Kisah Cinta Alexa

Kisah Cinta Alexa
Kecemasan Alexa


__ADS_3

Setelah mengirim pesan singkat itu kepada Alexa, Dimas pun mulai melanjutkan langkahnya menuju ke arah pesawat yang sebentar lagi akan lepas landas.


Sebelum memasuki pesawat tersebut Dimas menyempatkan diri untuk menegok ke belakang, ia sebenarnya berat meninggalkan Alexa sendiri tapi hatinya terlalu sakit saat mengigat kejadian pagi itu.


Dimas mengehela nafas, lalu melanjutkan langkahnya berjalan masuk ke dalam pesawat.


Alexa sudah selesai makan, dengan cepat Alexa bangkit dari duduknya namun saat hendak berdiri tangan Alexa tak sengaja menyentuh kuah bakso seorang pelayan.


"Awhhh..... aduh panasnya." Teriak Alexa sambil mengusap-usap bagian baju yang tepat berada di perutnya.


Bimo langsung bergegas bangkit mencoba membantu Alexa.


Dengan cepat Bimo mengambil tissue lalu membantu Alexa mengelap bekas kuah bakso yang sudah membasahi baju Alexa.


"Astaga Alexa kenapa kamu tidak bisa hati-hati." Ucap Fanesa.


"Aku.. aku tadi terburu-buru dan tidak sengaja menabrak pelayan ini." Ucap Alexa.


"Sudahlah lebih baik aku antar kamu ke kamar mandi untuk membersihkan bajumu ini." Ucap Fanesa.


"Iya." Jawab Alexa.


Fanesa melirik ke arah pelayan wanita itu.


"Mbak maafkan teman saya ya, dia sedang ada masalah dan terlalu terburu-buru jadi sebagai kompensasinya ini saya berikan uang untuk mengganti bakso yang tumpah." Ucap Fanesa.


"Terimakasih nona." Jawab pelayan wanita itu.


"Iya mbak." Jawab Fanesa.


Bimo terus mengelap baju Alexa yang terkena tumpahan kuah bakso.


"Bimo sudah cukup, aku sungguh berterimakasih kepada kalian karena sudah membantuku." Ucap Alexa.


Bimo tersenyum senang saat mendengar ucapan Alexa.


"Tentu aku sungguh senang jika bisa membantumu Sya." Ucap Bimo cepat.


Fanesa hanya tersenyum miring saat melihat perlakuan Bimo kepada Alexa.


"Ya sudah Fanesa, lebih baik kita cepat ke kamar mandi waktu ujian akan segera di mulai." Ucap Alexa.


"Ya sudah ayo." Jawab Fanesa.


"Bim, aku anterin Alexa ke kamar mandi dulu ya." Ucap Fanesa.


"Iya kalian berdua tenang saja, biar makanan ini aku saja yang bayar." Ucap Bimo.


Alexa dan Fanesa hanya tersenyum membalas ucapan Bimo.

__ADS_1


Alexa dan Fanesa langsung berjalan dengan cepat menuju ke arah kamar mandi, Fanesa mencoba membawa Alexa keluar dari kerumunan mahasiswa yang sedang berbelanja di kantin.


"Cepat larinya Sya nanti kita telat ikut ujian." Ucap Fanesa.


"Iya aku terselip di antara orang-orang ini." Ucap Alexa.


Dengan cepat Fanesa menarik tangan Alexa dan menerobos kerumunan para mahasiswa itu.


"Akhirnya kita keluar juga." Ucap Alexa.


"Iya Lex, sekarang cepatlah berlari kita bisa telat mengikuti ujian nanti." Ucap Fanesa.


Alexa langsung mengangguk mereka berdua lalu berlari dengan cepat menuju ke arah kamar mandi terdekat.


Selang beberapa menit Alexa sudah selesai membersihkan baju di dalam kamar mandi kini saatnya mereka berdua kembali ke kelas untuk mengikuti ujian.


******


Dimas duduk termenung di dalam pesawat, keberangkatannya ke Paris membuat Dimas sedikit merasa bersalah telah meninggalkan Alexa sendiri.


"Kenapa sih Alexa harus meminum pil-pil itu." Ucap Dimas.


Siapa yang tahu sebenarnya Alexa bahkan belum sempat menelan beberapa pil pencegah kehamilan itu, namun Dimas begitu salah paham dan malah marah saat melihat Alexa yang sedang membawa beberapa pil di dalam genggaman tangannya.


