Kisah Cinta Alexa

Kisah Cinta Alexa
Rencana Dimas


__ADS_3

Setelah selesai berbincang-bincang dengan Devan Alexa langsung memutusakan untuk pulang, karena jam sudah menunjukan pukul 07.00.


"Dev, aku pamit pulang dulu ya aku takut ntar pulangnya ke malaman." Ucap Alexa seraya bangkit dari kursinya.


"Ya sudah, kau pulang naik apa?" Ucap Devan sambil bangun dari tidurnya.


"Ah.., nanti aku naik taxi aja."


"Oh ya sudah hati-hati ya Alexa." Ucap Devan seraya tersenyum manis


"Oh pasti Dev, titip salam juga ya buat kakakmu dan kedua keponakan mu." Ucap Alexa


"Tentu saja, Pasti akan ku sampaikan."


" Ya sudah bay Dev." Ucap Alexa sambil melambaikan tangannya ke arah devan


Devan yang melihat itu, ikut membalas lambaian tangan dari Alexa.


Alexa keluar dari kamar Devan dan berjalan menuju ke arah pintu keluar gedung rumah sakit.


Sesampainya di area luar Alexa langsung menaiki taxi yang sudah ia pesan tadi.


Taxi itu pun berjalan meninggalkan area rumah sakit.


1 Jam kemudian taxi itu berhenti tepat di area parkiran hotel query.Alexa lalu membayar ongkos taxi dan keluar dari taxi itu.


Alexa berjalan masuk ke dalam hotel dan berjalan menuju arah kamarnya.


Tidak di sangka ada seseorang yang mengikuti Alexa dari belakang,


Alexa sama sekali tidak menyadari bahwa ada seseorang mengikuti dia dari tadi.


Seseorang itu adalah Aldo, orang yang di tugaskan Dimas untuk memata-matai Alexa.


Aldo bersembunyi di balik tembok samping kamar Alexa.Ia mengendap-endap mengambil foto Alexa secara diam-diam.


Lalu ia mengirimkan foto itu ke Dimas, setelah itu Aldo berjalan pergi keluar dari hotel itu.


Di lain tempat, Doni berjalan tergesa-gesa masuk ke dalam ruangan dimas.


"Tok....Tok...Tok.., "


"Masuk saja." Ucap Dimas dari dalam ruangan


Doni langsung masuk ke dalam ruangan Dimas sambil menenteng beberapa lembar kertas yang berisi tentang informasi Alexa.


"Permisi tuan, ini informasi yang tuan inginkan." Ucap Doni

__ADS_1


"Saya kan menyuruhmu untuk membawa Alexa kesini, bukannya mencari informasi yang tidak jelas seperti ini." Ucap Dimas membentak


"Maaf tuan, menurut saya apa tuan tidak cepat mengambil keputusan lebih baik tuan bermain santai, jika nona Alexa tau kalau saya akan menculik dia nona Alexa pasti akan pergi meninggalkan kota ini tuan." Ucap Doni sambil menundukkan kepalanya


"Oke kau benar juga." Ucap dimas sambil menatap ke arah lembaran-lembaran kertas itu.


"Tuan, bolehkan saya memberi solusi." Ucap Doni


"Tentu saja." Ucap Dimas santai


"Lebih baik tuan yang langsung mencari nona Alexa, jika saya yang melakukan itu nona Alexa tidak akan mau ikut, lebih baik tuan berkata jika orang tua dari nona Alexa sedang mencarinya pasti nona Alexa akan mau ikut dengan tuan."


"Kau benar, idemu boleh juga aku akan menjebak alexa, lihat saja kau alexa aku akan segera membawa mu kehadapan ku." Ucap Dimas sambil tersenyum licik


"Ya sudah tuan, kalau begitu saya permisi dulu." Ucap Doni sambil membungkuk hormat


"Ya.., keluar sana terimakasih informasinya." Ucap Dimas tegas


"Iya tuan sama-sama." Ucap Doni


Doni lalu berjalan keluar dari ruangan Dimas, kini Dimas hanya sendiri di dalam ruangan itu.


Dimas menyeringai melihat sambil membaca isi dari lembaran-lembaran kertas itu.


"Ternyata kau bersembunyi di hotel query ya, tentu saja aku sangat mudah untuk mencarimu dasar wanita bodoh, kau tidak tau saja kalau hotel itu milikku." Ucap Dimas sambil menyeringai


Drttt...drtt..


