Kisah Cinta Alexa

Kisah Cinta Alexa
Ungkapan hati Dimas_


__ADS_3

Keesokan harinya


Dimas begitu kesal saat melihat sang istri yang sudah rapi berpakaian dan hendak pergi ke kampus.


"Kenapa cemberut begitu?" Tanya Alexa sambil mengoleskan lipblam pada bibir cantiknya itu.


"Aku kesal kenapa kamu ninggalin aku, sekarang aku menyusul mu kesini eh kamu malah pergi ke kampus aku bosan di sini." Ucap Dimas dengan suara khas bangun tidur.


"Kamu masih saja seperti anak kecil, sudahlah sekarang kamu bangun dan mandi aku akan berangkat ke kampus." Ucap Alexa lalu mendekat ke arah sang suami yang masih terbaring di atas kasur.


"Aku tidak mau, kamu tidak boleh pergi ke kampus." Ucap Dimas.


"Ayolah jangan seperti ini, aku perlu belajar dan meraih impianku, kamu juga sebaiknya kembali ke Paris bagaimana perusahaan mu di sana jika bosnya saja sedang bersantai di sini." Ucap Alexa.


"Aku tidak perduli." Ketus Dimas.


Alexa menepuk keningnya merasa pusing dengan tingkah Dimas.


"Ayolah Dimas kamu sudah dewasa kenapa masih seperti anak-anak sih, yang cocok seperti itu adalah aku." Ucap Alexa sambil menarik tangan Dimas agar terbangun dari tidurnya.


"Terserah aku ingin seperti apa, intinya aku tidak ingin kamu ke kampus, kamu harus ikut aku kembali ke Paris dan juga kontrakan ini begitu kecil aku tidak suka melihat istriku tinggal di rumah sekecil ini." Ucap Dimas.


"Tolong Dimas jangan kekanak-kanakan lagi, sekarang aku sudah hampir telat berangkat ke kampus." Ucap Alexa sambil menarik pergelangan tangan Dimas.


"Oke baiklah aku akan menyetujui kamu pergi ke kampus untuk hari ini tapi beri aku ciuman selamat pagi dan juga pelukan." Ucap Dimas.


Alexa ternganga saat mendengar penuturan Dimas.


"Kamu memang orang yang mesum." Kesal Alexa.


"Bagaimana mau tidak, kalau tidak mau tidak papa aku..." Ucapan Dimas terhenti saat merasakan bibir kenyal dan manis milik Alexa tertempel dan menyatu pada bibirnya itu.


Dimas tertegun dengan ciuman sang istri, Alexa melepaskan ciumannya itu namun Dimas menarik tangan Alexa dan memeluk pinggang Alexa dengan erat.


"Aduh Dimas... ayolah aku sudah hampir telat." Teriak Alexa.


Dimas tidak bersuara ia memperhatikan wajah cantik sang istri yang sedang kesal karena perlakuannya itu.


Dimas kembali mencium bibir Alexa dengan lembut dan penuh cinta setelah itu ia melepaskan ciumannya saat merasakan pukulan yang cukup keras pada bagian dadanya.


"Aduh kasar kamu ini." Ucap Dimas sambil menatap mata sang istri.


"Aku kesal, kamu membuatku kesal pagi-pagi." Teriak Alexa.

__ADS_1


"Aku cuman minta jatah lagi pula aku tidak pernah minta lebih selayaknya suami istri yang lain kenapa kamu marah hanya karena hal ini." Ucap Dimas..


Alexa tertegun mendengar ucapan sang suami ini pertama kalinya Alexa melihat pancaran sedih dan kecewa pada mata sang suami.


"Sudah aku ingin berangkat ke kampus kamu cepatlah mandi, sampai jumpa." Ucap Alexa sambil menyalim tangan Dimas.


Alexa berjalan keluar dari kamar dengan perasaan yang tak menentu, ia jadi kepikiran dengan ucapan sang suami bahkan ucapan Dimas terngiang-ngiang di otak Alexa.


Beberapa menit kemudian Alexa sudah sampai di kampus di setiap jam pelajaran Alexa masih saja tidak fokus dan terus melamun.


Pakkk....


Hentakan pada meja Tasya membuat Tasya langsung terlonjak kaget.


"Tasya kenapa kamu melamun." Ucap Fanesa teman baru Alexa saat di kampus.


"Hmm.. itu aku hanya sedang tidak enak badan." Jawab Alexa bohong.


"Jam pelajaran sudah berakhir mata pelajaran dosen Efa sudah selesai bagaimana jika sekarang kita pergi ke kantin." Ajak Fanesa.


