Kisah Cinta Alexa

Kisah Cinta Alexa
Kejahilan Dimas


__ADS_3

Alexa kembali melanjutkan kegiatannya yaitu menikmati beberapa cemilan dan minuman.


Alexa berjalan ke arah kursi panjang tepat disudut ruangan ia mendaratkan bokongnya di atas kursi karena Alexa merasa lelah berdiri terlalu lama.


"Alexa." Panggil Rendhard yang berjalan mendekat ke arah Alexa.


"Ada apa kak?" Tanya Alexa.


"Kakak mau kasih tahu kamu kalau kakak udah selidiki tentang teman kamu yang bernama Clarisa." Ucap Rendhard.


"Apa, benarkah kak?" Tanya Alexa


"Iya benar, dia adalah mantan pacar dari suamimu terus dia adalah wanita yang seneng berdatangan ke club malam." Jelas Rendahard.


Alexa berpikir sejenak lalu memutuskan untuk meminta nomor hp milik Clarisa.


"Kenapa kamu bisa berteman dengan mantan dari suamimu? Apa kamu tidak cemburu?" Tanya Rendhard


"Sudahlah kak kenapa harus cemburu mereka berdua kan hanya mantan jadi tidak mungkin jika mereka berdua akan balikan."


"Jika mereka balikan lalu kamu bisa apa? bisa jadi mereka akan menjalin hubungan lagi, dan kamu ngak tahu kedepannya bakal kaya gimana." Ucap Rendhard.


"Jika mereka balikan berarti mereka berjodoh kak, sudahlah kak jangan berpikir seperti itu." Ucap Alexa.


"Ya udah kakak mau cari ayah dulu jika kamu butuh sesuatu telpon saja kakak." Ucap Rendhard sambil mengelus kepala Alexa.


Alexa merenungkan kembali ucapan sang kakak, ia tidak mengerti kenapa tiba-tiba ia merasa sedih.


"Kenapa aku malah jadi tidak rela, sudahlah ini kan rencana ku kenapa juga aku harus tidak rela seperti ini." Gumam Alexa


Alexa bangkit dari duduknya berjalan menuju ke arah kamar untuk mengganti baju pernikahannya.


Cklekk.....


Pintu kamarnya itupun terbuka, Alexa menatap ke sekeliling kamar yang sudah begitu rapi dan wangi bahkan di atas kasur sudah tersaji bunga mawar.


Ada bagian lampu remang-remang, bahkan balkon kamar juga terbuka, Alexa berjalan mendekat ke arah balkon.


Tap... tap... tap..


"Siapa itu, kenapa berada di kamarku?" Tanya Alexa.


Pria berjas hitam itu berdiri di balkon sambil membawa puntung rokok di tangannya, karena penasaran akhirnya Alexa mendekat ke arah pria jangkung itu.


Pria itu lalu membalikan badannya dan menghadap ke arah Alexa, Alexa bernafas lega ia pikir pria itu adalah pria asing ternyata ia salah pria yang ada di hadapannya saat ini ternyata Dimas.


"Sejak kapan kamu di sini, bukannya kamu izin untuk menemui rekan kerjamu?" Tanya Alexa.


"Tidak aku malas menemui mereka, saat itu aku ingin mencari mu tapi sepertinya kamu asik mengobrol dengan kakakmu jadi aku memutuskan untuk menunggu mu di dalam kamar." Jelas Dimas.


"Jadi begitu, ya sudah aku ingin berganti pakaian kamu diamlah di sini jangan masuk." Ucap Alexa.

__ADS_1


Dimas hanya tersenyum ke arah Alexa memperlihatkan sederet gigi putihnya dan lesung pipinya.


"Kenapa tersenyum seperti itu?" Tanya Alexa sambil menatap curiga.


"Aku hanya bahagia akhirnya kita bisa menikah tentu saja ini malam pertama kita." Ucap Dimas.


Alexa langsung menutup kedua dadanya dengan tangan.


"Tidak... tidak boleh aku masih kecil jangan berani melakukan hal itu." Teriak Alexa kesal.


"Hahaha..." Tawa Dimas begitu besar memenuhi area balkon.


Dimas menghapus sisa air matanya lalu tersenyum manis ke arah Alexa.


"Kamu bukan gadis kecil lagi, untuk apa takut melakukan hal itu." Ucap Dimas.


"Tentu saja aku takut umurku masih belasan sedangkan kamu sudah puluhan." Ucap Alexa.


