Kisah Cinta Alexa

Kisah Cinta Alexa
Istri kecilku


__ADS_3

Alexa merenggut kesal karena tidak suka dengan kelakuan Dimas, Dimas menahan senyum saat melihat raut wajah istri kecilnya itu.


"Sayang masa gitu aja marah." Goda Dimas sambil menyentuh pundak Alexa.


"Apaan sih..." Teriak Alexa kesal.


Dimas menggaruk kepalanya kerena merasa bersalah kepada Alexa, seharusnya ia tidak melakukan hal yang menyebabkan istri kecilnya itu kesal.


"Sayang maafkan aku, aku tadi hanya sedikit kesal karena kamu meninggalkan aku dan pergi diam-diam ke Indonesia." Ucap Dimas.


"Aku capek Dim, sekarang tolong beri aku waktu untuk sendiri, kamu beristirahatlah di kamar, aku akan memasak sebentar di dapur." Ucap Alexa.


Dimas menghembuskan nafas ia hanya bisa mengalah karena ia tahu jika istri kecilnya itu sedang letih.


"Baiklah aku akan pergi ke kamar." Ucap Dimas pelan.


Dimas melangkahkan kakinya berjalan meninggalkan Alexa seorang diri.


Alexa menutup matanya mencoba meneteralisir rasa letih dan penat pada dirinya.


Setelah merasa tenang Alexa mulai melakukan aktivitas memasaknya di dapur.


Dimas mondar-mandir saat sudah berada di dalam kamar Alexa, ia bingung bagaimana caranya membuat sang istri tidak marah lagi.


"Apa yang harus aku lakukan agar Alexa berhenti marah, sekarang Alexa begitu sensitif padahal aku hanya menjentikan jari-jari ku di keningnya namun ia langsung marah kepada ku, aku harus bersabar menghadapi istri kecilku itu." Gumam Dimas.


Dimas merogoh kantung celananya lalu membuka Mbah Google.


"Ok Google bagaimana caranya agar istri tidak marah lagi." Ucap Dimas pada asisten Google.


Klik.....


Berikanlah kesan yang mendalam untuk istri anda, buat dia menjadi ratu hari ini berikanlah dia sebuah hadiah yang dapat mengembalikan moodnya.


"Apa-apaan google ini, aku mana tahu hadiah apa yang akan ku berikan pada istri kecilku itu." Batin Dimas.


Dimas menaruh kembali hpnya itu kedalam kantung celana.


"Aku tidak bisa berpikir jernih, istriku sudah marah lalu apa yang harus aku lakukan." Gumam Dimas.


Dimas berjalan ke arah jendela, ia membuka tirai gorden jendela itu lalu mengeluarkan sedikit kepalanya untuk menengok ke arah sekitar halaman kontrakan.


Mata Dimas langsung tertuju pada bunga-bunga mawar yang tumbuh di belakang halaman.


"Bagus sekarang aku punya ide." Gumam Dimas seraya tersenyum penuh arti.


Dimas menaiki jendela kamar itu lalu ia melompat turun.


Bughh...

__ADS_1


Suara lompatan yang di timbulkan oleh kaki Dimas. Dimas meringis kesakitan saat telapak kakinya terkena batu kecil.


"Ashhh... aduh sakit sekali kenapa banyak kerikil di sini." Gumam Dimas sambil menatap kerikil-kerikil kecil itu.


Dimas kembali melanjutkan aksinya ia berjalan mendekat ke arah bunga-bunga mawar itu lalu ia memetik beberapa tangkai bunga mawar merah dan menatanya dengan begitu cantik lalu mengikat tangkainya itu dengan tali.


"Cantik, pasti Alexa menyukai bunga ini." Batin Dimas.


Dimas buru-buru berlari menuju ke arah pintu utama untuk menemui Alexa.


Sesampainya di depan pintu Dimas mulai membuka pintu tersebut dengan penuh hati-hati namun siapa sangka pintu itu malah di kunci dari dalam oleh Alexa.


"Ya ampun pintunya di kunci, bagaimana caraku untuk membuka pintu ini." Batin Dimas, Dimas mencoba membuka lagi pintu itu namun tetap saja pintunya terkunci dan tidak bisa di buka.


"Sial sekali aku ini, padahal aku berniat untuk memberikan surprise kepada istri tercinta ku itu." Gumam Dimas.


Sedangkan Alexa sedang berada di ruang makan sambil tersenyum-senyum sendiri.


"Huh siapa suruh membuatku kesal, hahaha.... sekarang suamiku itu malah melompat keluar jendela, syukur saja aku cepat-cepat mengunci pintu itu hahah..." Ucap Alexa seraya tertawa terbahak-bahak.


Tokkk... tok.... tok...


"Alexa tolong buka pintunya aku kedinginan, di sini banyak sekali nyamuk bahkan aku belum mandi dan makan." Teriak Dimas dari luar pintu rumah.


Alexa hanya terkikik geli mendengar suara Dimas.


