Kisah Cinta Alexa

Kisah Cinta Alexa
Hadiah kecil


__ADS_3

Warning!!!!


21+


Dibawah umur di harapankan menjauh jangan coba-coba baca ya, kalau masih ingin membaca dosa tanggung sendiri adik manis😂😂


Suasana dalam mobil menjadi hening mereka berdua tidak berniat untuk membuka suara, hanya mata mereka yang diam-diam saling melirik.


Beberapa menit kemudian mobil Dimas pun akhirnya sampai di halaman rumah baru yang ia beli.


"Alexa keluarlah." Ucap Dimas.


Alexa tidak menyadari jika ia berada di rumah yang berbeda, bukannya menjawab atau mengajukan pertanyaan perihal tempat yang ia datangi, Alexa malah melengos pergi meninggalkan Dimas yang masih diam terpaku di dalam mobil.


Alexa bergerutu marah sampai-sampai tak menyadari jika halaman rumah itu nampak berbeda dan terlihat begitu luas sekali.


Sampai akhirnya Alexa sampai di depan pintu utama, saat hendak membuka pintu Alexa tiba-tiba tersadar jika itu bukanlah pintu rumah kontrakannya.


"Astaga aku asal masuk saja, rumah siapa ini." Ucap Alexa bingung.


Alexa akhirnya berniat untuk mengetuk pintu rumah itu.


Tokk... tokk... tokk....


"Permisi aku Alexa." Ucap Alexa dengan suara sedikit keras.


Dimas yang mendengar itu langsung tertawa terbahak-bahak.


Alexa menaikan sebelah alisnya saat mendengar suara tawa Dimas yang begitu keras.


"Husttt.... kamu tidak sopan sekali, nanti jika pemilik rumah terganggu kita bisa di usir." Ucap Alexa.


Dimas kembali tertawa, rasa amarahnya kini sudah hilang karena melihat tingkah Alexa yang begitu lucu dan menggemaskan.


"Aduh, hahah... perutku keram sekali." Ucap Dimas lalu menghapus sisa air matanya.


Alexa berjalan mendekat ke arah Dimas lalu wajah Alexa menunjukkan ekspresi wajah kesal.


"Uhhh... sudah ku bilang jangan tertawa terlalu keras, kamu memang tidak sopan Dim." Tegur Alexa.


"Alexa aku ada sesuatu buat kamu, mari kita lupakan masalah tadi." Ucap Dimas.


"Bukannya kamu yang membesar-besarkan masalah tadi kenapa jadi aku yang kamu bawa-bawa." Ketus Alexa.


"Oke.. oke aku yang salah, aku tadi hanya cemburu mana ada suami yang bisa tahan jika istrinya berdekatan dengan pria lain." Ucap Dimas.


"Aku kan sudah bilang dia hanyalah teman kampus ku." Ucap Alexa.

__ADS_1


"Alexa awalanya kalian memang berteman mana tahu jika kedepannya kalian malah menaruh hati satu sama lain, kita juga dulu awalanya teman namun sekarang kita malah sepasang suami istri yang saling mencintai." Ucap Dimas.


"Itu beda lagi tapi aku sudah menjadi seorang istri dan aku mana bisa berpaling ke pria lain, aku berbeda dengan pemikiran mu itu, buang jauh-jauh pemikiran negatif mu itu karena aku hanya memiliki satu prinsip yaitu hanya setia dengan satu pasangan, peganglah ucapan ku." Ucap Alexa.


Dimas tersentuh saat mendengar ucapan Alexa, Dimas tersenyum bangga dan langsung memeluk erat tubuh sang istri.


"I love you so much my wife." Ucap Dimas lalu mengecup bibir Alexa dengan lembut.


Bughh... pukulan pada dada Dimas membuat Dimas meringis kesakitan.


"Aduh kok di pukul." Gerutu Dimas.


"Kamu mau bikin aku malu ciuman di tempat orang." Ucap Alexa kesal.


"Sayang ini bukan tempat orang tapi tempat kita." Ucap Dimas.


Alexa mengerutkan keningnya karena tidak mengerti dengan perkataan suaminya itu.


"Maksudnya apa?" Tanya Alexa bingung.


Dimas menarik pelan hidung mancung Alexa.


"Ini rumah kita, aku kasih kamu suprise dan hadiah ini adalah hadiah buat kamu sayang." Ucap Dimas.


Alexa menutup mulutnya merasa terkejut dengan perkataan Dimas.


