
Dimas sudah selesai menata pakaiannya di dalam koper, ia menaruh koper tersebut tepat di atas ranjang.
Sedangkan Alexa sudah dari tadi berangkat ke kampus karena hari ini ia sedang menghadapi ujian.
Dimas mendaratkan bokongnya di atas ranjang dan mencoba menutup mata untuk merilekskan pikirannya.
"Bahkan dia tidak berniat ingin meminta maaf kepadaku soal kejadian tadi, apa benar dia tidak ingin mengandung anakku nanti." Batin Dimas.
Dimas merogoh kantung celananya lalu mengambil benda pipihnya itu, dengan cepat Dimas memesan jam keberangkatan pesawat menuju ke Paris.
"Semoga dia bisa menjadi wanita yang bersifat lebih dewasa lagi." Gumam Dimas.
Alexa sudah berada di dalam kelas, hari ini ia akan memulai ujian, namun siapa sangka ia bahkan tidak mood untuk mengerjakan soal-soal tersebut.
Kertas ujian sudah di taruh tepat di atas meja Alexa, Alexa hanya bisa memandanginya saja namun tidak berniat membaca isi soal yang tertera pada kertas lembaran tersebut.
"Hus.... hus... Alexa." Panggil Fanesa.
Alexa menoleh ke arah Fanesa lalu menatap Fanesa dengan raut wajah kesal.
"Alexa ujian akan segera di mulai kenapa kamu hanya diam saja." Ucap Fanesa setengah berbisik.
"Aku tidak bisa menjawab ini." Bisik Alexa.
Fanesa terkejut mendengar ucapan sahabatnya itu.
"Ada apa sebenarnya dengan Alexa." Batin Fanesa.
Pakkk... pakkk... pakkk.
Suara ketukan meja langsung mengalihkan perhatian semua mahasiswa ke arah dosen.
"Ujian akan segera di mulai tolong jangan ada yang berbicara lagi, waktu saya berikan 30 menit di mulai dari sekarang." Ucap pak dosen.
Semua orang yang ada ruangan kelas itu langsung buru-buru menjawab soal-soal yang ada di kertas ujian itu.
Alexa menarik nafas mencoba untuk fokus mengerjakan soal-soal ujian itu.
Namun semua perkataan Dimas pagi itu membuat Alexa merasa sedih dan tidak tenang padahal sebelumnya hubungan mereka berdua baik-baik saja.
Alexa akhirnya mencoba untuk menjawab soal-soal ujian itu.
"Meskipun hanya benar sedikit tidak masalah, asalkan aku mengerjakannya." Batin Alexa.
Alexa mulai fokus mengerjakan soal-soal ujian itu, soal ujian itu berisi 20 butir soal yang semuanya dilengkapi dengan pertanyaan seputar ekonomi yang sesuai dengan jurusan Alexa.
Waktu sudah berlalu ujian pertama sudah berakhir, Alexa juga tepat waktu saat mengerjakan soal-soal tersebut, kini saatnya jam istirahat.
"Lex, kamu kenapa perasaan dari tadi aku lihat kamu kaya banyak pikiran." Ucap Fanesa sambil menata buku yang tepat berada di atas meja.
"Tidak ada kok aku hanya takut akan ujian ini." Jawab Alexa asal.
"Lex aku tahu kamu itu gimana, kamu mahasiswi yang cerdas mana mungkin tidak bisa mengerjakan soal-soal ujian itu, jangan berbohong lagi Lex katakan saja ada masalah apa denganmu?" Tanya Fanesa.
__ADS_1
Fanesa berjalan mendekat ke arah Alexa lalu duduk tepat di depan Alexa.
"Ayo katakan bahwa kamu sedang memiliki masalah, semoga saja aku bisa membantu." Ucap Fanesa.
Tanpa sadar buliran bening keluar dari pelupuk mata Alexa, Fanesa menjadi khawatir dengan Alexa.
"Hei... hei kenapa kamu menangis?" Tanya Fanesa.
"Fanesa aku wanita yang kejam, aku mengaku salah." Ucap Alexa seraya menangis.
"Sebenarnya ada apa, jangan menyalahkan dirimu." Ucap Fanesa.
"Aku... aku mencoba meminum pil itu namun Dimas saat itu melihatku dan ia marah besar saat mengetahuinya." Ucap Alexa.
"Sudah jangan menangis, sebenarnya ini semua salahku seharusnya aku tidak mengajarimu untuk meminum pil itu." Ucap Fanesa.
"Aku tidak tahu harus bagaimana lagi, aku tidak tahu kenapa Dimas begitu marah hanya karena mengetahui hal itu." Ucap Alexa.
"Alexa semua suami pasti marah jika mengetahui istrinya berusaha meminum pil untuk mencegah kehamilan." Ucap Fanesa.
