
Kirana membiarkan Aldo memeluknya serta Mama dan Kakaknya. Tatapan kebencian itu masih jelas terlihat dari sorot matanya.
Acara telah selesai, seluruh tamu sudah pulang. Kini hanya tinggal Keluarga Pratama dan Keluarga Kirana serta Keluarga Sanjaya.
"Segera ceraikan Mamaku!!" Sentak Kirana membuat semua orang terkejut di tengah keheningan.
"Sayang jangan seperti itu bicaranya.." Sahut Mama Andine lembut.
"Kenapa? Mama masih mencintai lelaki brengsek itu?" Tanya Kirana menciba meredam emosinya.
"KIRANA!!! JANGAN KETERLALUAN!!!" Bentak Karina marah.
"Salahnya dimana sampai Kak Karin membentakku?" Tanya Kirana seolah tidak bersalah sudah berbicara kasar tentang Papanya.
"Kamu sudah dewasa Dek, berubahlah, Jangan menyimpan dendam. Papa sangat menyayangi kita. Dia hanya sedang kecewa. Bukankah kita datang kesini untuk meluruskan kesalahfahaman ini?" Ujar Karina mulai lembut.
"Kakak tidak tau sakitnya aku, aku yang berjuang menyelesaikan semuanya dulu Kak, Kakak tidak pernah tahu ketika aku hampir berhasil membuat Mama bahagia, Lelaki itu menghancurkan semuanya!!! dan wanita biadab itu yang membuat semua hancur. hiks hiks" Kirana menangis hingga badannya luruh ke lantai.
"Aku sudah meminta Om Wisnu untuk melepas Mama, dia bersedia Kak untuk melepas Mama. Dia cuma mau menukar semua itu dengan aku menjaga anak laki-laki kesayangannya. Tapi apa yang aku dapat di depan mataku Lelaki biadab itu menampar Mama di depan banyak orang." Sambyng Kirana lagi.
"Apa ini Pa? benar yang dikatakan Kirana?" Tanya Karina terkejut.
"Kira, Karin maafin Papa, saat itu Papa masih emosi." Ucap Papa Aldo lirih.
"Kamu mau memisahkan saya dengan Mas Aldo? Jangan suka merusak rumah tangga orang kamu itu!!!" Sentak Rosa tiba-tiba.
"Kalau saya merusak lalu Anda apa? Pengganggu gitu? Oh lebih tepatnya PENGGODA!!!" Jawab Kirana menyeringai.
"Kamu itu.." Ucapan Rosa terpotong oleh perkataan Aldo.
"Apa yang harus Papa lakukan Girl, supaya kamu memaafkan Papa?" Tanya Papa Aldo bersungguh-sungguh.
"Lepaskan Mama atau lepaskan Tante Rosa" Jawab Kirana cuek.
__ADS_1
Belum juga Papa Aldo menjawab, Tante Rosa sudah menyerobot menjawab
"Heh!!! Jangan kurang ajar kamu!! saya tidak akan berpisah dengan Mas Aldo." Sahut Tante Rosa.
"Saya tidak peduli!!" Sentak Kirana.
Papa Aldo masih terdiam, semua orang menunggu jawaban Papa Aldo. Hingga suara Kirana terdengar lagi
"Kira, pernah berada di posisi terendah dalam hidup Kira Pa, Kira pernah sangat merindukan Papa, Kira pernah merasa dunia Kira hancur berantakan, Kira juga pernah merasa kehadiran Kira tidak di inginkan semua orang, Kira hanya mau Papa kembali, tapi Tuhan tidak pernah mengabulkan permintaan Kira.."
"Papa tahu? Papa cinta pertama Kira, tapi Papa jugalah patah hati terhebat Kira. Papa harus tahu, Kira memperjuangkan keluarga kita, Kira dengan tekat yang kuat menemui Om Wisnu. Kira hanya meminta Om Wisnu untuk menghapus segala cintanya untuk Mama. Dan Papa tahu apa jawaban Om Wisnu? Om Wisnu hanya bilang dia akan mencoba menghapus cintanya, kalau tidak bisa dia bilang izinkan dia membawa cintanya sampai mati. Dan Papa juga harus tahu kalau Mama dan Om Wisnu tidak pernah selingkuh."
Kirana menangis sejadi-jadinya, dia kecewa, dia marah, Papa Aldo menghampirinya lalu memeluknya dengan erat. Sepasang anak dan ayah tersebut berpelukan sambil menangis.
