
Dimas membuka Resleting baju milik Alexa, ia begitu terpesona melihat punggung Alexa yang terlihat putih mulus.
"Kenapa diam apa sudah selesai melepaskan Resleting ku?" Tanya Alexa.
Dimas langsung tersadar dari lamunannya ia mengaruk kepalanya yang sama sekali tidak gatal.
"Sudah, aku.. aku mau keluar dulu." Ucap Dimas gugup.
Alexa mengerenyitkan dahinya ia bingung dengan sikap Dimas, bahkan wajah Dimas sedikit merona ia tidak tahu kenapa Dimas bisa seperti itu.
"Tunggu dulu kenapa wajahmu memerah?" Tanya Alexa.
"Aku sedikit gerah, aku keluar dulu." Ucap Dimas lalu berjalan dengan cepat keluar dari kamar.
Alexa hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah laku Dimas yang notabennya sedikit aneh.
Alexa Kemabli berjalan masuk kedalam kamar mandi lalu buru-buru mengganti gaun pernikahannya dengan baju kaos biasa.
Setelah selesai mengganti pakaian Alexa berjalan keluar dari kamar mandi lalu ia melangkahkan kakinya mendekat ke arah ranjang.
"Aku sedikit letih, apa aku boleh beristirahat lebih dulu." Gumam Alexa.
Alexa meraba kasur king size itu, sentuhan telapak tangannya pada kasur itu membuat ia merasa nyaman.
"Aku lebih baik tidur saja." Ucap Alexa.
Alexa melompat ke arah kasur dan tubuhnya langsung mendarat di atas kasur king size itu.
"Akh... nyamannya." Ucap Alexa sambil berguling-guling di atas kasur.
Kerett...
Pintu kamar itupun di buka oleh Dimas, Dimas yang baru saja selesai mandi langsung melihat ke arah Alexa yang sedang berguling-guling di atas kasur.
"Lucu sekali." Gumam Dimas sambil menahan tawanya.
"Pufftt... ia menggemaskan." Gumam Dimas sambil menutup mulutnya dengan kedua tangan.
Alexa yang menyadari jika ada seseorang masuk ke dalam kamar langsung membuat Alexa buru-buru bangkit dari tidurnya.
"Dimas sejak kapan kamu berdiri di sana?" Tanya Alexa.
"Baru saja." Bohong Dimas.
"Kamu sudah mandi?" Tanya Alexa.
"Sudah." Jawab Dimas.
"Dimana?" Tanya Alexa
"Di kamar tamu." Jawab Dimas.
Alexa hanya menganggukan Kepalanya, Dimas berjalan mendekat ke arah Alexa.
"Mau apa?" Tanya Alexa.
"Tidur." Jawab Dimas singkat.
__ADS_1
"Kamu tidur di sofa saja." Ucap Alexa.
"Tidak mau." Tolak Dimas.
"Uhh.. menyebalkan aku ingin tidur sendiri di sini." Ucap Alexa kesal.
"Badan kurus seperti itu ingin menguasai tempat tidur dasar kekanak-kanakan." Ucap Dimas.
"Kalau tidak suka ya cerai saja." Jawab Alexa.
"Dasar wanita selalu ingin menang sendiri." Batin Dimas.
"Baiklah aku tidur di sofa." Ucap Dimas mengalah.
"Jadi dia tidak marah, aku pikir dia akan marah besar ternyata sifat Dimas lebih lembut saat sudah menikah." Batin Alexa.
"Akh.. Alexa apa yang kamu pikirkan." Gumam Alexa sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Kenapa dengan kepalamu?" Tanya Dimas.
"Kamu masih di sini?" Tanya Alexa.
"Bukannya menjawab malah tanya balik, dasar." Gumam Dimas.
"Aku mau ambil bantal sama selimut." Ucap Dimas.
Alexa melirik ke arah bantal dan selimut tebal yang berada di atas kasur itu, lalu ia mengambil satu bantal dan satu selimut untuk ia serahkan kepada Dimas.
"Ini ambil." Ucap Alexa sambil menyodorkan bantal dan selimut ke arah Dimas.
"Terimakasih." Ucap Dimas.
"Hmm.." Jawab Alexa.
"Good night." Ucap Dimas.
Alexa terkejut mendengar ucapan Dimas, bahkan menyebabkan pipi Alexa merona seketika.
"Kamu tidurlah yang nyaman." Ucap Dimas.
Alexa hanya menganggukan kepalaanya sebagai jawaban.
Dimas mengulum senyum tipis, lalu ia melangkahkan kakinya berjalan ke arah sofa.
