Kisah Cinta Alexa

Kisah Cinta Alexa
Berjalannya Waktu Kehidupan


__ADS_3

Alexa tidak tahu kenapa hatinya terasa menghangat saat berdekatan dengan Dimas, namun Alexa hanya bisa menapikan perasaan dan pikirannya.


1Bulan kemudian.


Hari Senin, jam 07.00


Hari ini Alexa akan memulai homeschoolingnya ia sudah bersiap-siap untuk memulai pelajaran pagi ini.


Bu Dita Maharani adalah guru homeschooling yang di perintah oleh Dimas untuk mengajar Alexa di rumah.


Sedangkan Dimas menyibukan diri untuk bekerja di perusahaan, dan ia akan pulang tepat pada waktunya begitulah keseharian Dimas selama menikah dengan Alexa.


Berjalannya waktu Alexa tidak pernah lagi memikirkan tentang masalah Clarisa si mantan pacar Dimas, karena ia sudah mulai menyadari akan persaannya pada Dimas, Alexa yang awalnya membenci Dimas kini berubah menjadi seorang wanita yang amat begitu mencintai Dimas.


Mungkin hal ini terjadi karena mereka sudah lama bersama dan tinggal di satu atap jadi berjalannya waktu mereka jadi terbiasa dan mulai tumbuh benih-benih cinta di hati Alexa.


Setiap kepulangan Dimas, Alexa sering kali menunggu di depan pintu utama untuk menyambut kepulangan sang suami, Alexa tumbuh menjadi wanita dewasa dengan paras cantik yang samakin mempesona bahkan Dimas tak pernah bosan melihat wajah istri kecilnya itu.


Waktu lambat laun mulai berlalu hari demi hari Alexa terus memfokuskan diri pada pelajaran, Andre dan Devan bahkan sudah tidak ada kabar.


Alexa sempat mendengar kabar bahwa Andre sudah menetap di kota Gingseng, dan Devan sudah di jodohkan oleh seorang wanita yang kebetulan satu kelas dengan Alexa dulu.


Memang kedepannya Alexa tidak tahu akan seperti apa nanti jalan kehidupan semua sudah berubah seiring waktu berlalu bahkan Rendhard juga sudah memiliki kekasih yang begitu cantik dan baik dia berasal dari keluarga bangsawan dan anak tunggal dari keluarga itu.


Alexa turut senang saat mendengar kabar tentang calon istri kakaknya itu.


1 Tahun kemudian_


Akhirnya di tahun ini Alexa sudah lulus dari sekolah menengah atas, Ia sudah mewanti-wanti jika saat tamat sekolah ia akan melanjutkan ke jenjang perkuliahan.


Namun sayangnya Dimas malah melarang Alexa untuk masuk ke universitas, Alexa saat itu tidak bisa di atur dan tetap pada pendiriannya akhirnya Alexa memutuskan untuk pergi diam-diam mendaftarkan diri di universitas Indonesia.


Dimas sangat merah saat mengetahui bahwa istri kecilnya itu sudah pergi secara diam-diam meninggalkan dia seorang diri di luar kota, akhirnya Dimas memutuskan untuk menyusul Alexa ke Indonesia.


Alexa untuk sementara tinggal di sebuah kontrakan kecil yang menurutnya sangat pas dan dekat dengan jarak antara sekolah dan kontrakannya itu, tidak memakan banyak biaya karena ia hanya tinggal sendiri di sana.


Sementara Dimas sibuk mencari keberadaan Alexa ia sudah menyusuri semua bagian kota dan akhirnya ia sampai pada tujuan tempat dimana Alexa tinggal, Dimas membawa koper yang cukup besar dan mulai melangkahkan kakinya masuk ke dalam kontrakan kecil itu.


Saat memasuki kontrakan itu Dimas hanya melihat keadaan yang sepi tidak ada tanda-tanda adanya sang istri.


Dimas mengambil keputusan mungkin sang istri sedang berkuliah jadi belum pulang saat ini.

__ADS_1


Dimas mendaratkan bokongnya di atas kursi sofa yang berukuran mini di sudut ruangan karena kontrakan itu begitu kecil dan Dimas sungguh tidak terbiasa maka ia begitu merasa panas saat berada di dalam kontrakan itu.


Dimas melirik ke arah sekitar rumah akhirnya ia menemukan kipas angin dan menyalakan kipas itu.


"Syukurlah hawanya sedikit dingin, aku rasanya ingin muntah saat pertama kali masuk ke dalam kontrakan ini, bagaimana bisa istriku memilih tempat tinggal yang seperti ini, saat dia pulang nanti aku akan langsung membawanya ke hotel terdekat." Gumam Dimas.


Dimas yang sudah lama menunggu kepulangan sang istri akhirnya tanpa sadar tertidur di sofa itu dengan pulas.


