
KEESOKAN HARINYA...
Jam 07.00 Alexa bangun dari tidur sambil mengucek matanya.
Dengan rasa kantuk yang masih menderanya Alexa terpaksa bangkit dari tidurnya karena mendengar suara gedoran dari pintu.
"Siapa sih pagi-pagi begini udah gedor pintu." Ucap Alexa kesal.
Alexa sebenarnya tak berniat untuk membuka pintu kamarnya itu, tapi semakin lama gedoran pada pintu kamarnya itu semakin keras dengan perasaan kesal karena tidurnya terganggu Alexa bangkit dan berjalan ke arah pintu kamar.
Di bukanya pintu kamar itu, tak di sangka yang mengedor pintu kamarnya itu ternyata Dimas. Tampak Dimas yang begitu segar berdiri di ambang pintu dengan menggunakan baju kaos polos dan rambut yang basah tertata rapi ke arah belakang, membuat mata Alexa tak berkedip sedikit pun karena melihat wajah tampan Dimas.
Satu jentikan jari mengenai kepala Alexa, yang membuat Alexa meringis kesakitan.
"Aaww.. kamu!! sakit tahu, sejak kapan kamu datang ke rumahku?." Ucap Alexa kesal
"Sejak subuh, jangan lihatin aku terus dong aku tahu aku tampan, tapi jangan di lihatin terus dong." Ucap Dimas sambil tersenyum manis ke arah Alexa.
"Siapa juga yang lihatin kamu." Ucap Alexa tidak terima.
"Uhh, ngak mau ngaku udah ketahuan juga tadi itukan kamu pelototin aku terus." Ucap Dimas.
"Kamu ngapain ke sini, ganggu banget tau." Ucap Alexa sambil menyilangkan kedua tangannya di dada.
"Kenapa memangnya, ngak boleh?" Ucap Dimas seraya menyeringai.
"Iya ngak boleh, kamu ganggu tidur pagiku." Ucap Alexa kesal.
"Oh pantesan baju kamu berantakan kaya gitu ternyata baru bangun ya." Ucap Dimas.
Alexa langsung melirik ke arah baju tidurnya yang kancing atasnya terbuka.
Alexa langsung dengan cepat megancing baju tidurnya. Pipi Alexa merona merah kala menatap wajah Dimas yang tersenyum ke arahnya.
"Apa lihat-lihat dasar mesum, sana keluar aku mau tutup pintunya." Ucap Alexa sambil mendorong tubuh Dimas.
"Ayo dorong kalau bisa." Ucap Dimas sambil tersenyum mengejek.
__ADS_1
"Ngeselin tahu ngak sih, kalau ngak mau keluar ya udah minggir aku mau keluar." Ucap Alexa kesal.
"Ya udah keluar aja."
"Mana bisa keluar orang kamu berdiri di situ."
"Keluar aja."
Alexa langsung berjalan sambil menabrak bahu Dimas tapi saat Alexa sudah berhasil keluar tangan Alexa di tarik dan tubuh Alexa Kembali masuk ke dalam kamar dan pintu kamar Alexa di kunci dengan cepat oleh Dimas.
"Ehh.., kenapa di kunci kamu apaan sih." Ucap Alexa kesal.
Dimas tidak menjawab perkataan Alexa, tapi Dimas malah mendorong tubuh Alexa ke arah tembok dan mengunci pergerakan Alexa.
"Kamu!! sana minggir." Ucap Alexa sambil mendorong tubuh Dimas.
Tapi apadaya tenaga Alexa tidak sebesar tenaga Dimas tubuh Dimas tidak menyingkir sama sekali padahal Alexa sudah mendorong tubuh itu.
Wajah Dimas mulai mendekat ke arah wajah Alexa nafas Dimas berhembus menerpa wajah Alexa, pipi Alexa merona kala wajah Dimas semakin mendekat.
Tak di sangka bibir Dimas menyentuh bibir ranum milik Alexa meraup dengan lembut.
Tubuh Alexa langsung tidak bergerak karena terkejut dengan perlakuan Dimas.
Karena Dimas tidak merasakan pergarakan dari Alexa, itu membuat Dimas semakin mengencarkan aksinya.
