
Setelah selesai mandi, Alexa berjalan keluar kamar tubuh Alexa hanya di balut dengan kaos polos berwarna biru yang memiliki kerah baju yang cukup untuk menutupi bagian lehernya yang memerah karena bekas ****** dari Dimas, ia juga menggunakan celana pendek jins berwarna abu.
Dengan rasa lesu dan berjalan gontai Alexa mulai menuruni tangga menuju ke arah dapur, saat sudah berada di dapur mata Alexa tak sengaja bersitatap dengan mata tajam milik Dimas.
Alexa dengan cepat memutus kontak mata itu secara sepihak, ia berjalan mendekat ke arah sang kakak yang duduk di depan Dimas.
"Kak aku duduk di samping kakak ya." Ucap Alexa sambil memegang pundak Rendhard.
"Iya duduk disini saja Alexa." Ucap Rendhard bersemangat.
Dimas hanya mengeram marah karena melihat tingkah Alexa yang tiba-tiba saja cuek dan tidak perduli akan keberadaan dirinya di meja makan itu. Dimas terus mentap wajah Alexa, sedangkan Alexa hanya dia sambil menyendokan nasi ke piringnya.
Perasaan kesal tentu saja terhingap di hati Dimas ia berusaha menahan marahnya untuk saat ini, ia sengaja memasang senyum di wajahnya.
Alexa hanya diam ia tidak berani untuk menatap wajah atau mata milik Dimas ada sedikit perasaan kesal, ada juga perasaan malu yang ia rasakan sekarang.
"Lebih baik aku seperti ini, kejadian tadi sudah membuat aku malu sekali bisa-bisanya aku terbawa nafsu dengan pria ******** ini." Batin Alexa.
"Ekhmmm.." Tiba-tiba Abimanyu berdehem karena merasa ada yang aneh di ruang makan itu.
"Alexa kamu sekarang sudah mau balik ya kerumah nak Dimas?" Tanya Abimanyu sambil menatap wajah sang putri, yang ditatap hanya menunduk.
Alexa yang tadinya menunduk kini mengadahkan kepalanya agar dapat melihat wajah sang ayah.
"Hmm.. iya yah." Ucap Alexa.
"Kamu tidak sekolah nak?" Tanya Abimanyu
"Tentu saja dia sekolah om tapi dia tidak ingin bersekolah di sekolahnya yang dulu, dia meminta saya untuk mencarikan guru homeschooling." Ucap Dimas yang Tiba-tiba menimpali.
"Jadi kamu ingin homeschooling, wahh ayah benar-benar tidak percaya kamu akan mengikuti homeschooling." Ucap Abimanyu.
"I.. iya yah Alexa ingin homeschooling saja." Ucap Alexa gugup.
Rendhard yang menyadari perubahan ekspresi serta ke gugupan adiknya saat ini hanya bisa menatap tajam ke arah Dimas, karena Rendhard merasa ada hal yang janggal antara adiknya dan Dimas.
"Alexa." Panggil Rendhard.
"Ehh.. iya kak." Ucap Alexa.
"Alexa kenapa kamu memakai baju yang kerahnya tertutup seperti itu? apa kamu tidak merasa kegerahan?" Tanya Rendhard.
Alexa langsung gugup dan salah tingkah saat mendengar ucapan sang kakak.
__ADS_1
"Aku... aku lagi tidak enak badan kak makanya aku pilih baju ini." Ucap Alexa berbohong.
"Kamu sakit apa, kalau kamu sakit biar kita panggilkan dokter." Ucap Rendhard hawatir.
"Ngak perlu kak, istirahat sebentar pasti aku sudah sembuh." Ucap Alexa gugup.
"Baiklah, kamu harus banyak makan agar stamina mu bertambah." Ucap Rendhard sambil mengelus rambut panjang Alexa.
"Iya kak." Ucap Alexa.
Dimas hanya menatap tajam ke arah Alexa, sedangkan Alexa merasa begitu canggung saat ini, ia merasa risih karena tatapan Dimas.
Beberapa menit kemudian mereka semua akhirnya sudah menyelesaikan ritual sarapan paginya.
Alexa serta Dimas berpamitan untuk kembali ke apartemen milik Dimas.
"Ayah aku pamit dulu." Ucap Alexa sambil mencium pipi kiri ayahnya.