Alexa sudah selesai mengikuti jam pelajaran kini akhirnya Alexa dapat kembali ke kontrakan di perjalanan Alexa terus memikirkan keadaan Dimas sampai tidak menyadari jika ada motor di depannya yang mengarah secara berlawanan dan hampir menabrak Alexa.


"Kamu tidak papa?" Tanya Seorang pria kepada Alexa.


Alexa tersadar dari lamunannya lalu menatap wajah pria yang sedang berdiri tepat di sampingnya itu.


"Terimakasih aku tidak papa." Jawab Alexa seraya tersenyum.


"Lain kali jangan melamun saat sedang berjalan untung saja aku menarikmu kepinggir kalau tidak kamu mungkin sudah terserempet." Ucap pria itu.


"Ya sekali lagi terimakasih kalau boleh tahu siapa nama mu?" Tanya Alexa.


"Perkenalkan aku Bimo kita satu universitas kebetulan aku kelas seni dekat di samping kelasmu." Ucap Bimo.


"Tunggu." Ucap Bimo sambil menahan tangan Alexa.


"Iya ada apa?" Tanya Alexa dengan penuh tanda tanya.


"Siapa namamu?" Tanya Dimas.


"Aku Alexa, sudah dulu ya aku pergi dulu." Ucap Alexa sambil melambaikan tangannya dan berlari meninggalkan Bimo.


Bimo tersenyum sambil menatap punggung Alexa yang sudah menjauh dari pandangannya.


Alexa berjalan terseok-seok karena merasa letih, ia melirik jam tangannya lalu Alexa menghela nafas panjang.


"Sudah sore aku baru pulang dan belum membuat makan malam." Gumam Alexa sambil mengusap peluh yang bercucuran di keningnya itu.


Alexa tidak sadar jika pintu kontrakan sudah terbuka ia malah masuk begitu saja tanpa menyadari bahwa Dimas sedang tertidur di sofa.


Alexa terus berjalan melewati Dimas dan masuk ke dalam kamar untuk mengganti pakaiannya itu.


Dimas mengucek matanya saat menyadari jika ia sudah lama tertidur di atas sofa yang berukuran mini ini, ia merenggangkan tubuhnya yang terasa sakit dan pegal.

__ADS_1


Dimas bangkit dari duduknya lalu melihat ke arah luar rumah bahkan matahari sudah terbenam.


"Kemana Alexa kenapa sudah hampir malam begini ia belum juga pulang." Gumam Dimas khawatir.


Alexa yang sudah selesai mandi dan Menganti pakaiannya itu langsung keluar kamar untuk memasak sesuatu.


Alexa berjingkrak kaget saat mengetahui ada seorang pria yang masuk ke dalam rumahnya itu dengan cekatan Alexa mengambil sapu dan mendekat ke arah Dimas Yang sedang berdiri membelakanginya itu.


Bughh... bughh...


"Keluar kamu pencuri, siapa yang mengizinkan kamu masuk ke dalam rumahku." Teriak Alexa sambil terus memukul-mukul tubuh Dimas.


"Aduh sakit... sialan kenapa aku di pukul ada apa ini." teriak Dimas sambil melindungi bagian kepalanya.


Alexa yang mendengar suara Dimas langsung dengan cepat mengehentikan serangannya itu.


"Dimas." Panggil Alexa.


Dimas membalikan tubuhnya dan menatap ke arah Alexa.


"Alexa, kamu kenapa memukul ku sakit tahu." Ucap Dimas sambil mengusap-usap punggungnya.


"Maafkan aku, aku pikir kamu pencuri kenapa juga kamu diam-diam datang kesini dan sejak kapan kamu berada di sini?" Tanya Alexa.


"Apa kamu buta? aku sudah dari siang berada di dalam rumahmu ini, aku mencarimu kemana-mana dan menunggu mu di sofa yang kecil ini sampai-sampai tubuhku terasa akan hancur dan sekarang kamu malah memukulku." Ucap Dimas.


"Maaf aku sudah bilang kan kalau aku tidak sengaja, aku pikir kamu pencuri sudah... sudah coba sini aku lihat bagian punggung mu." Ucap Alexa.


Dimas berjalan mendekat ke arah Alexa, Alexa mengusap punggung Dimas dengan lembut.


"Apa masih sakit? kalau masih sakit biar aku ambilkan obat dulu." Ucap Alexa.


Saat Alexa hendak berjalan meninggalkan Dimas, dengan cekatan Dimas menarik tangan Alexa.


"Ada apa?" Tanya Alexa.


Dimas menjitak kepala Alexa hingga membuat Alexa meringis kesakitan.


"Aduh ada apa kenapa kamu menjitak kepala ku." Ucap Alexa sambil meringis kesakitan.


"Ini hukuman karena kamu sudah ninggalin aku dan pergi diam-diam tanpa memberitahu ku." Ucap Dimas.

__ADS_1


__ADS_2