
Alexa hanya diam mematung di tempat, ia benar-benar tidak mengingat apa yang sudah terjadi dengan dirinya sendiri.
Alexa bangkit dari duduknya, ia berjalan melewati Dimas begitu saja.
"Kau ingin pergi kemana?" Tanya Dimas kepada Alexa
Alexa langsung menghentikan langkah kakinya itu.
"Aku ingin pulang." Ucap Alexa singkat
"Siapa yang mengizinkan mu pulang?"
"Aku tidak butuh izin siapapun." Ucap Alexa
Alexa langsung melangkahkan kakinya menuju pintu kamar, tapi pada saat hendak membuka pintu betapa terkejutnya Alexa karena tubuhnya terasa melayang.
Tubuh Alexa di angkat oleh Dimas layaknya karung beras.
"Ah... turunkan aku, apa yang kau lakukan." Ucap Alexa sambil memukul punggung Dimas
"Sudahlah kamu diam saja, suara mu berisik sekali."
"Turunkan aku, apa yang kau lakukan." Teriak Alexa yang menggema di dalam ruangan itu.
"Dasar wanita berisik."
Dimas langsung melempar tubuh Alexa di atas ranjang king size miliknya itu.
Buughh...
"Aw, sakit sekali." Ringis Alexa sambil mengusap punggungnya.
"Siapa suruh berniat kabur."
"Maksudmu apa, aku hanya ingin pulang."
"Sudahlah jadilah wanita penurut jangan pernah membantah." Ucap Dimas dingin
"Berengsek, aku tidak sudi menuruti perintah pria seperti mu."
"Jaga ucapanmu." Bentak Dimas
Alexa begitu kaget mendengar bentakan dari Dimas, air matanya sudah tidak bisa lagi ia bendung, Alexa menangis sambil menundukkan kepalanya. Ia tidak tahu kenapa ia bisa seperti ini tapi ia begitu takut jika berdekatan dengan Dimas.
"Sekarang kamu menangis, dasar wanita cengeng." Ucap Dimas sinis.
Dimas berlalu meninggalkan Alexa sendiri di dalam kamar itu, Dimas menutup pintu kamar itu begitu keras.
Brakk...
Alexa bergidik ngeri melihat kelakuan Dimas tadi, Alexa mendongakan kepalanya dan menatap pintu kamar itu.
Alexa berdiri dan berjalan ke arah pintu, ia mencoba membuka pintu kamar itu, namun nihil ternyata pintu kamar itu di kunci dari luar.
__ADS_1
Alexa langsung jatuh terduduk di atas keramik sambil terisak-isak.
"Ayah, kak rendhard tolong aku." Ucap Alexa sambil terisak-isak.
"Kenapa aku harus bertemu dengan pria itu, dari awal aku memang sudah tidak suka jika dia di jodohkan denganku."
"Maafkan aku ayah, mungkin jika aku tidak kabur dari rumah mungkin saat ini aku masih bersama kalian, aku benar-benar menyesal tidak menceritakan tentang Dimas dari awal kepada kalian."
Alexa terus menangis kelopak matanya begitu bengkak kepala terasa begitu pusing, Alexa bangun dari duduknya dan berjalan menuju ranjang. Tapi karena kepalanya yang begitu pusing serta tubuhnya yang lemas Alexa jatuh terhuyung di atas keramik kamar itu.
Buugh..
"Akh, kepala ku sakit sekali." Ucap Alexa sambil memegang kepalanya.
Mata Alexa mulai gelap dan buram, dan Alexa mulai kehilangan kesadarananya.
******
Dimas duduk terdiam di meja makan sambil memainkan sendok garpunya itu. Selera makan Dimas hilang begitu saja karena ulah Alexa, padahal Dimas tadi hanya berniat untuk mengecek keadaan Alexa dan mengajaknya untuk makan bersama.
Tapi apa yang ia dengar tadi Alexa malah ingin pergi dari rumah ini. Bahkan Alexa sama sekali tidak ingin berdekatan dengannya.
"Apa dia begitu membenciku, tapi kenapa...Apa aku terlalu jahat." Gumam Dimas
"Apa aku salah melakukan ini kepadanya, tapi jika aku tidak melakukan hal ini, Alexa pasti akan pergi dari hidupku. Aku benar-benar sudah tertarik dengan dia."
"Arghh." Erangan Dimas frustasi sambil mengacak-acak rambutnya.
