dek kamu sudah sadar.. Alhamdulillah" Karina bersyukur adiknya sudah sadar setelah 2 minggu mengalami koma.
"mii..nuum" Ucap Kirana terbata-bata.
__ADS_1
"Bentar dek, kakak panggilin dokter dulu. Kamu harus di periksa dulu" Ucap Karina segera memencet tombol yang ada di sebelah ranjang.
Tak berapa lama, seorang dokter datang bersama seorang suster.
"Dok tolong periksa adik saya, dia baru saja sadar." Ucap Karina.
Dokter pun segera memeriksa Kirana.
"Alhamdulillah.. semua baik-baik saja.. pasien sudah melewati masa komanya, tidak ada yang perlu dikhawatirkan lagi. Tinggal menunggu pemulihannya saja." Jelas dokter tersebut.
"Alhamdulillah.." Sahut Feli dan Karina bersamaan.
Setelah itu dokter tersebut pamit keluar.
"Kak aku haus" Ucap Kirana memecah keheningan.
"eh iya ini dek.." Sahut Karina sambil memberikan segelas air putih.
"Badanku agak sakit kak kalo digerakin. Emang aku lama ya komanya?" Kirana bertanya sambil mencoba menggerakkan badannya yang terasa kaku.
"2 minggu Ki.." Jawab Feli.
"Kak Karin bayiku bagaimana?" Tanya Kirana kepada Karina.
'DEG'
Karina dan Feli saling pandang, mereka bingung harus menjawab apa.
"Ehm.. dek kamu yang sabar ya.. dokter sudah berusaha namun Allah lebih menyayangi bayimu.. ikhlaskan ya dek.." Karina mencoba menjelaskan dengan perlahan.
"Hiks..hiks.. kenapa kak.. kenapa Allah terus-terusan memberiku cobaan? dari aku kehilangan suamiku sampai aku harus kehilangan bayiku..hiks" Lirih Kirana menangis sesenggukan.
__ADS_1
"Sabar sayang.. semua akan indah pada waktunya, Allah tidak akan memberi cobaan diluar batas kemampuan umatnya.. percayalah badai pasti berlalu.. dan kebahagiaan akan segera menjemputmu.." Kata Feli menguatkan Kirana sambil memeluknya.
"Kamu kuat dek.. kamu harus kuat.. dunia luar sedang menantimu.." Ucap Karina menyusul memeluk Kirana dan Feli.
Kirana menangis sesenggukan, menumpahkan rasa sesak di dadanya. Mungkin dengan menangis rasa sesak itu akan segera hilang.
Setelah menangis cukup lama, Kirana akhirnya mengatakan rencananya yang terfikir dalam fikirannya barusan
"Kak setelah keluar dari RS, aku ingin liburan ya?" Kata Kirana meminta izin pada Karina.
"Boleh, kakak akan menemani kamu" Jawab Karina sambil mengelus rambut Kirana.
"Aku mau liburan sendiri kak, Aku mau nenangin fikiranku dulu, plissss" Pinta Kirana manja.
"Baiklah.. tapi kamu harus hati-hati ya.. jaga diri kamu baik-baik, jangan melakukan hal-hal yang menyakiti dirimu." Karina tidak bisa menolak permintaan adik kesayangannya itu.
"Ki.. nanti pulangnya bawain kakak oleh-oleh ya?" Sahut Feli tiba-tiba.
"Ishh kak fel, tapi kasih uang saku ya.. hehe" Jawan Kirana nyengir
"Kalau masalah itu kamu minta sama kak Ray saja ya?" Kata Feli.
"Baiklah.. mana kak Ray kak, gak kesini kah?" Tanya Kirana
"Kesini kok bentar lagi, sambil jemput aku pulang" Kata Feli sumringah.
Tak berapa lama Ray datang, dia langsung memeluk Kirana. Mereka mengobrol sebentar, setelah itu Ray dan Feli pamit pulang.
Setelah Ray dan Feli pulang, keheningan menyelimuti ruangan tersebut. Kedua kakak beradik itu sedang berada dalam fikiran masing-masing.
'Aku butuh bahu untuk menangis, aku butuh sosok pelingdung. Tapi aku gak ingin membuat kak Karin bersedih melihatku terpuruk. Jadi keputusanku sudah bulat untuk pergi ke Paris.' batin Kirana.
__ADS_1
'Aku akan memutuskan hubunganku dengan Al. Aku gak ingin terjalin hubungan dengan keluarga Adam lagi. Aku gak mau mental adikku down seperti dulu lagi. Semoga keputusanku ini benar.' batin Karina.