"Kamu jangan bercanda." Ucap Alexa sambil menahan gejolak bahagia pada dirinya itu.


Alexa langsung memeluk tubuh Dimas hingga tubuh Dimas hampir saja terjungkal ke belakang.


Alexa bahkan memeluk tubuh Dimas dengan begitu erat.


"Aku benar-benar nggak nyangka kalau kamu ingat dengan pernikahan kita, aku benar-benar menjadi wanita dan istri yang paling bahagia." Ucap Alexa.


Dimas mendorong pelan tubuh Alexa lalu tanpa aba-aba lagi Dimas mencium bibir ranum Alexa begitu lama.


Alexa hampir saja kehilangan nafas karena ciuman dari Dimas, Dimas begitu gencar melakukan aksi ciuman itu.


Dan akhirnya ciuman itu terhenti karena mereka berdua sudah benar-benar kehabisan nafas, kening mereka berdua menyatu mereka saling menatap satu sama lain menyalurkan kebahagiaan.


Bahkan deru nafas mereka saling berlomba dan saling menerpa satu sama lain.


"Alexa aku mau kamu." Ucap Dimas tepat pada intinya.


Alexa tersenyum lalu menganggukan kepalanya, karena Alexa sudah sepenuhnya ingin menebus kesalahannya yang sudah membuat Dimas cemburu.


Dimas tersenyum senang lalu mengangkat tubuh Alexa ala bridal style menuju ke arah kamar.

__ADS_1


Alexa terkagum-kagum saat memasuki rumah yang begitu mewah itu, bahkan Alexa tak henti-hentinya bergumam memuji-muji keindahan rumah barunya itu.


Dimas hanya terkikik geli saat mendengar gumaman sang istri, sesekali Dimas mencium lembut kening sang istri.


Sampai pada akhirnya Dimas tepat berada di dalam kamar bersama Alexa.


"Wahhh kamarnya indah sekali ini benar-benar nuansa yang begitu indah." Ucap Alexa.


"Kenapa terus memuji keindahan rumah ini sih, aku kapan di puji kaya gitu." Ucap Dimas pura-pura kesal.


Alexa menatap heran ke arah Dimas.


"Kamu nggak perlu di puji, suami aku kan udah ganteng maksimal lebih indah dari rumah ini." Ucap Alexa.


Dimas terkekeh geli, lalu menindih tubuh Alexa. Mata mereka saling bertemu Alexa tersenyum ke arah Dimas begitu juga dengan Dimas.


"Sekarang aku udah boleh kan minta jatah?" Tanya Dimas.


Alexa hanya menganggukan kepalanya malu-malu.


Dimas langsung mencium dan menjilat bagian telinga Tasya, Tasya merasa geli dengan perlakuan Dimas.


"Dimas aku merasa geli, jangan bertingkah aneh-aneh deh." Ucap Alexa lembut.


Dimas benar-benar sudah tidak sabar, dan akhirnya Dimas langsung melepaskan pakaian Alexa lalu setelah itu ia beralih melepaskan pakaian miliknya sendiri.


Mereka sudah sepenuhnya *****, jadi di antara mereka tentu saja saling memuji keindahan dari tubuh masing-masing.


Dimas mengigit kecil bagian atas dada Alexa memberikan tanda kepemilikannya disana.


Alexa sudah terbawa nafsu dan akhirnya Alexa menjambak kuat rambut Dimas.


Dimas menatap wajah Alexa sejenak melihat mata sayu Alexa yang sudah berkabut gairah.


"Jangan salahkan aku jika kamu tidak tidur seharian." Ucap Dimas.


Pipi Alexa langsung merona saat mendengar ucapan Dimas.


Dimas langsung memulai aksinya, adik kecil Dimas langsung menerobos masuk dinding pertahanan milik Alexa.


"Ahhhh......" Suara lenguhan panjang milik Alexa terdengar cukup keras di dalam ruang kamar itu.


Dimas begitu gencar membobol bagian mahkota milk Alexa, dan Alexa hanya bisa mencakar bagian punggung milik Dimas.


"Dim aku mau pipis." Ucap Alexa.


Dimas hanya bisa tersenyum sambil mengusap peluh di keningnya Alexa.

__ADS_1


Mereka berdua akhirnya mengeluarkan hasilnya bersama-sama dengan penyatuan antara keduanya.


"Maksih sayang." Ucap Dimas sambil mencium bibir Alexa.


__ADS_2