Kisah Cinta Alexa

Kisah Cinta Alexa
Rumah baru untuk istriku


__ADS_3

Mereka berdua berhenti tepat di depan ruang kelas seni Alexa dan Bimo melambaikan tangan sebagai salam perpisahan.


"Bay aku ke kelas dulu." Ucap Alexa.


"Bay juga jam istirahat makan bareng yuk." Ajak Bimo.


"Lihat nanti saja lah." Jawab Alexa.


"Oke baiklah." Ucap Bimo pasrah.


Alexa pun berjalan meninggalkan Bimo yang masih setia memandang punggung Alexa yang sudah berjalan masuk ke kelas.


"Wanita yang cantik." Gumam Bimo lalu melengos masuk ke dalam kelas.


Alexa mendaratkan bokongnya di atas kursi suara hiruk pikuk langsung terdengar di indera pendengaran Alexa.


Kebiasaan jika dosen yang mengajar belum juga masuk kelas maka mahasiswa dan mahasiswi berkumpul menjadi satu dan saling beradu mulut masalah pelajaran yang mereka tidak bisa selesaikan.


Untung saja Alexa seorang mahasiswi yang cerdas di kelas ekonomi sehingga Alexa tidak perlu lagi berunding tentang masalah pelajaran seperti teman-teman yang lain.


Brakk....


Gebrakan meja mengalihkan pandangan Alexa dari kumpulan mahasiswa dan mahasiswi itu.


"Uhh.. Fanesa kamu ini suka sekali mengejutkan aku." Ucap Alexa kesal.


Keretttt...


Kursi besi di tarik kuat oleh Fanesa dan ia menghadapkan kursi itu tepat ke arah Alexa.


"Sorry... sorry... kamu taulah kalau aku kaya gimana." Jawab Fanesa dengan tampang tak bersalahnya.


Alexa memutar bola matanya merasa jengah dengan jawaban temannya itu.


"Oh iya Lex, gimana malam pertama kamu?" Tanya Fanesa antusias sambil mendekatkan wajahnya ke arah wajah Alexa.


"Ishhh apaan sih." Ucap Alexa kesal lalu mendorong wajah Fanesa.


"Ayolah kasih tahu aku kita kan sahabatan." Ucap Fanesa memelas.


"Fanesa ini privasi mana ada malam pertama di umbar-umbar gitu." Gerutu Alexa sambil memanyunkan bibirnya.


"Kenapa tidak, bukannya aku sudah bilang kalau aku itu begitu menjaga privasi orang lain." Jawab Fanesa tak mau kalah.


"Oke, lancar banget dan suami aku seneng kamu puas dengernya." Ucap Alexa dengan suara yang begitu kecil dan nada bicara yang terdengar kesal.


"Ahhh benarkah syukurlah kalau begitu, lalu apa kamu sudah meminum pil pencegah kehamilan?" Tanya Fanesa.


Alexa membeku saat mendengar pertanyaan Fenesa.


"Astaga Nes, aku lupa beli sepulang dari kampus aku lupa untuk mampir ke apotek lalu bagaimana sekarang?" Tanya Alexa gelisah.


Fanesa menepuk pelan pundak Alexa.


"Masalah gampang Lex, aku punya pilnya kok." Ucap Fanesa.

__ADS_1


Alexa mengarahkan pandangannya ke arah botol kecil berwarna putih yang di pegang oleh Fanesa.


"Dimana kamu mendapatkannya?" Tanya Alexa penasaran.


"Hmm tentu saja aku membelinya dari apotek, aku tahu kamu pasti lupa akan hal ini namun untungnya aku berinisiatif membelikan pil ini untukmu." Ucap Fanesa seraya tersenyum lebar.


"Kamu memang sahabat terbaik, makasih ya." Ucap Alexa senang.


"Etsss tapi teraktir aku makan ya." Ucap Fanesa.


"Aishh... dasar ada maunya." Jawab Alexa sambil menatap kesal ke arah Fanesa.


"Canda kok canda, gitu aja marah." Ucap Fanesa seraya terkekeh.


Fanesa menyodorkan pil itu ke arah Alexa dengan senang hati Alexa menerima pil pencegah kehamilan itu.


"Sekali lagi makasih ya." Ucap Alexa.


"Iya santai aja kalau sama aku." Jawab Fanesa.


Kontrakan Alexa...


Dimas sedang mengemasi barang-barang milik Alexa, Dimas hari ini memutuskan untuk memindahkan barang-barang milik Alexa ke rumah baru yang kebetulan berdekatan dengan kampus sang istri.


"Aishh akhirnya selesai juga." Ucap Dimas sambil mengusap peluhnya yang keluar dari pelipisnya itu.


