
Setelah kepulangan mereka dari butik kini Dimas dan Alexa hanya diam tanpa ada yang membuka suara lebih dulu.
Alexa masih saja memikirkan cara cepat agar mantan pacar Dimas dapat kembali ke pelukan Dimas karena Alexa benar-benar ingin kembali seperti dulu bersekolah bertemu dengan Andre, dan Devan.
Alexa menghela nafas ia melirik ke arah jam dinding yang sudah menunjukkan pukul 9, Alexa menoleh ke arah Dimas yang sedang duduk sambil memainkan gadget di tangannya.
"Aku tidur duluan." Ucap Alexa.
Dimas menoleh ke arah Alexa yang sudah lebih dulu naik ke ranjang sambil menutup sebagian tubuhnya dengan selimut tebal.
Dimas bangkit dari duduknya berjalan mendekat ke arah ranjang, Dimas mengintip wajah Alexa yang sudah tertidur di rasa sudah aman Dimas memutuskan untuk naik ke atas ranjang dengan gerakan yang cukup pelan.
Krekk... Suara decitan tempat tidur.
"Sial besok aku harus mengganti tempat tidur ini, bisa-bisa Alexa bangun denger suara decitan tempat tidur ini." Gumam Dimas.
Dimas kembali melirik ke arah Alexa, tapi untung saja tidak ada pergerakan dari Alexa.
Dimas kembali mendekat ke arah Alexa lalu setelah itu ia memeluk tubuh Alexa dari belakang, rasa hangat pada tubuh Alexa membuat Dimas merasa nyaman.
Dimas mengangakat kepala Alexa dengan perlahan-lahan dan penuh hati-hati lalu menjadikan lengannya sebagai bantal untuk Alexa.
Dan malam itu mereka berdua tidur nyenyak dalam pelukan mereka masing-masing.
KEESOKAN HARINYA.
Jam 08.00
Kini hari di mana pernikahan antara Dimas dan Alexa akan terlaksana, di sudut ruangan Alexa sudah berdiri dengan gaun pengantin yang panjang dan indah, riasan pada wajah Alexa membuat semua orang yang menatapnya menjadi iri karena kecantikan yang di miliki Alexa.
Sedangkan Dimas sudah selesai dengan balutan tuxdo pada tubuhnya, wajah tampan Dimas sungguh membuat kaum wanita terpesona akan ketampanan yang di miliki Dimas.
Kini saatnya Dimas dan Alexa berdiri di altar, Dimas sudah berdiri tegap menunggu kedatangan sang mempelai wanita.
Alexa berjalan dengan anggun ditemani oleh Abimanyu di sisinya, wajah Alexa sedikit terlihat gusar jantung Alexa bahkan berdetak begitu kencang karena ini adalah hari dimana Alexa akan menjadi seorang istri.
__ADS_1
Alexa kini sudah berdiri tepat di hadapan Dimas, Dimas tersenyum manis ke arah Alexa.
Kini saatnya mereka mulai mengucapakan janji suci pernikahan di depan altar banyak orang yang melihat mereka, banyak yang memuji kecantikan Alexa dan bahkan banyak juga yang memuji ketampanan Dimas.
Mereka berdua memang sangat serasi dari segi wajah, tampak orang-orang yang datang ke pernikahan itu begitu antusias melihat mempelai wanita dan pria.
Kini Dimas mulai mengucapakan janji suci di hadapan semua orang.
"Alexa, aku mengambil engkau menjadi seorang istri, untuk saling memiliki dan juga menjaga dari sekarang sampai selama-lamanya. Pada waktu susah maupun senang, pada waktu kelimpahan maupun kekurangan, dan pada waktu sehat maupun sakit. Untuk selalu saling mengasihi dan mengahargai sampai maut memisahkan kita. Sesuai dengan hukum Allah yang kudus dan inilah janji setiaku yang tulus." Ucap Dimas.
Kini giliran Alexa yang mengucapakan janji suci itu, dengan air mata yang mengalir di pipinya Alexa berusaha mengeluarkan kata-kata sakral itu.