Alexa benar-benar tidak mood untuk pergi kemana-mana apalagi makan. Tapi ia juga tidak mungkin menolak ajakan Fanesa bisa-bisa teman barunya itu akan kecewa.


"Ya sudah ayo." Jawab Alexa.


Sesampainya di kantin Alexa hanya duduk termenung, sedangkan Fanesa asik memilih-milih makanan yang akan ia pesan.


"Alexa kamu mau pesen makanan apa, disini makannya enak-enak semua loh apalagi ada diskon." Ucap Fanesa.


Namun orang yang sedang di ajak bicara oleh Fanesa hanya melamun, Fanesa yang menyadari itu langsung menepuk pundak teman barunya itu.


"Alexa kamu melamun saja dari tadi, aku sedang berbicara kepadamu." Ucap Fanesa.


Alexa tersenyum ke arah Fanesa lalu dengan tampang yang tidak bersalah Alexa malah pura-pura mendengar ucapan Fanesa dan menjawab ucapan Fanesa dengan ngawur.


"Ya aku suka duduk di sini." Jawab Alexa.


Fanesa menepuk keningnya merasa kesal dengan jawaban Alexa.


"Astaga Alexa aku dari tadi berbicara tentang makanan kenapa kamu malah menjawab ngawur." Ucap Fanesa.


"Ahh... maaf aduh aku hari ini benar-benar tidak fit." Ucap Alexa sambil memegang kepalanya.


"Alexa sebenarnya kamu ada masalah apa, aku merasa kamu sehat-sehat saja tapi aku tahu jika kamu menyimpan masalah." Ucap Fanesa.

__ADS_1


"Aku tidak menyimpan masalah." Jawab Alexa.


"Jangan berbohong lagi, aku tahu kamu menyimpan masalah dan tidak berani bercerita kepadaku, ceritakanlah apa masalahmu aku bisa di percaya kok, aku juga sudah menganggap mu sebagai sahabat meskipun kita baru saja bertemu tapi percayalah kepadaku." Ucap Fanesa.


Alexa mengehembusakan nafasnya lalu membalikan tubuhnya menghadap ke arah Fanesa.


"Baiklah aku percaya kepadamu." Ucap Alexa.


"Jadi apa yang sebenarnya terjadi?" Tanya Fanesa.


"Fanesa aku sebenarnya sudah menikah." Ucap Alexa dengan suara yang begitu pelan.


"Apa? aku tidak salah dengar?" Tanya Fanesa.


"Tidak kamu tidak salah dengar kok, aku memang sudah menikah sejak SMA aku di jodohkan oleh ayahku." Ucap Alexa.


"Kenapa kamu menerimanya? apa sekarang kamu tidak bahagia?" Tanya Fanesa.


"Awalnya aku menentang perjodohan ini, namun pada akhirnya aku menerima perjodohan itu dan karena sudah terbiasa tinggal bersama dan saling membutuhkan aku jadi memiliki perasaan kepadanya dan suamiku adalah orang yang baik dan begitu mencintai ku, namun aku bukan istri yang baik karena selama pernikahan aku tidak pernah menyerahkan mahkota ku kepada suamiku, tapi... tapi bukannya aku tidak mau berhubungan layaknya suami istri kepada suamiku itu hanya saja aku belum siap untuk mengandung." Ucap Alexa sedih.


"Kenapa?" Tanya Fanesa.


"Karena aku masih ingin menyelesaikan pendidikanku dan mendapatkan pekerjaan yang bagus, aku ingin membuat orangtuaku bangga." Ucap Alexa.


"Alexa tidak masalah kamu melakukan hubungan itu namun jangan sampai kamu hamil." Ucap Fanesa.


"Maksudmu apa? memangnya bisa?" Tanya Alexa.


"Bisa kok sini aku kasih tahu caranya." Ucap Fanesa lalu membisikan sesuatu kearah telinga Alexa.


Alexa mendengar semua ucapan Fanesa dan mengangguk-anggukan kepalanya tanda ia mengerti dengan apa yang di katakan Fanesa.


"Terimakasih Fanesa kamu memang bisa deh kasih aku ide." Ucap Alexa seraya tersenyum lebar.


"Untuk sahabatku apa yang tidak." Ucap Fanesa sambil memeluk tubuh Alexa dengan erat.


"Sudah... sudah sekarang aku jadi mood lagi nih, bagaimana jika kita memesan makanan." Ucap Alexa.


Fanesa melepaskan pelukannya itu dari Alexa.


"Dari tadi kek, ya udah yuk kamu mau pesen apa?" Tanya Fanesa.


Mereka berdua pun akhirnya asik memilih makanan untuk makan siang mereka di kampus.

__ADS_1


__ADS_2