"Tunggu beberapa menit lagi suamiku." Gumam Alexa.


Ceklekkk....


Pintu itu di buka lebar oleh Alexa, Dimas yang sedang duduk dan bersandar pada pintu langsung terjembab kebelakang.


"Aduhh..." Ringis Dimas.


Dimas cepat-cepat berdiri sambil mengelus-elus punggungnya itu.


"Kenapa kamu tidak bilang-bilang kalau ingin membuka pintu." Ucap Dimas.


Alexa melipat kedua tangannya di dada lalu menaikan sebelah alisnya menatap ke arah sang suami.


"Aku mana tahu kalau kamu sedang bersandar di pintu." Jawab Alexa.


"Sudah... sudah lupakan tentang ini, sekarang aku ingin bertanya kepada mu." Ucap Dimas sambil mendekat ke arah Alexa.


Alexa tak kalah menantang ia menatap mata Dimas dengan tajam.


"Ada apa?" Tanya Alexa sambil mengerutkan keningnya.


"Kenapa kamu mengunci pintu utama ini?" Tanya Dimas dengan tatapan curiga.

__ADS_1


"Memangnya kenapa? lagi pula kamu kenapa bisa ada di luar rumah bukannya tadi aku menyuruh mu untuk beristirahat di dalam kamar." Ucap Alexa.


"Akhh sudahlah.. aku tidak bisa menang jika berbicara dengan mu, tapi aku keluar dari kamar karena ingin memberikan ini untukmu." Ucap Dimas sambil menyodorkan bunga mawar ke arah Alexa.


Alexa menatap bunga mawar yang begitu cantik dan tertata rapi dengan tali pita yang terbalut di tangkainya.


"Astaga aku sudah begitu jahat pada suamiku." Batin Alexa.


Alexa menerima bunga mawar itu dengan perasaan bersalah.


Dimas merasa sedikit kesal dengan sikap istri kecilnya itu, dengan rasa kesal Dimas berjalan masuk melewati Alexa yang masih berdiri dan memegang bunga mawar merah itu.


Baru beberapa langkah tiba-tiba saja Alexa berlari mengejar Dimas dan langsung memeluk erat tubuh Dimas dari belakang.


Dimas tertegun dan menghentikan langkahnya saat merasakan pelukan yang begitu hangat dari istri kecilnya itu.


"Maaf... hikss... hiks... aku salah tolong maafkan aku..." Ucap Alexa lirih sambil menangis terisak-isak di punggung Dimas.


Dimas menghela nafas ia juga bersalah di sini karena sudah membuat istri kecilnya itu marah Dimas melepaskan pelukan Alexa lalu ia membalikan tubuhnya mengahadap sang istri yang sedang menangis bahkan Alexa begitu imut dengan hidung yang memerah karena menangis.


"Sudah jangan menangis lagi, aku sudah memaafkan mu." Ucap Dimas lembut sambil menghapus air mata Alexa.


Alexa sesenggukan lalu kembali memeluk tubuh sang suami.


"Aku tadi begitu sensitif terhadap mu, maafkan aku ya karena sifatku masih saja seperti anak-anak bahkan aku... aku cepat terbawa emosi hanya karena masalah sepele, aku begitu karena tamu bulanan ku datang jadi aku merasa sedikit sensitif dan kesal dengan perlakuan mu tadi."


Dimas mencerana semua ucapan istrinya itu.


"Jadi istriku ini sedang datang bulan, pantas saja ia marah-marah denganku bodohnya aku bahkan tidak menyadari hal itu." Batin Dimas.


Dimas mengusap kepala Alexa lalu mengecup kening Alexa dengan sayang.


"Sudahlah lupakan jangan menangis lagi, aku yang terlalu bodoh karena tidak menyadari jika kamu sedang datang bulan." Ucap Dimas.


Dimas melepaskan pelukannya itu lalu menangkup wajah mungil sang istri.


Cuppp...


Satu kecupan mendarat pada bibir ranum Alexa.


Alexa melotot karena Dimas sudah mencuri ciuman darinya.


"Kamu... kamu... ishhh.... kenapa mencium ku tiba-tiba." Teriak Alexa dengan pipi yang begitu merona.


Dimas terkekeh geli melihat tingkah Alexa yang malu-malu.


"Hahah kamu begitu menggemaskan, kenapa juga harus marah gitu kita kan sudah menjadi suami istri yang sah." Ucap Dimas sambil mengoda Alexa dengan kecupan-kecupan kecil di pipi Alexa.


Alexa merasa malu dengan perlakuan Dimas, dengan cepat Alexa mendorong tubuh Dimas menjauh.

__ADS_1


"Welekk... dasar pria tua mesum." Ledek Alexa sambil menjulurkan lidah ke arah Dimas lalu dengan cepat Alexa berlari meninggalkan Dimas.


Dimas yang melihat itu hanya bisa tersenyum lalu berlari mengejar istri kecilnya itu.


__ADS_2