
Dimas yang mendengar ucapan Alexa hanya tersenyum miring.
"Kalau aku tidak mau pergi dari sini kau mau apa?" Ucap Dimas
"Aku akan melaporkan mu ke polisi." Ucap Alexa marah
"Hahaha...."
"Apa kau wanita bodoh, kau sendiri yang menyewa guru homeschooling lalu kenapa sekarang kau malah melaporkan aku ke polisi." Ucap Dimas sambil terkekeh.
"Sudah sana keluar aku tidak butuh guru homeschooling lagi." Ucap Alexa kesal
"Aku tidak mau, aku sudah jauh-jauh kesini jadi aku harus mengajar muridku dulu baru aku bisa pergi." Ucap Dimas santai
"Aku sudah tidak butuh, apa kau tuli!!! aku akan membayarmu dan cepat kau pergi dari sini." Ucap Alexa sambil melemparkan uang kertas dua ratus ribu ke arah Dimas.
Dimas langsung berdiri dari duduknya mendekat ke arah Alexa sambil menyeringai.
"Mau apa kau ha!!!" Ucap Alexa berteriak
"Apa kau takut denganku?"
"Tidak untuk apa aku takut denganmu." Ucap Alexa kesal
"Bila kau tidak takut kenapa wajahmu seperti itu." Ucap Dimas sambil menunjuk-nujuk pipi Alexa
Alexa menepis tangan Dimas, Alex beringsut mundur menjauh dari Dimas.
"Kau sudah berani ya, kau benar-benar tidak sopan sekarang, keluar!! aku tidak ingin melihat wajahmu itu." Ucap Alexa sambil berteriak
"Jangan berteriak seperti itu, kau bisa merusak pita suramu." Ucap Dimas sambil memasukkan satu tangannya ke dalam kantung celana.
"Jika tidak ingin aku berteriak maka jangan menggangguku, sekarang keluar!!" Ucap Alexa sambil menunjuk ke arah pintu keluar
"Apa kau lupa dengan ancaman ku?"
"Aku tidak perduli dengan ancaman itu." Ucap Alexa sambil mengepalkan tangannya.
"Tidak perduli kau bilang, jika itu mau mu kau jangan salahkan aku bila bertindak di luar batas ya." Ucap Dimas
"Maksudmu apa?"
"Kau kan wanita pintar, jadi pasti tidak sulit untuk mengerti apa yang barusan aku katakan." Ucap Dimas santai
"Persetan!!! aku tidak peduli lagi sekarang cepat keluar." Ucap Alexa sinis
__ADS_1
Bukannya keluar Dimas malah mendekat ke arah Alexa dan memperkikis jarak mereka, Alexa beringsut mundur tapi sialnya dia sudah berada di ujung tembok tubuhnya terbentur dengan dinding tembok hotel itu.
"Jangan mendekat." Ucap Alexa berteriak.
Tapi Dimas sama sekali tidak memperdulikan teriakan Alexa ia malah semakin mendekat ke arah Alexa hingga tubuh mereka berdua begitu dekat
"Cantik jika di lihat sedekat ini." Ucap Dimas sambil tersenyum.
"Apa sih yang kau katakan, menyingkir jangan mendekat." Ucap Alexa sambil mendorong dada bidang Dimas.
Dimas mengeluarkan tangannya yang tadi ia masukan ke dalam kantung celana itu, kini di tangan Dimas ada saput tangan yang berisi obat bius itu.
Alexa hanya diam sambil melihat ke arah saput tangan yang di bawa oleh Dimas.
"Mau apa kau?" Ucap Alexa
"Mau mengelap bibirmu ini." Ucap Dimas sambil mengelus Bibir Alexa
Alexa dengan cepat menepis tangan Dimas.
"Kau jangan macam-macam ya, berani sekali kamu!!!" Ucap Alexa marah
Dimas Dengan cepat menutup bibir dan hidung Alexa dengan menggunakan saput tangan itu.
Dimas tersenyum melihat hasil kerjanya itu, ia langsung mengendong tubuh Andini dan berjalan keluar dari kamar hotel itu.
Sesampainya di mobil Dimas langsung merebahkan tubuh Andini di kursi belakang mobil.Setelah itu ia mulai melajukan mobil itu dengan begitu kencang menuju apartemen miliknya.
