
Alexa yang sibuk kerja tidak menyadari jika waktu sudah menunjukkan 03.00
"Alexa kamu tidak pulang?" Tanya Rere sambil tersenyum
Alexa langsung melirik ke arah jam dinding dilihatnya jam yang menunjukkan 03.00
"Iya ini aku akan pulang, aku terlalu asik dengan pekerjaan jadi lupa waktu." Ucap Alexa sambil tersenyum manis.
"Alexa luka kamu kok nggak di obatin?" Ucap Rere smabil menunjuk ke arah lutut Alexa
"Ah, ini nanti aku obatin pas sampe rumah."
"Emang kenapa bisa luka begitu?"
"Ini karena aku kesandung tadi terus aku jatuh dan lutut ku jadi begini." Ucap Alexa
"Oh begitu." Ucap Rere sambil menganggukan kepalanya.
"Ya udah Re, aku mau pulang dulu bilangin ke pak Wiliam ini sudah waktuku pulang." Ucap Alexa sambil membawa tas selempangnya.
"Iya Alexa pasti akan aku sampaikan." Ucap Rere
"Kalau begitu aku pulang dulu." Ucap Alexa sambil melangkah keluar cafe
"Hati-hati ya Alexa." Ucap Rere sambil melambaikan tangannya
Alexa sudah berjalan keluar dari cafe, ia melangkahkan kakinya dengan penuh semangat. Wajahnya begitu ceria karena hari ini ia berniat mencari guru homeschooling.
Alexa tidak menyadari jika ada mobil yang mengikut dia dari arah belakang, saking begitu bersemangatnya Alexa malah tidak melihat situasi di sekelilingnya.
Alexa terus berjalan di atas trotoar itu, jalannya begitu anggun kaki-kaki jenjangnya melangkah lebar melewati pertokoan-pertokoan itu.
Banyak para pria yang melihat ke arahnya, Alexa menjadi pusat perhatian di setiap jalan. Tapi Alexa hanya cuek, dan tidak memperdulikan orang-orang yang ada di sekitarnya.
Sedangkan orang yang berada di dalam mobil itu terus saja menatap Alexa dengan tangan yang terkepal begitu erat, kuku-kuku jarinya pun memutih.
Siapa lagi kalau bukan Dimas, Dimas dari tadi mengikuti setiap gerak-gerik dari wanitanya itu, bahkan ia sudah tau jika Alexa bekerja di cafe flower.
"Dasar wanita bodoh, bagaimana bisa ia memperlihatkan lekuk tubuhnya pada pria lain." Ucap Dimas geram.
Alexa memasuki sebuah toko kecil, ia membuka pintu toko itu dengan begitu hati-hati.
"Permisi." Ucap Alexa
Toko itu sepi, Alexa hanya diam di tempat sambil melihat ke arah sekeliling toko.
"Dimana orang-orang yang menjaga toko ini kenapa begitu sepi." Gumam Alexa
Tiba-tiba keluar wanita paruh baya sambil membawa buku di tangannya.
"Nona, ada yang bisa saya bantu?" Tanya wanita paruh baya itu kepada Alexa
"Ah, bibik ini saya mendengar di surat kabar apa benar di sini ada menyediakan jasa guru homeschooling?" Ucap Alexa
"Iya nona, kami menyediakan jasa guru homeschooling."
"Wah.., syukurlah aku tidak salah tempat, lalu bolehkah saya berbicara sebentar dengan guru pengajar." Ucap Alexa
"Maaf nona, guru pengajarnya hari ini tidak bisa datang jika nona ingin bertemu biar sekalian ia mengajar nona besok."
__ADS_1
"Hm, ya sudah tidak masalah jadi berapa saya harus membayar jasa guru homeschooling itu?"
"Kalau soal bayar-membayar nanti nona bisa tanyakan sendiri kepada guru pengajarnya."
"Oh, ya sudah kalau begitu aku akan menunggunya bsok pagi di hotel, ini kartu identitas ku ya bik beri tahu guru pengajar ku untuk datang ke alamat ini." Ucap Alexa sambil menyodorkan alamat hotelnya itu
"Tentu saja nona."
"Ya sudah aku pergi dulu bik, terimakasih sudah membantu." Ucap Alexa seraya tersenyum
"Iya nona."
Alexa langsung berjalan keluar dari toko kecil itu ia berjalan menuju ke arah hotel yang di tempatinya itu.
Sedangkan Dimas ia langsung turun dari mobilnya itu dan berjalan masuk ke dalam toko yang baru saja di datangi oleh Alexa.
"Bik, ini bayarannya terimaksih sudah membantuku." Ucap Dimas sambil menyodorkan amplop ke arah wanita paruh baya itu.
"Terimakasih tuan besar." Ucap wanita paruh baya itu sambil membungkukkan badannya.
"Iya bik sama-sama."
Dimas langsung buru-buru keluar dari toko itu dan berjalan kembali ke arah mobilnya.