"Lalu bagaimana lagi caraku menjelaskannya kepada Dimas, aku tidak ingin dia marah lagi kepadaku." Ucap Alexa.
"Sudah nanti kita pikirkan caranya, sekarang kamu lebih baik fokus dulu dengan ujian-ujian ini." Ucap Fanesa.
"Hiks... hiks... iya aku mengerti." Ucap Alexa seraya menghapus sisa air matanya.
"Sudahlah jangan berlarut-larut dalam kesedihan bagaimana kalau sekarang kita ke kantin untuk mengisi perut." Ucap Fanesa.
"Tidak, aku ingin diam di kelas saja." Ucap Alexa.
Alexa akhirnya mengikuti ajakan Fanesa, Alexa bangkit dari duduknya lalu mereka berdua berjalan bersama keluar dari kelas.
Fanesa dan Alexa berjalan bersama di lorong kampus menuju ke arah kantin, Bimo yang sedang duduk tepat di lorong tersebut langsung seneng saat melihat Alexa.
"Alexa." Panggil Bimo bersemangat.
Bimo berlari ke arah Alexa dan Fanesa.
"Kamu mau kemana?" Tanya Bimo kepada Alexa.
"Aku ingin ke kantin." Jawab Alexa.
"Kebetulan aku juga ingin kesana bolehkah aku ikut?" Tanya Bimo.
Alexa melirik ke arah Fanesa, sedangkan Fanesa mengangguk seraya tersenyum.
"Baiklah ikut saja." Jawab Alexa.
Bimo begitu seneng, Bimo berjalan tepat di samping Alexa sambil sesekali mengajak Alexa berbicara.
Mereka bertiga sudah sampai di dalam kantin, Alexa mengambil tempat duduk tepat di samping Fanesa sedangkan Bimo duduk tepat berhadapan dengan Alexa.
"Kalian mau pesen apa?" Tanya Fanesa.
__ADS_1
"Aku mau jus jeruk sama nasi goreng aja." Jawab Alexa.
"Aku samain aja sama Alexa." Timpal Bimo.
Fanesa tersenyum lalu menyebutkan pesanan ke pelayan wanita tersebut.
Setelah itu mereka bertiga hanya duduk terdiam tanpa ada yang membuka suara, Bimo yang asik menatap wajah Alexa sedangkan Alexa hanya melamun.
Fanesa hanya diam memperhatikan kedua temanya itu.
"Kalian hanya diam saja, apa tidak berniat untuk berbicara?" Tanya Fanesa.
Bimo tersenyum ke arah Fanesa, lalu Bimo mengeluarkan benda pipih yang berlogo appel.
"Aku ada sesuatu buat kalian, bagaimana jika Minggu ini kita berlibur di pantai." Ucap Bimo.
Alexa sama sekali tidak menghiraukan perkataan Bimo.
"Kuy lah aku ikut." Jawab Fanesa.
Fanesa melirik ke arah Alexa lalu menyengol tangan Alexa pelan.
"Lex, kamu gimana mau ikut nggak?" Tanya Fanesa.
"Kalian pergi aja, aku nggak ikut deh." Jawab Alexa.
"Kenapa tidak ikut?" Tanya Bimo.
"Sudahlah jika Alexa tidak ingin ikut, kita tidak usah memaksanya lebih baik kita pergi berdua saja Bim." Ucap Fanesa.
Bimo langsung cemberut saat mendengar ucapan Fanesa.
"Kalian lebih baik pergi berdua saja, aku lagi tidak ingin berwisata." Ucap Alexa.
"Ya tidak masalah buat kami, aku dan Bimo akan pergi berdua." Ucap Fanesa.
Alexa menganggukan kepalanya, Sedangkan Bimo hanya diam.
Beberapa menit kemudian pesanan mereka datang, Alexa dengan cepat memakan hidangan yang ia pesan tadi.
"Alexa pelan-pelan dong makannya, nanti kamu bisa keselek." Tegur Fanesa.
"Aku lagi buru-buru." Jawab Alexa asal.
Bimo terus memperhatikan sikap Alexa, lalu Bimo mengambil tissue dan mencoba untuk membersihkan bibir Alexa yang terkena noda saos.
Alexa menahan tangan Bimo lalu Alexa mengambil tissue yang di pegang oleh Bimo.
"Biar aku saja, aku bisa sendiri." Ucap Alexa.
Bimo hanya tersenyum kecut kehadapan Alexa.
Di tempat lain Dimas sedang memegang koper menuju ke arah bandara.
__ADS_1
"Ini sudah waktunya penerbangan pesawat ku, apa aku perlu memberitahu Alexa." Batin Dimas.
Dimas akhirnya memutuskan untuk mengirim pesan singkat kepada sang istri.