Dimas bangkit dari duduknya lalu menyeret koper yang begitu besar keluar dari dalam kamar Alexa.


"Pak tolong angkut barang-barang ini ya saya ingin ke showroom mobil dulu." Ucap Dimas.


"Baik pak." Jawab bapak tukang angkut barang tersebut.


Dimas melangkah keluar dari dalam rumah kontrakan milik Alexa lalu ia memberhentikan taksi untuk mengantarnya ke showroom mobil.


Dimas masuk kedalam taksi lalu taksi tersebut melaju meninggalkan kontrakan milik Alexa.


Beberapa menit kemudian Dimas akhirnya sampai di showroom mobil, dengan cepat Dimas menyodorkan uang pecahan 50 ribu ke arah sang supir taksi tersebut.


"Ini pak bayarannya." Ucap Dimas sambil menyodorkan uang ke arah sang supir.


"Terimakasih pak." Jawab Sang supir ramah.


Dimas keluar dari dalam taksi lalu melangkah masuk kedalam gedung yang besar itu.


"Selamat siang tuan ada yang bisa saya bantu? disini ada potongan harga untuk mobil Lamborghini keluaran terbaru." Ucap Sales tersebut.


"Aku ingin bertemu bos kalian." Ucap Dimas.


"Mari saya antarkan ke ruangan bos." Ucap sales tersebut.


Dimas berjalan bersama menuju ke arah ruangan bos pemilik Showroom mobil itu


Tokkk.... tok... tokk..


"Permisi bos ada yang ingin mencari anda." Ucap ramah sales tersebut.

__ADS_1


"Suruh masuk saja." Jawab bos pemilik Showroom.


"Silahkan masuk pak, bos saya sudah mempersilahkan anda masuk." Ucap sales tersebut.


Dimas hanya menganggukan kepalanya lalu berjalan masuk kedalam ruangan bos pemilik Showroom itu.


"Ekhmm.." Dimas berdehem kala memasuki ruangan tersebut.


Regar pemilik Showroom itu langsung mendongakan kepalanya menatap Dimas yang sedang berdiri tepat di depannya itu.


"Oh hai, apa kabar bro." Ucap Regar lalu bangkit dari duduknya dan berjalan ke arah Dimas.


Regar menjabat tangan Dimas dengan ramah.


Begitu juga dengan Dimas menerima jabatan tangan dari rekan jauhnya itu.


"Baik, nggak nyangka usaha lo udah berkembang pesat banget." Ucap Dimas.


"Ya gitu lah gue juga nggak nyangka usaha gue jadi sebesar ini." Jawab Regar seraya tersenyum.


"Dimana Kirana?" Tanya Dimas.


"Istriku gue udah lama di panggil tuhan." Jawab Regar.


"Maaf gue nggak tahu kalau istri Lo udah di panggil, gue turut berduka bro." Ucap Dimas.


"Iya nggak masalah, oh iya ayo silahkan duduk." Ucap Regar mempersilahkan Dimas duduk.


Dimas berjalan bersama menuju ke arah sofa lalu mendaratkan bokongnya di atas kursi empuk itu.


"Bro ada urusan apa kenapa tiba-tiba Lo berkunjung kemari?" Tanya Regar.


"Gue mau beli mobil, biasalah baru pindahan dan gue belum sempat bawa mobil gue dari rumah lama." Ucap Dimas.


"Wah enak ya jadi Lo, terus gimana sama rumah Lo yang di Paris?" Tanya Regar.


"Masih sesekali gue pasti tengok ke sana." Jawab Dimas.


"Gini nih kalau udah ada istri pasti temenin istri terus jadi lupa sama kerjaan di Paris." Ucap Regar.


"Masalah pekerjaan gampang bisa sesekali gue ke sana." Jawab Dimas.


"Oke, oh iya pengen mobil gimana Lo?" Tanya Regar.


"Tadi gue lihat bentar kayanya gue pengen mobil yang barusan ada potongan harga Lamborghini itu." Ucap Dimas.


"Iya kebetulan banget Lo dateng, nanti gue langsung suruh pegawai gue anter ke tempat Lo." Ucap Regar.


"Nggak perlu gue mau langsung bawa aja." Jawab Dimas.


"Oke gue ambil kunci dan surat-suratnya dulu." Ucap Regar.


Dimas langsung mengeluarkan cek lalu memberikan cek tersebut ke arah Regar.


"Ini cek bayaran mobil itu kalau ada waktu Lo datang kerumah gue dong." Ucap Dimas.

__ADS_1


"Tentu dan ini kunci plus surat-surat lengkapnya." Ucap Regar lalu menyodorkan kunci dan surat-surat itu ke arah Dimas.


Dimas menerima kunci dan surat itu lalu mereka berjabat tangan.


__ADS_2