Kisah Cinta Alexa

Kisah Cinta Alexa
Suamiku Cemburu


__ADS_3

Setelah berjabat tangan, Dimas berjalan keluar dari Showroom mobil dengan mengendarai mobil barunya itu.


Tin... tin....


Suara klakson mobil milik Dimas mengalihkan pandangan Regar.


"Gue balik dulu ya." Teriak Dimas kepada Regar.


"Oke bro hati-hati." Balas Regar seraya melambaikan tangannya.


Mobil baru milik Dimas pun melaju kencang meninggalkan showroom milik Regar.


Dimas begitu bahagia hari ini karena ia sudah memutuskan untuk memberi supraise kepada sang istri.


"Aku akan menunggu jam pulang Alexa, aku akan menjemputnya dan memberikan hadiah." Gumam Dimas.


Dimas melajukan mobilnya menuju ke arah tempat tinggal barunya.


Tak memakan waktu lama hingga akhirnya Dimas sampai di rumah yang baru saja ia beli.


Rumah yang begitu besar dan begitu bagus bahkan terdapat kolam, taman, dan tempat olahraga.


Dimas memasuki halaman rumah mewah itu, ia memarkirkan mobilnya tepat di garasi, setelah itu Dimas keluar dari mobil dan berjalan tergopoh-gopoh memasuki rumah barunya itu.


Begitu banyak orang yang sedang berlalu lalang untuk merapikan dan menata barang-barang milik Alexa dan Dimas.


Dimas sudah membayar beberapa orang untuk mengerjakan pekerjaan ini, dengan santainya Dimas mendaratkan bokongnya di atas kursi sofa sambil menyalakan sepuntung rokoknya itu.


Dimas belum sempat mencarikan asisten rumah tangga untuk Alexa, namun Dimas berencana akan menelepon pusat kantor penerima jasa pembantu itu.


Sudah sekian lama orang-orang suruhan Dimas merapikan rumah baru itu, Dimas pun sudah begitu bosan karena seharian melihat orang-orang itu beralalu lalang.


Dimas akhirnya tersadar jika hari sudah mulai sore, Dimas bangkit dari duduknya lalu melihat ke arah jam tepat pada saat itu juga Dimas langsung bergegas bersiap-siap untuk menjemput sang istri tercintanya itu.


"Kalian semua cepatlah selesaikan pekerjaan kalian itu, setelah selesai aku akan memberikan kompensasi untuk kalian semua." Ucap Dimas.


"Baik bos." Jawab mereka serempak.


Dimas tersenyum ke arah mereka semua lalu dengan cepat ia berjalan menuju ke arah kamar untuk berganti pakaian dan merapikan rambut.


Sedangkan Alexa masih berada di dalam kelas, sebentar lagi jam pulang akan tiba.


"Hush... Alexa... Alexa..." Panggil Fanesa.


Alexa menoleh ke arah Fanesa sambil menaikan sebelah alisnya.


"Kamu pulang bareng siapa?" Tanya Fanesa.


Alexa menaikan kedua pundaknya menjawab pertanyaan Fenesa.


"Kalau gitu kita mampir dulu lah ke cafe, aku mau cerita sesuatu ke kamu." Bisik Fenesa.


"Oke." Jawab Alexa dengan suara yang begitu kecil.


Mereka berdua kembali menghadap ke arah dosen yang sedang menjelaskan di papan tulis.


Beberapa menit kemudian terdengar suara dentingan bel yang menunjukan bahwa jam pulang sudah tiba.


"Yes akhirnya pulang." Teriak Fenesa kegirangan.


Sedangkan Alexa asik meregangkan otot-otot tubuhnya karena merasa sedikit pegal saat duduk tadi.


"Kuy lah kita ke cafe Lex." Ajak Fanesa.


"Iya tunggu bentar aku mau rapiin buku-buku ini." Jawab Alexa.

__ADS_1


Fanesa berdiri tepat di samping Alexa sambil menunggu Alexa yang sedang memasukan buku ke dalam tas selempangnya itu.


Tokk... tok... tokk..


Suara ketukan pintu mengalihkan pandangan Alexa dan Fanesa ke arah pintu kelas.


"Lex siapa itu, tuh cowok kok ganteng amat baru lihat." Bisik Fenesa ke arah telinga Alexa.


Alexa hanya diam menanggapi ucapan Fanesa.


Bimo melambaikan tangannya ke arah Alexa lalu berjalan mendekat ke arah bangku Alexa.


"Ehh.. lihat Lex dia datengin kita tuh, kayanya dia naksir deh sama aku." Ucap Fenesa kegirangan.


"Idih Fanesa kamu ini." Ucap Alexa.


Bimo berjalan mendekat ke arah bangku Alexa setelah sampai di bangku Alexa Bimo langsung menyapa Alexa dan Fanesa.


"Hai Alexa, hai temanya Alexa." Sapa Bimo ramah.


"Ha.. hai." Jawab Fanesa gugup.


Bimo hanya terkekeh melihat Fenesa yang gugup dan bersikap malu-malu kepadanya.


"Alexa kamu pulang bareng siapa?" Tanya Bimo.


"Nggak ada, tapi aku mau pergi ke cafe sama Fanesa." Ucap Alexa.


"Fanesa?" Tanya Bimo.


"Iya Fanesa, ini temen aku namanya Fanesa." Ucap Alexa sambil menunjuk ke arah Fanesa yang sedang berdiri mematung.


"Oh jadi dia Fanesa, aku boleh ikutan nggak?" Tanya Bimo.


Alexa berpikir sejenak namun tiba-tiba suara cempreng Fanesa lebih dulu menjawab pertanyaan Bimo.