Dimas melempar bantal di kepala sofa lalu ia mulai merebahkan tubuhnya di atas sofa, dengan cepat Dimas menutup matanya agar bisa tidur lebih awal ia membalut tubuhnya dengan selimut hingga sebatas dada.
Alexa ikut merebahkan tubuhnya di atas kasur karena sudah mengantuk ia pun langsung menutup matanya.
Jam 10.00
Dimas bangun dari tidurnya ia mengucek matanya yang sedikit buram, Dimas melirik ke arah tempat tidur tepat dimana Alexa berada.
Dimas mengambil bantal dan selimutnya ia bangkit dari sofa lalu berjalan mendekat ke arah Alexa.
Dilihatnya wajah damai Alexa yang sedang tertidur dengan memeluk bantal guling, tanpa sadar Dimas mulai tersenyum-senyum sendiri.
Dimas merapikan helaian anak rambut yang menutupi sebagian wajah cantik Alexa, Dimas menarik selimut untuk menutupi seluruh tubuh Alexa.
__ADS_1
Dimas menaiki kasur king size itu, ia mendaratkan tubuhnya di samping tubuh Alexa.
Tanpa sadar tangan Dimas melingkar di pinggang Alexa ia menelusupkan kepalanya di ceruk leher Alexa.
Bukannya merasa terganggu Alexa malah tidur dengan nyenyak, Dimas hanya tersenyum melihat tingkah Alexa.
Mereka berdua pun akhirnya tertidur dengan posisi saling berpelukan.
Pagi Hari Jam 06.00
Alexa membuka matanya ia merasakan ada beban di bagian perutnya, Alexa menoleh ke arah kanan, betapa kagetnya Alexa saat melihat wajah Dimas yang begitu dekat dengan wajahnya.
"Sejak kapan Dimas tidur di samping ku, bukannya dia semalam tidur di sofa." Batin Alexa.
Alexa terus menatap wajah tampan milik Dimas, bulu mata yang lentik dan berwarna hitam itu membuat kesan pertama yang Alexa sukai dari si pemilik wajah, tanpa sadar Alexa sudah terpesona dengan wajah tampan pria yang ada di hadapannya saat ini.
"Terpesona dengan ketampanan ku?" Tanya Dimas.
Alexa sedikit terkejut dengan suara Dimas, ia pikir Dimas masih tidur tapi malah sebaliknya.
"Lepaskan tanganmu." Ucap Alexa sambil berusah melepaskan pelukan Dimas pada tubuhnya.
"Tidak mau, biarkan begini saja." Jawab Dimas sambil mendusel-dusel leher Alexa.
"Itu menggelikan, cepatlah minggir." Teriak Alexa sedikit tidak nyaman.
"Kau berbicara seperti itu pada suamimu?" Tanya Dimas.
"Iya lalu dengan siapa lagi aku berbicara, lagi pula kamu kenapa bisa tidur di sini bukannya semalam kamu tidur di sofa?" Tanya Alexa.
"Itu kemarin malam aku sedikit tidak nyaman tidur di sofa jadi pindah ke sini." Jawab Dimas
"Alasan saja, ya udah aku mau ke kamar mandi sekarang aku udah mulai homeschooling kan?" Tanya Alexa.
"Belum, kita kan belum honeymoon." Ucap Dimas.
"Ishhh... apa-apaan sih kan aku udah bilang kalau aku tidak ingin melakukan hal itu dulu, aku harus lulus sekolah dan mendapatkan pekerjaan bagus, baru kita bisa melakukan hal itu." Ucap Alexa tanpa sadar.
"Hal itu apa?" Tanya Dimas pura-pura tidak tahu.
"Ya hal itu, kamu jangan bercanda deh pura-pura ngak tahu lagi." Ucap Alexa kesal.
"Aku benar-benar ngak tahu loh." Ucap Dimas.
Alexa mencubit perut Dimas karena merasa kesal.
"Sudahlah lupakan saja aku mau mandi, intinya sekarang aku sudah boleh homeschooling." Ucap Alexa.
Dimas terkekeh geli melihat wajah kesal Alexa.
"Baik-baik kamu boleh homeschooling, tapi jika kamu sudah tamat sekolah kamu tidak boleh bekerja." Ucap Dimas.
"Kenapa tidak boleh?" Tanya Alexa.
"Karena yang seharusnya bekerja itu adalah suami bukan istri, dan kamu yang sebagai istriku harus diam di rumah menjaga anak-anak kita nanti." Ucap Dimas.
Alexa yang mendengar ucapan Dimas hanya bisa menahan senyum, bahkan pipi Alexa merona seketika.
__ADS_1