"Hahah... Alexa kamu ini, apa karena umur kamu jadi takut seperti itu? Alexa kita sudah menjadi suami istri yang sah jadi tugas istri adalah untuk melayani suaminya." Ucap Dimas sambil menahan tawanya.


Alexa mengembungkan pipinya merasa malu mendengar ucapan vulgar dari Dimas.


"Tidak aku tidak mau, kalau intinya tidak ya tidak." Teriak Alexa.


"Kalau aku memaksa bagaimana?" Tanya Dimas lalu mematikan rokoknya dan menaruhnya di atas asbak.


"Aku akan melaporkan mu ke polisi." Ucap Alexa.


Dimas mendekat kearah Alexa sedangkan Alexa mundur sampai menabrak sisi tembok.


"Aduh kamu kenapa mendekat sana minggir." Teriak Alexa.


Dimas semakin memperkikis jarak antara wajahnya dengan wajah milik Alexa.


"Apa yang kamu mau lakukan." Ucap Alexa.


Dimas terus mendekatkan wajahnya sampai deru nafas Dimas terasa di depan wajah Alexa.


Alexa menutup matanya, tapi bukan ciuman yang Alexa rasakan melainkan jentikan jari di keningnya.


Pltakk...


"Awh... sakit sialan kamu ini ya." Teriak Alexa.


Dimas tertawa terbahak-bahak melihat tingkah menggemaskan istri kecilnya itu.


"Kamu kenapa menutup mata? Bukannya kamu tidak ingin di sentuh dulu?" Tanya Dimas sambil tersenyum nakal ke arah Alexa.


"Aku kira tadi kamu mau apa, aku jadi takut." Ucap Alexa.


"Tapi sepertinya kamu menginginkan hal itu." Ucap Dimas.

__ADS_1


"Siapa aku tidak ingin, kamu jangan asal bicara." Teriak Alexa.


"Buktinya pipimu merona." Ucap Dimas sambil tersenyum jahil.


"Aku kepanasan, sana minggir." Ucap Alexa lalu mendorong tubuh Dimas.


Alexa berjalan dengan cepat masuk ke dalam kamar sambil menghentakkan kakinya.


Dimas hanya tersenyum melihat tingkah lucu Alexa.


"Bahagia banget bisa jalanin pernikahan dengan istri yang berumur muda." Gumam Dimas.


Sedangkan Alexa terus saja bergerutu layaknya anak kecil.


"Sial aku jadi malu kan." Gumam Alexa sambil menepuk-nepuk pipinya.


Alexa berjalan ke arah lemari pakaian lalu mengambil baju ganti untuknya.


Mata Alexa mengarah pada tumpukan lingerie berwarna hitam yang begitu taransparan.


"Siapa yang menaruh baju kurang bahan ini, kenapa bisa ada di lemariku." Gumam Alexa.


Alexa mengambil baju kaos polos berwarna biru dan celana jins pendek lalu setelah itu ia berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya dan mengganti pakaian pengantinnya.


Tasya mengisi air di bak mandi lalu menuangkan sabun aroma mint pada bak mandi hingga tercampur rata.


Setelah di rasa cukup Alexa membuka resleting gaunnya yang berada di bagian belakang.


"Aduh kenapa sesulit ini, resletingnya sulit sekali di buka." Gumam Alexa.


Tokk... tok... tok...


Ketukan pintu kamar mandi membuat Alexa mengalihkan pandangannya ke arah pintu.


"Siapa?" Tanya Alexa.


"Ini aku Dimas, apa kamu butuh bantuan?" Tanya Dimas.


"Ti... tidak ada jangan masuk ya." Teriak Alexa.


"Beneran? jadi benar-benar tidak butuh bantuanku?" Tanya Dimas.


"Aduh bagiamana ini aku bisa seharian diam di kamar mandi kalau tidak bisa membuka resleting ini." Batin Alexa.


"Dimas tapi kamu tutup mata ya, aku butuh bantunamu untuk membuka resleting yang keras ini." Teriak Alexa.


"Iya kamu santai aja, sini keluar aku bantuin." Ucap Dimas.


Alexa membuka pintu kamar mandi itu penuh hati-hati, lalu ia berjalan mendekat ke arah Dimas.


"Tutup matamu." Ucap Alexa.

__ADS_1


"Iya ini aku tutup makanya balik dulu badanmu bagaimana aku bisa membuka resletingnya jika kamu menghadap ke arahku." Ucap Dimas.


__ADS_2