Kisah Cinta Alexa

Kisah Cinta Alexa
You are mine


__ADS_3

Brukk.....


Tubuh Alexa terjatuh di atas kasur, Dimas mulai melepaskan pakaian yang membalut tubuhnya.


Alexa tak berkutik sedikitpun melihat Dimas yang sudah bertelanjang dada.


"Ya Tuhan aku hari ini sudah pasrah jika harus melakukan hubungan itu karena ini sudah kewajiban ku tuhan." Batin Alexa.


Dimas menubruk tubuh Alexa mereka berdua saling berhadapan, pipi Alexa begitu merona saat melihat senyum manis Dimas.


Dimas kembali menyerang Alexa mencicip bagian bibir Alexa hingga mengabsen setiap barisan gigi milik Alexa, saling membelit satu sama lain mereka sudah begitu terbawa nafsu.


Tangan Dimas sudah menjelajahi bagian tubuh Alexa, tanpa aba-aba Dimas mulai merobek pakaian Alexa hingga tidak tersisa satupun.


Alexa kaget saat melihat bajunya yang sudah terkoyak dan terlempar ke lantai, dengan nafsu yang besar Dimas kembali mencecap leher Alexa dan memberikan tanda-tanda di setiap inci tubuh Alexa.


"Ahh...." Satu desahan keluar begitu saja dari mulut Alexa saat merasakan sentuhan di bagian gunung kembarnya.


Sampai kepada intinya pun Dimas mulai melakukan ancang-ancang untuk membobol Alexa.


Dimas mencium lembut bibir Alexa dan mereka berdua saling menatap satu sama lain dengan tatapan sayu dan penuh gairah.


"Apakah sudah siap?" Tanya Dimas.


Alexa terengah-engah nafasnya naik turun karena ia juga sudah benar-benar terbawa gairah dan ini pertama kalinya untuk Alexa.


Alexa akhirnya menganggukan kepalanya memberi jawaban pasti untuk sang suami.


"Kamu boleh memelukku." Ucap Dimas dengan suara seraknya.


Alexa kembali mengangguk, dan saat itu juga Dimas mulai membobol mahkota Alexa dengan serangan bertubi-tubi dan penuh hati-hati.


Suara desahan dan teriakan kesakitan terdengar di seluruh bagian ruangan kamar itu, peluh membasahi kening dan tubuh mereka berdua.


Dimas begitu bahagia akhirnya Alexa sudah terikat dan akan menjadi ibu dari anak-anaknya nanti, Dimas mengusap peluh yang keluar dari kening Alexa bahkan Alexa juga meneteskan air mata, Dimas mengecup bagian wajah Alexa lalu yang terakhir bagian sudut mata Alexa.


Mereka berdua menghabiskan malam panjang hanya suara desahan dan angin malam yang terdengar di ruangan itu.


Sampai akhirnya jam menunjukkan pukul 2 pagi, tubuh Dimas ambruk tepat di samping Alexa Dimas tersenyum senang dan penuh bahagia saat melihat wajah cantik Alexa yang sudah tertidur lelep.


Dimas menarik selimut tebal lalu menutup tubuh mereka berdua.


Citt... cittt.... cittt....


Suara burung berbunyi menghiasi pagi hari yang cerah, Alexa masih saja tertidur pulas begitu juga dengan Dimas.


Suara dengkuran mereka berdua terdengar cukup keras di ruangan kamar itu, cahaya matahari menelusup masuk kecelah-celah jendela kamar.

__ADS_1


Kringggg....


Suara alarm jam weker menganggu tidur Alexa, Alexa terbangun dari tidurnya sambil sesekali menguap.


"Jam berapa ini." Gumam Alexa.


Dimas masih tertidur pulas, Alexa menoleh ke arah Dimas yang masih tertidur dengan tangan yang masih merangkul pinggang Alexa.


Alexa dengan penuh hati-hati melepaskan pelukan itu, setelah di rasa berhasil Alexa pun mengambil jam weker itu lalu melihat jarum jam tersebut.


"Astaga aku kesiangan." teriak Alexa lalu dengan cepat ia menutup mulutnya karena takut membangunkan Dimas.


Alexa bangkit dari tempat tidur namun saat hendak berjalan rasa sakit langsung menyerang bagian kewanitaannya.


"Akh sakit sekali." Gumam Alexa sambil berjalan tertatih-tatih menuju ke arah kamar mandi.


Cekelkkk....


Pintu kamar mandi di buka oleh Alexa dengan cepat ia masuk ke dalam kamar mandi lalu menutup kembali pintu kamar mandi itu.


"Aduh sakitnya apa hanya aku yang merasakan sakit seperti ini, bagaimana dengan Dimas." Gumam Alexa.