"Maafkan semua kesalahan Papa Sayang" Ujar Papa Aldo bersungguh-sungguh.
Semua orang yang menyaksikan ikut menangis. Mereka tidak menyangka hidup Kirana tidak seperti yang mereka fikirkan. El pun merasa sangat menyesal menjadi salah satu alasan terpuruknya seorang Kirana.
"Kirana, apa kamu yang membuat suamiku kecelakaan?" Tuduh Mama Susan membuat semua orang menatapnya.
"Pasti kamu pelakunya karena suamiku kecelakaan setelah bertemu dengan kamu!!!" Hardik Mama Susan tak berperasaan.
"Tante sadar gak sihh, bahkan di detik-detik terakhir hidupnya Om Wisnu ditemani saya. Jadi buat apa saya melakukan itu semua, gak penting." Ucap Kirana ketus.
"Kamu pembunuh Kirana!!!" Teriak Mama Susan.
"CUKUP MA!!!" Bentakan dari Adam cukup membuat Mama Susan terdiam.
"Kamu membentak Mama, Dam?" Lirih Mama Susan memasang wajah terluka.
"Bukan begitu Ma, Mama jangan asal tuduh. Bukannya mendengar penjelasannya dulu Mama malah menuduh yang tidak-tidak" Ucap Adam memberi pengertian.
Al dan keluarganya tidak buka suara sama sekali. Mereka hanya menyaksikan perdebatan keluarganya. Begitu juga dengan keluarga Pratama.
__ADS_1
"Saya disini hanya mau bilang, Mama saya dan Om Wisnu difitnah oleh Tante Rosa seakan-akan Mama saya dan Om Wisnu berselingkuh. Padahal itu tidak benar sama sekali." Ucap Kirana menghentikan perdebatan ibu dan anak itu.
"Jadi maksud kamu Mama kamu difitnah Girl?" Tanya Papa Aldo terkejut.
"Iya Pa, itu semua fitnah. Jadi aku mohon Papa silahkan pilih antara Mama atau Tante Rosa" Jawab Kirana dengan tegas.
"Tentu saja Papamu itu akan memilih saya" Sahut Rosa dengan percaya diri.
"Jangan terlalu berharap tante" Sahut Karina sinis.
"Heh perawan tua!!! Gak usah ikut campur deh!!" Sentak Lidia kepada Karina.
"Lebih baik perawan tua daripada nikah tapi udah gak perawan" Sarkas Karina.
"Apa maksudmu?" Ujar Lidia takut.
"Bukankah mahkotamu sudah hilang saat masih kuliah dulu? Kamu tahu siapa lelaki itu, He is my best friend" Kata Karina membungkam mulut pedas Lidia.
Adam dan Mamanya semakin terdiam mendengar ucapan Karina. Mereka tidak menyangka keluarga Lidia sebejat itu.
"ROSA ADELIA, HARI INI AKU ALDO SEBASTIAN MENGHARAMKANMU ATAS DIRIKU AKU MENALAKMU!!!" Suara nyaring Papa Aldo membuat semua orang terkejut dan membuat perdebatan sengit antara Lidia dan Karina terhenti.
"Apa yang kamu katakan, Mas. Aku tidak mau berpisah. Aku mencintaimu Mas" Rosa langsung histeris.
"Jika kamu mencintaiku, kamu tidak akan melukaiku sampai sedalam ini." Ucap Papa Aldo dingin.
"Pa, jangan ceraikan Mama" Mohon Lidia kepada Papa Aldo.
"Keputusanku sudah bulat." Jawab Papa Aldo tegas. Dia segera menghampiri Mama Andine.
"Ma, maafin Papa ya.. Papa salah Papa udah nyakitin Mama.." Ujar Papa Aldo menatap Mama Andine penuh cinta.
"Mama udah maafin Papa, kita tidak bisa terus hidup dengan memandang masa lalu, jika Papa mau mari hidup bersama menata masa depan bersama anak-anak" Sahut Mama Andine dengan senyum kelembutannya yang selalu bisa membuat Papa Aldo terpesona.
__ADS_1
Karina dan Kirana menghampiri kedua orang tuanya. Mereka berpelukan melepas rasa rindu.
"Papa Al merindukan Little Girl Papa ini juga Kakak Snow White" Ucap Papa Aldo mengusap rambut Kirana dan Karina.