
Keesokan harinya Alexa berencana untuk menyelidiki orang yang bernama Clarisa dengan langkah kakinya, ia berjalan menghampiri Dimas yang sedang duduk rapi di ruang makan.
"Dimas, aku mau bicara." Ucap Alexa
Dimas menoleh ke arah Alexa yang sedang berdiri tepat di sampingnya.
"Ada apa? bicara saja." Ucap Dimas dingin
"Oke, aku mau buat perjanjian sama kamu."
Dimas yang mendengar ucapan Alexa hanya bisa tersenyum sinis.
"Perjanjian? Untuk apa?" Ucap Dimas santai
"Aku mau menuruti semua kemauan kamu, aku akan menerima perjodohan dan pertungan kita tapi asalkan kamu kasih aku keluar dari rumah kamu ini."
Dimas yang mendengar itu langsung mengepalkan tangannya, ia sangat tidak suka jika Alexa pergi meninggalkan dia.
"Dasar wanita bodoh, kamu pikir aku bisa di ajak berkompromi." Ucap Dimas
"Terserah kau saja, jika kau tidak setuju dengan ucapan ku tadi aku tidak masalah." Ucap Alexa kesal
Dimas menghembuskan nafasnya.
"Aku tidak setuju jika kamu keluar dari rumahku, kamu adalah tunganku dan akan menjadi calon istriku, kamu akan tetap tinggal di rumah ini dan aku akan kasih kamu kebebasan seperti bersekolah, jalan-jalan keluar." Ucap Dimas
"Oke aku setuju, aku pegang ucapan mu." Ucap Alexa
Dimas tersenyum miring saat mendengar persetujuan dari Alexa.
"Oke kalau sudah tidak ada yang di bicarakan lagi, aku ingin pergi ke kantor dulu, ingat kamu boleh jalan-jalan tapi harus pulang tepat jam 07.00 malam mengerti, terus hubungi aku jika kamu sudah berada di luar rumah."
"Apa? apa kamu gila tidak mungkin aku akan melakukan itu."
"Kalau kau tidak mau aku juga tidak masalah toh itu terserah padamu." Ucap Dimas
"Uhh, aku harus mengalah dulu lebih baik aku turuti apa yang dia katakan, lihat saja nanti saat aku sudah menemukan Clarisa, aku akan membawa dia ke rumah ini dan membuat wanita itu kembali ke tangan Dimas setelah itu aku bisa bebas deh dari rumah ini dan Dimas pasti tidak akan mencari ku lagi." Batin Alexa
__ADS_1
"Bagiamana apa kau setuju?" Ucap Dimas Kembali
"Ehmmm.. iya aku setuju."
"Ingat kau adalah calon istriku, jangan pernah bertindak gegabah jika kamu tidak ingin melihat keluargamu menderita." Ancam Dimas
"Kenapa dengan keluarga ku, mereka tidak mempunyai masalah dengan mu tapi kenapa kamu malah bertindak di luar batas." Ucap Alexa marah
"Itu sifat asliku Alexa, dan kamu harus menerima kekurangan calon suamimu ini."
"Dia terlalu pemaksa, arogan, dia benar-benar iblis dia sengaja menculik ku dan membawaku ke rumahnya ini agar aku tidak bisa berbuat apa-apa dan terjebak dalam rencananya. Di rumah ini penjagaannya terlalu ketat, jika aku berusaha kabur pasti aku akan kembali lagi ke hadapan Dimas, sebenarnya Dimas ini mempunyai latar belakang keluarga seperti apa sih, aku merasa dia adalah orang yang di takuti di dunia Bisnis." Batin Alexa
Dimas mentap tajam ke arah Alexa, karena dari tadi Alexa hanya memasang wajah datar dan Dimas sama sekali tidak bisa menebak apa yang ada di pikiran Alexa sekarang.
"Alexa, aku pergi ke kantor dulu ingat apa yang aku ucapakan tadi, dan jaga dirimu baik-baik." Ucap Dimas
Setelah berbicara seperti itu Dimas langsung melenggang pergi meninggalkan Alexa seorang diri, Dimas berjalan menuju ke arah mobilnya.
Supir pribadi Dimas pun sudah menunggu Dimas di samping mobil. Untuk membukakan pintu buat tuan mudanya itu.
"Ya." Jawab Dimas dingin dan tegas
Setelah dimas masuk ke dalam mobil, sang supir pun bergegas ikut masuk ke dalam mobil dan duduk di bagian depan kemudi.