Alexa berjalan ke arah cermin yang terdapat di kamar mandi itu lalu menatap pantulan dirinya di cermin.


"Apa ini, kenapa tubuhku ruam-ruam." Gumam Alexa sambil menyentuh tanda merah yang terdapat pada bagian atas dadanya.


1 Jam kemudian Alexa sudah rapi dengan balutan dress ia sudah selesai memoleskan make up di wajah cantiknya itu, dengan cepat Alexa mengambil tas selempang lalu beralih ke arah Dimas.


"Dim... bangun... ini sudah pagi." Ucap Alexa dengan suara lantang.


Dimas masih saja tertidur Alexa merasa jengah melihat Dimas yang tidak kunjung terbangun dari tidurnya.


"Dim... ayo bangun aku akan berangkat kuliah, sarapan sudah aku siapkan, jika kamu tak kunjung bangun aku tidak akan berbicara lagi dengan mu nanti." Ucap Alexa kesal.


Alexa menarik tangan Dimas, namun Dimas hanya bergumam tidak jelas.


"Baiklah aku akan berangkat ke kampus kamu tidurlah dan jangan pernah bangun." Teriak Alexa kesal.


Dimas sebenarnya sudah bangun dari tidurnya namun ia sengaja membuat Alexa sedikit jengkel dengan perbuatannya itu.


"Hahaha.... lucu sekali istri kecilku ini." Batin Dimas.


Alexa berjalan sambil mengehentak-hentakan kakinya mengarah keluar dari kamar namun belum sempat membuka pintu kamar Dimas terlebih dahulu berlari dan memeluk tubuh Alexa dari belakang.


Alexa terkejut dengan pelukan Dimas, ia membeku saat merasakan tonjolan di bagian belakang tubuhnya.


"Dimas kenapa kamu tiba-tiba bangun." Ucap Alexa dengan suara pelan.

__ADS_1


"Agar istriku terkejut." Jawab Dimas lalu mengecup bagian leher Alexa.


Pipi Alexa merona saat merasakan kecupan itu, Alexa melepaskan pelukan Dimas lalu membalikan tubuhnya menghadap ke arah Dimas.


"Akhh... Dimas sialan kamu mesum cepat pakai bajumu." Teriak Alexa saat melihat Dimas yang sama sekali tidak menggunakan baju dan celana.


"Hahaha... kenapa kamu teriak, bukanya kamu sudah melihat seluruh bagian tubuh ku bahkan kamu begitu bersemangat kemarin." Ucap Dimas sambil terkekeh geli.


Bughh....


Alexa melayangkan pukulan ke wajah Dimas dengan menggunakan tas selempangnya itu.


"Aduh kenapa aku di pukul kamu ini galak banget." Ucap Dimas meringis kesakitan.


"Itu hukuman kamu karena begitu mesum, sudah jangan bicara apapun lagi aku ingin berangkat kuliah." Ucap Alexa lalu berlari meninggalkan Dimas yang sedang tertawa terbahak-bahak.


"Astaga cute sekali istriku itu, aku bahagia banget akhirnya bisa memiliki istri seperti Alexa." Ucap Dimas.


Dimas kembali senyum-senyum sendiri saat mengingat kejadian semalam.


"Akh... sepertinya aku harus memeriksa otakku bahkan aku seperti remaja yang sedang jatuh cinta, lama-lama aku bisa gila karena begitu mencintai istri kecilku itu." Gumam Dimas.


Dimas berjalan ke arah kamar mandi sambil sesekali melompat dan bersenandung ria.


Alexa berjalan tergopoh-gopoh memasuki ruang kelasnya namun tanpa sadar ia menabrak tubuh seseorang.


"Kamu tidak papa?" Tanya Bimo sambil membantu Alexa berdiri.


"Terimakasih aku tidak papa." Jawab Alexa.


"Kamu lagi, akhirnya kita bisa bertemu lagi kamu ingin ke kelas?" Tanya Bimo.


"Maaf apa kita pernah bertemu?" Tanya Alexa.


"Apa kamu lupa dengan ku?" Tanya Bimo.


"Maaf aku benar-benar tidak ingat." Jawab Alexa.


"Aku pria yang waktu itu menolong mu saat kamu hendak di serempet motor." Ucap Bimo.


Alexa berpikir sejenak mengingat-ingat kejadian itu.


"Astaga maaf aku lupa sekarang aku baru ingat maaf ya sudah menyusahkan mu." Ucap Alexa.


"Tidak papa, oh iya bagaimana jika kita bersama-sama ke kelas kebetulan kelasku dekat dengan kelasmu. Tawar Bimo.


"Tentu ayo kita berjalan bersama." Ucap Alexa.

__ADS_1


Mereka berdua berjalan bersama menuju ke arah kelas masing-masing.


__ADS_2