Ia melihat pesan yang berasal dari aldo, lalu ia membuka pesan yang berisi foto-foto Alexa.


Dari foto Alexa yang berada di rumah sakit, foto Alexa yang sedang berbincang dan tertawa bersama pria yang ia pukul kemarin, bahkan foto Alexa yang berada di hotel query.


Dimas yang melihat foto-foto itu hanya tersenyum licik.


"Kau fikir, kau bisa lari dengan mudah dasar wanita bodoh, setelah aku mendapatkan mu kau tidak akan aku lepasakan." Ucap Dimas tersenyum puas.


"Aku sudah tidak sabar akan reaksi wanita itu saat aku menculiknya nanti."Gumam Dimas


Dimas menaruh hpnya di atas meja lalu mengambil lembaran-lembaran kertas itu dan menaruhnya di dalam laci meja kerjanya.


******


Sedangkan Alexa, sudah selesai mandi dan memasak makanan untuk makan malamnya, meskipun hanya mie instan tapi Alexa begitu senang dengan makannya itu.


Alexa duduk di kursi sofa sambil membawa semangkok mie, ia menyalakan televisi dan mencari channel kesukaannya yaitu film romantis.


Alexa mulai menyantap mie sambil menonton film kesukaannya itu.

__ADS_1


5 menit kemudian Alexa sudah selesai menghabiskan mie instan itu, ia bangkit dari duduknya dan mematikan televisi di depannya.


Alexa lalu berjalan ke arah dapur untuk mencuci mangkuk mienya itu.


Setelah itu ia menuju ke arah kamarnya untuk tidur.


Alexa merebahkan tubuhnya di atas kasur king size itu.


"Ah.., nyaman sekali." Ucap Alexa sambil berguling-guling di atas kasurnya itu.


"Aku besok sekolah lagi, tapi aku tidak ingin sekolah dulu aku takut nanti ayah akan mencariku di sekolahan." Gumam Alexa


"Apa aku berhenti bersekolah di sana ya, aku akan mencari guru homeschooling aja untuk mengajariku, aku bisa mencari uang dengan kerja part time dan menulis novel." Ucap Alexa seraya tersenyum lebar


Alexa langsung mengambil buku tabungannya yang berada di dalam laci, ia membuka buku tabungan itu.


"Sepertinya uang tabungan ini cukup untuk membayar guru homeschooling ku nanti, dan sisanya masih begitu banyak aku bisa menyisihkan uangnya untuk kebutuhan sehari-hari ku." Ucap Alexa


Lalu Alexa menaruh kembali buku tabungannya itu ke dalam laci, dan ia kembali merebahkan tubuhnya dan membungkus tubuhnya menggunakan selimut tebal.


Ia mulai memejamkan matanya untuk memulai tidurnya.


*******


Sedangkan abimanyu dan rendahard bingung ingin mencari Alexa kemana, bahkan rendahard sudah menghubungi nomor Alexa namun nomor adiknya itu mati.


Rendhard serta Abimanyu duduk di kursi sofa sambil berusaha menghubungi Alexa bahkan jam yang sudah menunjukkan pukul 11.00 mereka masih belum tertidur.


Mereka berdua benar-benar cemas dengan keadaan Alexa.


"Ayah aku takut Alexa kenapa-kenapa." Ucap rendhard sambil menatap sang ayah


"Ayah juga takut Alexa kenapa-napa nak."


"Apa kita lapor ke polisi aja ya yah." Ucap rendhard


"Tidak perlu nak ayah sudah menyuruh Dimas untuk mencari keberadaan Alexa."


"Tapi aku begitu cemas yah."


"Sudah lah nak, Dimas pasti akan berusah menemukan Alexa, ayah percaya dengan Dimas."


"Yah aku takut Alexa kenapa-kenapa, aku takut akan terjadi sesuatu kepadanya."


"Tidak mungkin nak Alexa anak yang tangguh dan pemberani ayah percaya itu."


"Iya yah rendhard juga, berpikir seperti itu tapi sekarang Alexa tinggal dimana yah?"

__ADS_1


"Sudah nak, jangan terlalu cemas begitu, Alexa pasti sudah menyewa tempat untuk ia tinggali Alexa tidak mungkin tidak membawa uang." Ucap Abimanyu


Rendahard yang mendengar ucapan sang ayah hanya bisa menghela nafas kasar.


__ADS_2