"Hati-hati di jalan ya sayang, datanglah kemari saat kamu sendirian di sana." Ucap Abimanyu.
"Tentu yah." Alexa melirik ke arah Rendhard yang berdiri tepat di samping Abimanyu " Kak aku pamit." Ucap Alexa sambil memeluk tubuh sang kakak.
"Jaga dirimu baik-baik sayang." Ucap Rendhard sambil mencium puncak kepala sang adik.
Sekarang giliran Dimas yang berpamitan kepada ayah dan kakak dari Alexa
Setelah selesai berpamitan Alexa dan Dimas berjalan ke arah mobil masing-masing.
Lambaian tangan dari Abimanyu serta Rendhard mengantar kepergian Alexa dan Dimas yang mobilnya sudah menjauh dari pandangan mereka.
"Fiuhhhh... syukurlah aku tidak semobil dengan Dimas." Gumam Alexa.
Alexa memijit pelipisnya yang terasa berdenyut.
"Aku harus bertingkah seperti tidak terjadi apa-apa, oke Alexa sekarang drama sudah di mulai." Gumam Alexa menyemangati dirinya.
Alexa terus fokus menyetir mobil itu dengan kecepatan sedang ia membelah jalanan ibu kota Paris.
Sedangkan Dimas, terus mentap ke arah spion mobil, ia melihat mobil milik Alexa yang berada di belakang mobil miliknya.
"Alexa, kamu wanita bodoh yang tidak peka-peka, apa ciuman tadi belum membuatmu jatuh cinta kepadaku." Gumam Dimas.
Dimas mencengkram kemudinya rasa marah terhingap di hatinya, ia masih mengingat kejadian di meja makan tadi, Alexa begitu cuek dan tidak sedikitpun menatapnya seperti orang yang tidak perduli sama sekali pada dirinya.
__ADS_1
"Wanita bodoh." Umpatan Dimas yang keluar begitu saja dari bibirnya.
"Apa segitu tidak berartinya aku di matamu Alexa." Ucap Dimas sambil terus mentap kaca spion mobilnya.
Dimas mengehela nafas kasar sambil mencengkram kemudinya.
1Jam kemudian mobil milik Alexa serta Dimas sudah terparkir di halaman apartemen milik Dimas.
Alexa keluar dari mobil dan berjalan begitu saja melewati Dimas, Dimas mengepalkan tangannya melihat tingkah Alexa yang begitu cuek.
"Alexa." Panggil Dimas.
Alexa berhenti melangkahkan kakinya saat namanya dipanggil oleh Dimas, dengan terpaksa alexa membalikan tubuhnya menghadap ke arah Dimas yang tepat berada di belakangnya.
"Apa?" Tanya Alexa dingin.
"Aku akan mempercepat pernikahan kita." Ucap Dimas.
"Apa, aku belum ingin menikah apa harus secepat itu." Ucap Alexa
"Iya karena aku tidak ingin tetangga membicarakan kita yang tidak baik." Ucap Dimas.
"Aku ngak mau, aku belum siap menikah kalau kamu tidak ingin tetangga membicarakan hal yang buruk tentang kita sebaiknya aku tinggal di rumah ayah." Ucap Alexa.
"Tidak..., kamu benar-benar sudah melanggar kontrak itu ya? cepat sekali lupa kamu."
Alexa langsung gelagapan ia lupa akan kontrak itu, tapi Alexa belum ingin menikah secepat itu apalagi di umurnya yang masih terbilang muda bahkan belum lulus sekolah.
"Baiklah." Ucap Alexa pasrah.
"Bsok kamu ikut aku ke butik kita akan membeli baju pernikahan untuk kamu." Ucap Dimas.
"Hmm." Gumam Alexa
"Kalau tidak ada yang ingin di bicarakan lagi sekarang aku mau ke kamar." Ucap Alexa.
Alexa langsung melenggang pergi meninggalkan Dimas yang masih berdiri di ruang tamu.
Dimas begitu geram melihat Alexa yang bersikap seperti itu kepadanya.
"Lihat saja kamu Alexa setelah pernikahan ini kamu tidak akan bisa pergi dari rumahku untuk selamanya." Batin Dimas.
Dimas melangkahkan kakinya menyusul Alexa.
__ADS_1