Dimas mulai ******* bibir Alexa dengan penuh kelembutan, bahkan Alexa sama sekali tidak menolak ciuman yang di berikan oleh Dimas, Alexa juga tidak tahu kenapa tapi ia merasa ciuman ini membuat tubuh Alexa kaku dan jantung Alexa berdegup begitu kencang ada rasa senang di hati Alexa.
Tanpa sadar tangan Alexa bergelanyut di leher Dimas, Dimas semakin memperdalam ciuman itu Dimas mulai mendorong kepala Alexa agar ciuman mereka tidak terlepas.
Dengan satu gigitan mulut Alexa terbuka dan lidah Dimas menelusup masuk kedalam rongga mulut Alexa, Dimas menyusuri setiap deretan gigi Alexa lidah mereka berdua saling beradu.
Ciuman mereka semakin lama semakin panas, Alexa tidak tahu kenapa tubuh dan pikirannya bertolak belakang, pikiran Alexa menolak tapi tubuh Alexa malah menerima setiap serangan yang di berikan oleh Dimas.
Bibir mereka saling beradu Dimas mulai mengangkat tubuh Alexa yang sudah lemas karena ulahnya.
Ciuman mereka tidak terlepas Dimas terus mengendong Alexa dan menjatuhkan tubuh Alexa di atas tempat tidur king size itu.
__ADS_1
Tubuh Dimas sudah di bakar oleh nafsu ia sama sekali sudah tidak bisa mengontrol diri sejak melihat bibir dan mata Alexa itu membuat nafsu Dimas bangkit begitu saja.
Dengan satu tangan yang mengelus rambut Alexa dan satu tangan lagi Dimas gunakan untuk membuka kancing baju piyama milik Alexa.
Alexa terengah-engah kala ciuman itu terlepas mata mereka saling beradu, bibir Alexa bengkak karena ulah Dimas.
Dimas membuka kancing teratas baju piyama Alexa, kancing pertama sudah terbuka selanjutnya Dimas membuka kancing kedua, dan ketiga. Dimas mengecup dan mengigit kecil leher serta bagian atas dada milik Alexa.
Alexa benar-benar sudah ikut terbawa nafsu, ini kali pertama Alexa bisa berhubungan sedekat ini dengan namanya pria, ia tidak menyangka pria yang sudah membangkitkan gairahnya adalah Dimas ornag yang ia benci.
Erengan keluar dari bibir manis Alexa kala Dimas mengigit telinga Alexa dan membisikan sesuatu di samping telinganya itu.
"Kamu milikku dan selamanya akan tetap jadi milikku baby. I love you." Ucap Dimas sambil mengehembuskan nafas panjang di telinga Alexa.
Tubuh Alexa meremang kala nafas Dimas yang terasa hangat menerpa bagian wajah, leher bahkan telinga.
Dimas Kembali melihat bibir Alexa lalu sekali lagi ia ******* bibir itu dengan lembut dan penuh gairah.
Alexa sebenarnya ingin menolak tapi tubuhnya terus berkata lain.
Saat tangan Dimas mulai menyentuh gunung kembar milik Alexa tiba-tiba saja Alexa menahan tangan Dimas.
Dimas menatap mata sayu milik Alexa yang berkaca-kaca entah mengapa Dimas tidak bisa melihat Alexa seperti itu.
Dengan perasaan bersalah Dimas bangkit dari tubuh Alexa ia mengecup sekilas bibir Alexa lalu pergi keluar dari kamar Alexa dengan keadaan berantakan.
Setelah Alexa melihat kepergian Dimas, Alexa langsung merutuki dirinya yang bodoh karena sudah terbawa nafsu ia tak habis pikir kenapa Dimas membawa pengaruh besar terhadap dirinya.
Alexa bangkit dari tidurnya ia berjalan ke arah kamar mandi, dengan keadaan yang berantakan dan kancing baju yang sudah terlepas sehingga memperlihatkan bra yang ia gunakan.
Alexa masuk ke dalam kamar mandi dan mengunci pintu kamar mandi itu, perkataan serta perbuatan Dimas terus berputar-putar di pikiran Alexa.
Ia menatap pantulan dirinya di cermin besar yang terletak di kamar mandinya itu.
Nampak begitu banyak bekas gigitan atau tanda yang telah di buat oleh Dimas pada bagian tubuhnya.
Alexa mengerang frustasi sambil menjambak rambutnya ia mencoba menutup mata untuk menenangkan pikirannya.
__ADS_1