
Jam 03.00
Sore ini Alexa berencana akan menjenguk Devan ke rumah sakit, Alexa juga ingin mengembalikan jaket yang pernah di pinjamkan Devan kepadanya.
Alexa bangun dari tempat tidur king sizenya ia berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
Di lain tempat seorang pelayan perempuan berlari ke arah ruang tamu dengan sangat tergesa-gesa.
"Mohon maaf tuan, nona muda tidak ada di dalam kamarnya.Saya sudah mencarinya di kamar mandi dan sekitar rumah tapi tidak menemukan adanya nona muda tuan." Ucap pelayan itu sambil menunduk
Abimanyu yang mendengar itu langsung naik pitam, sedangkan rendhard begitu khawatir dengan adiknya yang entah kemana perginya.
"Kurang ajar, kemana perginya Alexa ayah benar-benar khawatir dengan dia.Kenapa bisa jadi seperti ini." Ucap Abimnayu
"Ayah tenang dulu, jangan terbawa emosi mungkin Alexa kabur karena ada sesuatu yang ia sembunyikan dari kita." Ucap rendhard menenagkan sang ayah
"Ayah tidak bisa berfikir sekarang, kepala ayah sangat pusing."Ucap Abimanyu sambil memegang kepalanya
"Permisi tuan, saya menemukan surat dari meja rias nona muda."Ucap pelayan itu sambil menyodorkan selembar kertas
Rendhard langsung mengambil surat itu dan membaca isi surat yang di tulis dari sang adik.
Setelah membaca surat itu wajah rendhard dan Abimanyu langsung berubah menjadi sedih.
"Ayah, sepertinya Alexa terpaksa menerima perjodohan ini." Ucap rendhard sedih
"Lalu kenapa dia mau menerima perjodohan ini bahkan ia mau bertungan dengan Dimas." Ucap Abimanyu
"Aku juga tidak tau ayah, lebih baik ayah tanyakan prihal ini kepada Dimas bagaimana pun juga Dimas adalah tunangan Alexa."Ucap rendhard
"Iya nak kamu benar."
Abimanyu langsung mengambil benda pipih itu di dalam kantong celananya ia mencari nomor Dimas dan langsung menghubungi Dimas.
Setelah panggilan tersambung Abimanyu langsung menjelaskan tentang kepargian alexa dari rumah.
Dimas yang mendengar itu langsung terkejut dan amarahnya tidak dapat di bendung lagi.
Setelah sambungan telpon terputus Dimas langsung mengebrak meja kerjanya dan mengamuk di dalam ruang kerjanya, bahkan sekretaris nya yang bernama Doni tidak berani untuk menghentikan amukan bos besarnya itu.
"Kurang ajar, beraninya dia melakukan ini semua rupanya dia benar-benar menghiraukan ancamanku.Lihat saja kau bagiamana reaksimu jika aku nanti menemukan mu." Ucap Dimas marah
"Doni, suruh seseorang untuk mencari keberadaan Alexa aku ingin dia di bawa langsung ke hadapanku.Dan aku ingin secepatnya." Ucap Dimas memerintah
"Baik tuan." Ucap Doni
Lalu Doni keluar dari ruangan Dimas.
__ADS_1
Setelah kepergian Doni, Dimas langsung menghubungi temannya yang bernama Aldo orang yang pernah di tugaskan untuk memata-matai Alexa.
Setelah sambungan telpon terhubung Dimas langsung berbicara dengan Aldo.
"Hallo, aldo aku ingin memberi tugas tolong kau kerjakan dengan benar, aku ingin menyuruhmu untuk mencari keberadaan Alexa dan membawa Alexa ke apartemen ku." Ucap Dimas memerintah
"Kenapa lagi dengan gadis mu itu?" Ucap Aldo
"Dia kabur, aku ingin dia secepatnya ada di tanganku sekarang gadis itu sudah mulai berani melawan ku." Ucap Dimas
"Kabur? yang benar saja apa dia takut denganmu, kau mungkin sangat kejam dengannya makanya gadismu itu kabur." Ucap Aldo meledek
"Diam kau aku tidak menyuruh mu untuk berkomentar, kerjakan saja tugas yang aku berikan untukmu." Ucap Dimas marah
"Oke.. baiklah aku akan mencarinya."Ucap Aldo
"Secepatnya, aku tidak suka dengan orang yang bekerja sangat lambat." Ucap Dimas menyindir
"Baiklah, rupatan kau menyindirku ya."Ucap Aldo kesal
"Syukur kalau kau menyadari nya." Ucap Dimas santai
"Dasar!! baiklah aku tutup dulu tlponnya, aku akan mencari gadismu itu." Ucap Aldo
Lalu sambungan telpon itu pun terputus secara sepihak
*******
Sedangkan Alexa sudah rapi dengan baju perginya, ia keluar dari kamar hotel dengan menentang tas kecil dan membawa keresek besar berisi jaket Devan.