Mobil pun melaju keluar halaman apartemen Dimas.
Sedangkan Alexa masih saja diam di ruang makan sambil termenung memikirkan ucapan Dimas tadi.
"Bagaimana cara aku untuk mencari keberadaan Clarisa sedangkan aku tidak tau seperti apa wajah Clarisa itu, lalu jika aku benar-benar menikah dengan Dimas bagaimana nanti nasib ku, aku terlalu bodoh kenapa juga aku terlalu cepat mengajukan perjanjian itu, jika aku meminta perjanjian itu di batalkan pasti Dimas tidak akan mau, uhh.. dasar Alexa kamu begitu bodoh tidak pernah berpikir dulu sebelum bertindak." Gumam Alexa seraya memukul kepalanya.
"Jalan satu-satunya aku harus cepat-cepat mencari keberadaan Clarisa bagaimanapun caranya dan aku butuh bantuan kak Rendhard, hanya dia yang bisa membantuku." Tekad Alexa
Alexa berjalan ke arah kamar Dimas, kamar yang ia tempati tadi. Setelah berada di dalam kamar, Alexa langsung menuju ke arah kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
2 jam kemudian Alexa sudah rapi dengan penampilannya, beruntung saja Dimas sudah menyiapkan pakaian wanita di lemarinya.
Alexa tidak terlalu perduli dengan pakaian yang ia pakai sekarang, di pikiran Alexa saat ini adalah mungkin baju-baju wanita yang ia pakai ini adalah baju milik Clarisa dulu.
__ADS_1
Alexa bergegas turun ke bawah, saat sampai di halaman Alexa baru ingat jika hpnya masih tertinggal di kamar hotelnya itu.
"Astaga aku lupa hp ku masih tertinggal di hotel, ini semua gara-gara Dimas sekarang aku juga tidak punya ongkos untuk pergi ke hotel, apa aku harus berjalan kaki ya." Gumam Alexa
Alexa menengok ke kanan, ke kiri sekarang ia benar-benar tidak punya pilihan selain berjalan kaki menuju hotel.
"Tuhan apa aku harus berjalan kaki, bayangkan saja jarak apartemen milik Dimas dan hotel itu begitu jauh aku tidak sanggup untuk berjalan." Gumam Alexa
Tiba-tiba saja seorang pria tua mengahampiri Alexa, pria itu tidak lain orang suruhan Dimas.
Dimas sudah tahu jika Alexa pasti akan membutuhkan kendaraan untuk pergi berjalan-jalan, jadi Dimas memerintah orang suruhannya untuk mengantar mobil kepada Alexa.
"Permisi nona, tuan muda memerintah saya untuk memberikan kunci mobil ini kepada nona dan tuan juga memberitahu saya jika mobil ini sudah di beli atas nama nona jadi mobil ini milik nona." Ucap pria tua itu ramah
"Tidak aku tidak butuh mobil." Ucap Alexa ketus
"Mohon maaf nona, nona tidak bisa menolak jika nona menolak maka tuan muda akan marah besar saya akan di pecat olehnya, jadi saya mohon ambilah kunci mobil ini nona." Ucap pria tua itu sambil menyodorkan kunci mobil kepada Alexa
Alexa mengehela nafas berat, jika ia menolak pasti pria yang ada di depannya ini akan di pecat ia tidak ingin melihat orang lain di pecat hanya karena dirinya.
"Baiklah aku akan menerimanya, aku menerima ini hanya karena kasihan melihat mu." Ucap Alexa sambil menerima kunci mobil itu.
"Terimakasih nona, nona sangat baik." Ucap pria tua itu sambil membungkuk badan
"Iya, sekarang mana mobilnya?" Ucap Alexa
"Mari saya antar nona, mobilnya sudah saya taruh di garasi."
"Kamu tidak perlu mengantarku, kamu lanjutkan saja pekerjaan mu yang tertunda, aku akan mencari mobil itu sendiri."
"Baiklah nona, trimaksih sekali lagi nona."
"Iya sama-sama." Ucap Alexa
Alexa langsung berjalan meninggalkan pria tua itu, pria tua itu tersenyum melihat punggung nona mudanya yang sudah menjauh dari arah pandangannya.
"Tuan muda memang tidak salah memilih wanita, wanita itu sungguh baik hatinya aku doakan semoga mereka cepat-cepat menjadi suami istri dan membentuk keluarga yang bahagia." Ucap pria tua itu lalu membalikan tubuhnya dan berjalan pergi.
__ADS_1