"Tuan...tuan." Panggil pelayan wanita itu
"Ada apa?" Ucap Dimas dingin
"Mohon maaf tuan, Sudan menganggu waktu anda."
"Cepat katakan apa yang ingin kau bicarakan, aku tidak suka bertele-tele."
"Maaf tuan tadi saat saya ingin mengantar makanan ke kamar nyonya, saat saya membuka pintu kamar itu, nyonya pingsan tuan." Ucap pelayan itu sambil menundukan kepalanya
"Kenapa tidak bicara dari tadi ha!! Kamu dasar pelayan tidak berguna minggir." Bentak Dimas kepada pelayan wanita itu.
Dimas berdiri dari duduknya dan berlari dengan cepat menuju kamarnya.
Dimas membuka pintu kamarnya itu dengan keras, ia begitu khawatir dengan keadaan Alexa.
Braakk... ( Pintu kamar pun terbuka)
"Alexa." Panggil Dimas sambil berlari ke arah tempat tidur.
"Pelayan cepat panggilkan dokter." Ucap Dimas berteriak
Pelayan wanita itu langsung buru-buru menghubungi dokter Dika yang tak lain adalah adik sepupu Dimas.
"Dimana dokternya." Teriakan Dimas tak sabaran
__ADS_1
"Sabar tuan, dokter Dika masih bersiap-siap menuju ke sini." Ucap pelayan wanita itu.
Selang beberapa menit akhirnya dokter yang bernama Dika itu datang dengan tergesa-gesa ke dalam kamar Dimas.
"Dimas, siapa yang sakit?" Tanya Dika
"Kenapa kamu lama sekali, cepat periksa istri ku." Ucap Dimas marah
"Apa istri, kapan kau menikah?"
"Jangan banyak bertanya cepat periksa istriku." Bentak Dimas
Dika langsung kocar-kacir, Dika dengan cepat mengecek kondisi Alexa.
"Dimas, sepertinya Alexa hanya butuh istirahat ia begitu kelelahan dan kekurangan nutrisi." Ucap Dika
"Berikan aku vitamin serta obat yang terbaik buat istriku, setelah itu kamu bisa pergi." Ucap Dimas dingin
"Dasar, syukur-syukur aku membantunya, malah di usir lagi." Batin Dika
"Sudah ini obat dan vitamin nya kalau begitu aku permisi dulu kakak sepupu." Ucap Dika sedikit menyindir.
"Aku bukan kakak sepupu mu, cepat keluar dari sini!!."
"Uhh dasar." Ucap Dika kesal
Dimas tidak menghiraukan perkataan adik sepupunya itu.
Dimas berjalan mendekat ke sisi ranjang, di lihatnya wajah Alexa yang sedikit pucat, Dimas duduk di sisi ranjang sambil mengelus puncak kepala Alexa.
"Maaf, mungkin aku terlalu egois Alexa." Ucap Dimas sambil mengehela nafas panjang
"Aku tidak tau kenapa aku jadi seperti ini, dulu saat aku berpacaran dengan Clarisa, aku sama sekali tidak pernah bertindak seperti sekarang ini."
Dimas menundukkan kepalanya.
"Mungkin aku begini karena aku takut kehilanganmu, dan aku tidak mau kejadian waktu dulu terulang lagi." Ucap Dimas
Alexa yang sudah sadar sengaja berpura-pura memejamkan matanya, Alexa mendengar dengan jelas apa yang di katakan oleh Dimas.
"Alexa maafkan aku." Ucap Dimas tulus, Dimas lalu mengecup kening dan bibir Alexa.
Dimas bangkit dari duduknya dan berjalan keluar kamar.
Alexa mulai membuka matanya, ia melihat ke arah pintu yang sudah tertutup.
"Uhh, akhirnya dia keluar juga." Ucap Alexa
Alexa bangun dari tidurnya dan duduk di atas kasur.
"Jadi dia dulu memiliki seorang kekasih, tapi apa maksudnya tadi, dia berkata jika dia tidak ingin kejadian dulu terulang kembali. Aku harus mencari tahu tentang ini, jika aku bisa bertemu dengan mantan kekasihnya itu kemungkinan Dimas akan kembali dengan mantannya itu dan aku bisa bebas deh." Ucap Alexa senang.
"Iya..iya aku harus berusaha menemukan wanita yang bernama Clarisa bagaimana pun caranya." Tekad Alexa
__ADS_1