Ia hari ini sengaja mematikan teleponnya, agar keluarganya tidak menghubungi dia hari ini.
Alexa berjalan keluar gedung bertingkat itu, ia mencari taxi di sekitar hotel.
Setelah mendapat kan taxi Alexa langsung masuk ke dalam taxi itu dan pergi meninggalkan hotel query untuk menuju rumah sakit tempat devan di rawat.
Sekitar hampir 30 menitan akhirnya taxi yang Alexa tumpangi sampai di area gedung rumah sakit.
Setelah membayar dan keluar dari taxi Alexa langsung masuk ke dalam gedung rumah sakit dan menuju ruang rawat Devan.
Alexa mengetuk pintu kamar Devan dan terdengar lah suara Devan dari dalam ruangan.
Cklekk...( Alexa membuka pintu dan masuk ke dalam kamar Devan)
"Hai devan." Sapa Alexa kepada Devan seraya melambaikan tangan
Devan yang melihat alexa masuk ke dalam kamarnya itu, langsung memberikan senyumannya kepada alexa.
__ADS_1
"Hai juga Alexa, kenapa baru datang ke sini?" Ucap Devan bertanya
"Ah..aku ada urusan keluarga makanya baru bisa menjengukmu sekarang." Ucap Alexa sambil tersenyum manis
"Duduk dulu alexa." Ucap Devan mempersilahkan Alexa duduk
"Ah..iya terimakasih." Ucap Alexa lalu duduk di kursi samping tempat tidur Devan
"Bagiamana keadaanmu Dev, apa sudah baikan?" Ucap Alexa
"Ya seperti yang kau lihat aku sudah hampir sembuh."Ucap Devan seraya tersenyum lebar
"Lalu di mana yang lain, kenapa kamu hanya sendiri di sini?"Tanya Alexa kepada Devan
"Kakakku sudah pulang dengan anak-anaknya, mungkin nanti malam mereka akan kembali kesini." Ucap Devan
"Ah..begitu, oh iya Dev ini jaketmu aku kembalikan maaf ya baru mengembalikannya sekarang."Ucap Alexa seraya memberikan jaket itu ke Devan
"Terimakasih ya, kau seharusnya tidak perlu mengembalikan jaket ini kepadaku sebenarnya aku ingin memberimu jaket ku ini kepadamu." Ucap Devan tersenyum malu
"Ah..tidak usah, kau sudah meminjamkan ku saja aku sudah sangat berterimakasih kepadamu." Ucap Alexa malu- malu
"Oh iya Alexa, kamu udah makan belum?"
"Udah kok Dev, kalau kamu udah makan belum?"
"Belum sih, aku males makan bubur terus rasanya hambar."Ucap devan
"Terus kamu mau makan apa? biar aku beliin di kantin rumah sakit ya."
"Ngak perlu, jangan repot-repot Lex."
"Ngak repot kok." Ucap Alexa sambil tersenyum
"Gini aja kamu mau ngak suapin aku makan bubur itu." Ucap Devan sambil menunjuk ke arah nampan berisi bubur
"Ah boleh biar aku yang suapin kamu ya." Ucap Alexa lalu mengambil mangkuk berisi bubur
Alexa lalu menyodorkan sesendok bubur ke arah Devan.
Devan dengan senang hati menerima suapan alexa.
" Terimakasih ya sudah mau menyuapi ku." Ucap Devan sambil tersenyum
"Iya sama-sama Dev, kita kan sudah menjadi teman jadi sudah tugas aku saling membantu."
"Ternyata kau wanita yang baik ya, aku kira kau wanita yang menyebalkan ternyata dugaan ku salah, kau beda dari wanita lain." Ucap Devan seraya tersenyum.
__ADS_1