Semua orang-orang yang berada di dalam hotel itu tidak berani menegur Dimas, karena Dimas adalah bos besar pemilik hotel ini.
2 Jam perjalanan akhirnya Dimas sudah sampai di rumah besar dan luas itu. Ya itu adalah apartemen milik Dimas.
Dimas memencet klakson mobilnya.
Tin...tin...
Keluarlah pria tua yang berlari ke arah pintu gerbang besar itu, pintu itu mulai terbuka mobil Dimas masuk dengan cepat ke dalam halaman apartemen itu.
Dimas turun dari mobil sambil menggendong Alexa dan langsung menuju ke arah pintu utama apartemen itu.
Para pelayan wanita berjejer rapi saat Dimas masuk ke dalam apartemen itu.
"Kalian semua perkenalkan ini nyonya baru kalian, kalian harus mengurus segala keperluan yang dia butuhkan nantinya." Ucap Dimas dingin
Para pelayan itu semua langsung dengan serempak menjawab perkataan tuan mudanya itu.
__ADS_1
"Baik tuan." Ucap semua pelayan wanita.
Dimas menaiki tangga menuju ke lantai atas tempat kamar pribadi miliknya.
Dimas merebahkan tubuh Alexa di atas kasur king size miliknya itu, Dimas merapikan helaian-helaian anak rambut milik Alexa.
Iya tersenyum melihat wajah damai milik Alexa yang tertidur begitu pulas. Dimas mengelus kepala Alexa dengan lembut dan ia mulai mengecup kening, pipi, hidung, dan yang terakhir bibir.
Awalnya Dimas hanya mengecup begitu saja tapi rasa manis yang di timbulkan dari bibir Alexa membuatnya tak berhenti untuk terus menempelkan bibirnya di bibir Alexa
Dimas dengan lembut mulai ******* bibir ranum milik Alexa, Dimas sudah tersulut nafsu birahinya ia memperdalam ciumannya itu. Ia sampai lupa jika saat ini Alexa masih dalam keadaan pingsan.
Dimas mengangkat kepala Alexa sedikit dan terus memperdalam ciumannya itu ia menggigit bibir bawah Alexa sampai menimbulkan luka.
Setelah puas dengan bibir Alexa Dimas, malah turun ke arah leher jenjang milik Alexa ia mengecup, mencium, bahkan menggigit leher itu.
Dimas benar-benar sudah terbawa nafsu ia mulai meraba-raba bagian punggung Alexa, tapi tiba-tiba ia sadar dengan apa yang sudah ia lakukan kepada Alexa, ia langsung kembali merebahkan tubuh Alexa dengan perlahan-lahan.
Ia menyelimuti tubuh Alexa dan mengecup bibir Alexa sebentar lalu ia bangun dari duduknya dan berjalan ke arah kamar mandi untuk mandi air dingin karena adik kecilnya meronta tidak terpuaskan.
Pukul 07.00 malam
Alexa terbangun dari tidurnya ia melihat ke sekeliling kamar yang ia tempati itu.
"Aku ada di mana kenapa kamar hotel Ku berbeda." Ucap Alexa
Alexa duduk di sisi ranjang besar itu, ia terus melihat ke arah sekeliling kamar. Ia memutuskan untuk keluar dari kamar yang ia tempati sekarang.
Saat hendak bangun pintu kamar itu pun terbuka, dan masuklah seorang pria tampan dengan menggunakan kaos putih yang terbalut pada tubuh tegapnya itu.
Siapa lagi kalau bukan Dimas ia berjalan mendekat ke arah Andini yang berdiri mematung sambil menatapnya ke arahnya itu.
"Sudah bangun rupanya." Ucap Dimas tersenyum manis
"Dimana aku ini, Kenapa kamar hotel ku berbeda." Ucap Andini
"Tentu saja berbeda, kau sekarang ada di dalam kamarku Alexa." Ucap Dimas santai.
"Apa maksudmu, kenapa aku bisa ada di sini ha!!!" Ucap Alexa marah.
"Kau pikir saja sendiri." Ucap Dimas sambil tersenyum
"Aku lupa apa yang terjadi denganku." Ucap Alexa ling lung.
"Bagus kalau kau lupa." Ucap Dimas santai
__ADS_1