Bimo menaikan sebelah alisnya lalu terkekeh geli saat mendengar ucapan Fanesa.


"Gimana Alexa, Bimo boleh ikut kan?" Tanya Fanesa sambil menyengol lengan Alexa.


Alexa akhirnya menganggukan kepalanya menyetujui permintaan Fanesa.


"Tuh kan Alexa aja ngizinin, ya udah sekarang kita langsung berangkat ke cafe aja." Ucap Fanesa girang.


Bimo tersenyum senang lalu Alexa bangkit dari duduknya dan berjalan mendekat ke arah Bimo.


"Ya udah ayo kita pergi nanti keburu malam." Ucap Alexa.


*


*


Dimas sudah sampai di depan kampus Alexa, dengan wajah tampannya itu ia berjalan keluar dan berdiri tepat di depan mobil sambil sesekali melihat ke arah sekitar kampus.


"Dimana Alexa padahal ini sudah jam pulang kok dia belum muncul juga." Gumam Dimas sambil melirik ke arah jam tangannya itu.


Para mahasiswi terus saja melihat ke arah Dimas banyak para mahasiswa yang terpesona dengan ketampan Dimas yang menurut mereka wajah Dimas seperti bule.


"Eh lihat pria itu tampan sekali, siapa ya yang ia tunggu." Ucap mahasiswi cantik itu.


"Aku tak tahu tapi wanita itu beruntung sekali ya mendapatkan pria tampan seperti itu." Ucap temannya yang lain.


Dimas tak memperdulikan ucapan-ucapan wanita-wanita itu melainkan ia fokus untuk mencari keberadaan Alexa.


Akhirnya orang yang di tunggu-tunggu Dimas sudah muncul, dimana Alexa berjalan bersama dengan wanita dan pria.

__ADS_1


Dimas merenggut marah saat melihat Alexa yang sedang asik berbincang dengan pria lain.


"Siapa pria itu beraninya mendekati istriku." Gumam Dimas.


Alexa terus saja asik berbicara tanpa menyadari keberadaan sang suami, Bimo begitu seneng saat melihat Alexa yang tersenyum ke arahnya itu tanpa sadar tangan bimo menyentuh helaian rambut Alexa yang sedikit berantakan.


"Maaf aku hanya merapikan rambut mu saja, maafkan aku sudah lancang." Ucap Bimo.


"Tak apa." Jawab Alexa.


Dimas yang memperhatikan Alexa dari jarak jauh langsung berinisiatif mendekati Alexa karena ia begitu geram saat melihat kedekatan Alexa bersama pria lain.


"Alexa." Panggil Dimas dengan suara tegasnya.


Alexa begitu kaget saat mendengar suara Dimas.


"Dimas kenapa kamu bisa kesini?" Tanya Alexa.


"Kenapa bertanya seperti itu, kamu tidak suka kalau aku datang menjemput mu?" Tanya Dimas.


"Bukan begitu." Jawab Alexa.


"Alexa siapa ini?" Tanya Bimo.


"Aku suam..." Ucapan Dimas terpotong saat Alexa tiba-tiba menarik tangan Dimas berjalan menjauh dari Fanesa dan Bimo.


Fanesa yang mengerti keadaan Alexa langsung mengalihkan perhatian Bimo.


"Bim, bagaimana jika kita pergi berdua saja sepertinya Alexa ada urusan." Ucap Fanesa.


Bimo sebenarnya tidak ingin pergi jika Alexa tak ikut tapi ia tak mungkin menolak ajakan teman dari Alexa.


"Baiklah." Jawab Bimo.


Sedangkan Alexa terus saja menarik tangan Dimas keluar dari area kampus.


"Dim, kamu kok bisa datang tiba-tiba kenapa nggak bilang ke aku." Ucap Alexa.


"Kalau aku nggak diam-diam kesini mungkin aku nggak akan tahu kalau kamu lagi selingkuh dengan pria lain di belakang ku." Bentak Dimas.


"Kamu bicara apa sih Dim." Ucap Alexa kesal.


"Kenapa? bukanya kamu punya pria lain di belakang aku." Ucap Dimas sambil tersenyum remeh.


"Dimas kamu kalau nggak tahu apa-apa jangan sembarang bicara, aku nggak habis pikir dengan ucapan kamu itu kalau niat kamu hanya untuk berdebat dengan aku lebih baik kamu jangan deh jemput aku ke kampus." Ucap Alexa kesal lalu berjalan meninggalkan Dimas.


Dimas dengan cepat menarik pergelangan tangan Alexa.


"Ada apa sih, kamu mau berdebat lagi?" Tanya Alexa.


Dimas mengehembuskan nafas panjang lebih baik Dimas mengalah dulu masalah hari ini Dimas ingin membahasnya di rumah.


"Aku mau ajak kamu ke sesuatu tempat Lex." Ucap Dimas.


"Aku nggak mau ikut, aku capek mau pulang." Ucap Alexa lalu menepis tangan Dimas dan Alexa kambli berjalan.


Dimas yang sudah begitu geram langsung mengangkat tubuh Alexa seperti karung beras lalu merebahkan tubuh Alexa di kursi penumpang.


"Duduk dan diam." Bentak Dimas lalu menutup pintu mobil itu cukup keras.


Alexa merasa sedih melihat perlakuan Dimas yang tiba-tiba berubah.


"Sebenarnya Dimas kenapa sih kok jadi marah gini." Batin Alexa.


Saat Dimas sudah masuk ke dalam mobil Alexa malah mengalihkan pandangan ke arah luar jendela mobil.

__ADS_1


Dimas kembali menghela nafas panjang saat melihat Alexa yang sedang marah.


__ADS_2