Dimas meraup wajahnya merasa frustasi, di sisi lain Dimas benar-benar begitu berat meninggalkan Alexa, di sisi lain lagi Dimas sudah telanjur marah dan kecewa.


"Sudahlah mungkin kalau aku berisitirahat sejenak segala pikiran tentang Alexa akan hilang sendiri." Batin Dimas.


1 Jam kemudian....


Alexa dan Fanesa sudah selesai mengerjakan soal-soal ujian dengan cepat, Alexa meregangkan otot-otot tubuhnya lalu menoleh ke arah Fanesa yang sedang menguap.


"Nes, Gimana nih bantu aku dong selesain masalah sama Dimas." Ucap Alexa.


"Kita bahas di jalan aja, kamu pulangnya bareng aku ya." Ucap Fanesa.


"Uh iya deh." Jawab Alexa.


"Kuy lah, kita balik." Ucap Fanesa


Alexa hanya tersenyum dan mengangguk lalu mereka berdua bergandengan tangan berjalan menuju ke arah parkiran mobil


Alexa dan Fanesa kini sudah berada di dalam mobil, Fanesa mulai menjalankan mobilnya meninggalkan halaman kampus.


"Lex aku ada solusi nih, cuman ada satu cara supaya suami kamu nggak marah lagi, lebih baik kamu minta maaf terus kamu bilang aja kalau kamu mau ngandung anak dari dia." Ucap Fanesa.


"Apa dia akan memaafkan aku, jika aku berbicara seperti itu?" Tanya Alexa.


"Tentu saja." Jawab Fanesa.

__ADS_1


Alexa berfikir sejenak lalu memutuskan untuk menyetujui usul Fanesa.


"Aku akan mencobanya Nes." Ucap Alexa.


Fanesa tersenyum senang mendengar jawaban Alexa.


"Oke bentar lagi kita sampai nih." Ucap Fanesa.


"Oh iya lurus aja entar di depan ada gerbang warna merah." Ucap Alexa.


"Oke... oke." Jawab Fanesa singkat.


Mobil milik Fanesa sudah sampai tepat di depan gerbang rumah milik Alexa.


"Maksih ya Nes, lain kali kamu boleh mampir ke sini hari ini aku tidak bisa mengajakmu masuk pasti di dalam Dimas sedang ngambek." Ucap Alexa.


"It's okay." Jawab Fanesa.


"Kamu hati-hati ya." Ucap Alexa seraya melambaikan tangannya.


"Bay." Teriak Fanesa, lalu melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


Alexa membalikan tubuhnya hendak masuk ke dalam halaman rumah.


Namun saat Alexa sampai di halaman, mata Alexa menatap ke sekeliling hendak mencari keberadaan mobil milik Dimas.


"Dimana Dimas, apa dia pergi ke rumah temanya ya." Batin Alexa menebak-nebak.


Alexa menghembuskan nafas kasar, lalu berjalan dengan lemah dan tidak bersemangat menuju ke dalam rumah.


Alexa merebahkan tubuhnya di atas sofa karena merasakan tubuhnya sedikit pegal.


"Tumben sekali Dimas pergi jam-jam segini, apa dia marah sama aku terus pergi nggak bilang-bilang." Gumam Alexa.


Alexa meraba bagian kantung tasnya lalu mengambil benda pipih yang terletak di dalam tas selempangnya itu.


"Aduh batrei aku habis." Ucap Alexa seraya menepuk jidatnya.


Dengan cepat Alexa bangkit dari tidurnya dan berjalan menuju ke arah kamar untuk mengecas hpnya yang sudah benar-benar habis batrei.


Cekelkkk...


Pintu kamar di buka lebar oleh Alexa, Alexa berjalan mendekat ke arah lemari hendak mengambil caharger untuk hpnya itu.


Namun saat Alexa membuka lemari pakaian, Alexa kembali terkejut melihat lemari yang nampak kosong dan sama sekali tidak ada baju milik Dimas di sana.


"Astaga kemana baju-baju Dimas." Gumam Alexa.


Alexa mengucek-gucek matanya mencoba menetralkan penglihatannya.

__ADS_1


Alexa Fikir ini hanya halusinasi namun ia salah jelas-jelas ia melihat dengan benar, jika lemari pakaian itu kosong dan di sana tidak ada sehelai pakaian milik suaminya itu.


__ADS_2