"Dimas, aku mengambil engkau menjadi seorang suami, untuk saling memiliki dan juga menjaga dari sekarang sampai selama-lamanya. Pada waktu susah maupun senang, pada waktu kelimpahan maupun kekurangan, dan pada waktu sehat maupun sakit. Untuk selalu saling mengasihi dan mengahargai sampai maut memisahkan kita. Sesuai dengan hukum Allah yang kudus dan inilah janji setiaku yang tulus." Ucap Alexa.
"Untuk mempelai pria silahkan mencium mempelai wanita." Ucap Pendeta.
Kini saatnya Dimas mencium Alexa, Dimas mendekatkan wajahnya kehadapan Alexa lalu saat itu juga Dimas mencium bibir Alexa.
Suara tepuk tangan bergemuruh di ruangan itu, tepukan tangan itu menjadi saksi dimana Dimas dan Alexa resmi menjadi seorang suami dan istri.
"Istriku." Ucap Dimas sambil tersenyum ke arah Alexa.
Jantung Alexa berdetak kencang begitu saja, saat Dimas memanggilnya dengan sebutan istri.
"Kita sekarang sudah menjadi suami istri yang sah Alexa semoga kedepannya kamu bisa mencintai aku dengan tulus." Ucap Dimas.
Alexa hanya menatap wajah Dimas, sekarang hati Tasya begitu bimbang di lain sisi ia tidak tahu perasaan apa yang saat ini ia rasakan di sisi lain ia juga tidak mungkin menjadi perusak dalam kisah cinta Dimas dengan Clarisa.
"Alexa kamu kenapa diam aja." Ucap Dimas sambil mengelus pipi Alexa.
"Ngak aku ngak papa." Ucap Alexa.
Dimas mencium kening Alexa, sungguh bahagia hati Dimas hari ini semua keinginan akhirnya tercapai menjadikan Alexa sebagi istri yang sah di mata hukum dan agama.
Dimas berjanji dia akan menjadi suami yang baik dan setia untuk selama-lamanya.
__ADS_1
Meskipun umur mereka terpaut lumayan jauh tapi Dimas sama sekali tidak mempermasalahkan hal itu, bagi Dimas Alexa adalah wanita yang pertama kali membuat dia jatuh cinta sampe seperti ini.
Kenangannya dulu bersama Clarisa adalah sebuah kesalahan yang pernah Dimas lakukan.
Kini wanita cantik bertubuh mungil sedang berdiri di hadapan Dimas dengan mata yang bening dan bibir yang merah merona.
Dimas menarik tangan Alexa ke sisi panggung ia mengajak Alexa menurun tangga menuju ke arah dimana tersedia berbagai cemilan dan minuman.
"Dimas kamu mau kemana?" Tanya Alexa sambil menatap ke arah Dimas.
"Ikut aku saja, nanti juga tahu." Ucap Dimas ambil tersenyum.
Dimas dan Alexa berjalan beriringan menuju ke arah meja yang berisi beraneka makanan dan minuman yang di sediakan untuk para tamu undangan.
Dimas mengambil cemilan dan minuman, lalu memberikannya kepada Alexa.
"Diminum dulu pasti haus." Ucap Dimas.
"Ada apa dengan pria ini kelakuannya berubah banget dia romantis ngak kaya dulu." Batin Alexa.
"Jangan lihatin aku kaya gitu ayo makan cemilan nya." Ucap Dimas.
"Iya.. iya... ini aku mau makan." Ucap Alexa.
"Kamu tungguin aku di sini ya, jangan kemana-mana."
"Kamu mau ngapain?" Tanya Alexa.
"Aku mau ketemu sama kerabat dari perusahaan lain, mereka semua datang untung mengucapkan selamat atas pernikahan kita, tunggu di sini sebentar ya."
"Iya."
Dimas berjalan meninggalkan Alexa yang masih berdiri di depan meja yang berisi berbagai macam jenis makanan.
"Bahkan dia tidak ingin mengajak ku untuk berkenalan dengan kerabatnya itu." Ucap Alexa kesal.
__ADS_1
"Alexa... Alexa ada apa dengan kamu, aku kan ngak cinta sama dia ngapin juga harus kesal kaya gini." Ucap Alexa sambil memukul kepalanya.