Wajahnya berubah seketika saat melihat identitas Alexa.
"Aku akan datang secepatnya Alexa." Ucap Dimas menyeringai
Dimas langsung memasuki mobilnya itu.
Dan melajukan mobilnya itu dengan begitu kencang.
Keesokan harinya jam menunjukkan pukul 07.00 pagi.
Alexa yang sudah rapi dengan baju kaos dan celana jins membuatnya terlihat begitu rapi, dan rambut panjang nya juga diikat tinggi.
Alexa menenteng buku dan peralatan menulisnya, ia berjalan menuju ke arah ruang tamu.
Alexa mendaratkan bokongnya di atas lantai keramik, sambil menunggu kedatangan guru homeschooling nya, Alexa sengaja memainkan hpnya itu.
Ia melihat sekumpulan pesan dari Devan, Andre, ayahnya, bahkan Rendhard kakaknya.
Ia pertama kali membuka pesan dari sahabatnya yang bernama Andre itu.
Alexa sengaja tidak membalas pesan dari ayah serta kakaknya itu, karena ia takut jika ayahnya datang dan mencarinya.
Ia membaca pesan dari Andre sahabatnya itu.
Isi pesan
"Alexa aku merindukan mu, ayah sengaja mengurungku disini aku tidak suka berada di tempat ini."
~Andre♥️~
Alexa yang membaca pesan. itu hanya tersenyum, ia tidak berniat membalas pesan dari sahabatnya itu.
Alexa akhirnya menaruh hpnya itu di atas meja.
Tiba-tiba terdengar suara bel kamarnya yang berbunyi pertanda ada tamu datang.
__ADS_1
Alexa langsung bangkit dan berjalan ke arah pintu. Ia lalu membuka pintu hotel itu
Alexa melihat tubuh pria tinggi dan tegap, tapi Alexa tidak bisa melihat wajahnya karena tubuhnya membelakangi Alexa.
"Anda siapa?" Tanya Alexa kepada sosok pria itu
Pria itu langsung membalikan tubuhnya, tetapi Alexa tetap tidak bisa melihat wajah dari pria yang ada di hadapannya ini, karena kepalanya tertutup topi bahkan sampai menutupi sebagian wajahnya.
"Nona, saya adalah guru pengajar apa benar nama nona adalah Alexa?" Ucap pria itu
"I..iya benar saya Alexa, jadi bapak guru pengajar saya kalau begitu mari masuk." Ucap Alexa sambil mempersilahkan masuk.
"Terimakasih nona." Ucap pria itu, pria itu adalah Dimas. Ya Dimas memang menyamar menjadi seorang guru pengajar.
Dimas mulai menyeringai saat melihat Alexa yang menyuruhnya untuk duduk di sofa ruang tamu itu.
"Pak, tunggu di sini dulu ya saya mau membuatkan minuman." Ucap Alexa sambil tersenyum
"Iya Nona." Ucap Dimas
Alexa langsung berjalan ke arah dapur dan meninggalkan Dimas sendiri di rumah tamu.
Dimas langsung mengangkat kepalanya saat melihat Alexa sudah pergi dari hadapannya.
Ia tersenyum licik saat melihat kepardgian Alexa.
"Dasar wanita bodoh." Ucap Dimas sambil menyeringai
Dimas mengambil saput tangan dari kantung celananya lalu menuangkan obat bius pada saput tangannya itu.
Dimas buru-buru menyembunyikan saput tangan itu saat melihat Alexa yang berjalan ke arah nya.
"Pak, ini minumnya dan ini cemilannya maaf ya Alexa cuman punya ini soalnya Alexa baru pindah." Ucap Alexa sambil tersenyum.
Dimas hanya menundukkan kepalanya.
"Iya nona tidak apa-apa ini saja sudah cukup." Ucap Dimas
Alexa langsung duduk di samping Dimas, Alexa benar-benar tidak merasa curiga saat melihat guru pengajarnya ini.
"Pak, jadi kita mulai belajar apa?" Tanya Alexa kepada Dimas si guru pengajar itu.
Dimas langsung membuka topinya itu secara perlahan, Alexa menatap pria di depannya ini yang sedang melepas topi itu dari kepalanya.
Betapa kagetnya Alexa saat melihat wajah guru pengajarannya ini adalah Dimas, Alexa langsung berdiri dari duduknya.
"Kenapa kau ada disini." Ucap Alexa sambil menunjuk ke arah Dimas
"Tentu saja ingin membantumu belajar." Ucap Dimas santai
"Jadi kau guru pengajar itu."
"Iya memangnya kenapa?"
"Kalau begitu keluar sekarang dari ruangan ini." Ucap Alexa marah
"Tidak bisa, aku harus mengajar muridku dulu." Ucap Dimas tersenyum licik
"Aku tidak sudi menjadi muridmu." Ucap Alexa setengah berteriak
__ADS_1