
Sesampainya di meja barista Rere langsung menarik tangan Alexa untuk belajar membuat aneka macam kopi.
"Re, kenapa aku di ajarin membuat kopi bukannya aku seorang pelayan." Tanya Alexa kepada Rere
"Tentu saja kau seorang pelayan tapi kau juga harus pintar dalam meracik kopi." Ucap Rere santai
Alexa yang mendengar itu hanya mengerutkan dahinya, Alexa benar-benar tidak mengerti dengan yang di katakan oleh teman wanitanya itu.
"Ah..., Alexa kenapa diam disana ayo sini ikut aku untuk meracik kopi." Ucap Rere seraya tersenyum ke arah Alexa
Alexa langsung berjalan mendekati Rere
"Re, jadi aku disini memiliki dua pekerjaan ya?" Tanya Alexa bingung
"Tentu saja Alexa, kau bekerja sebagai pelayan sekaligus meracik kopi ini, aku juga sama kok seperti kamu." Ucap Rere diselingi tawa.
Alexa yang mendengar itu hanya Manggut-manggut tanda ia mengerti.
"Ya sudah tunggu apalagi ayo Alexa bantu aku." Ucap Rere sambil membawa gelas kaca
"Ah.., iya Re." Ucap Alexa
Rere pun mengajarkan Alexa dengan penuh semangat, begitu juga dengan Alexa dia benar-benar cepat tanggap dan mengerti.
"Wah.., Alexa kau benar-benar cepat sekali mengerti ya padahal aku baru mengajari mu beberapa menit." Ucap Rere seraya tersenyum manis.
"Eh..., ini bukan apa-apa jangan memujiku seperti itu." Ucap Alexa malu.
"Eh..., dua wanita apa yang kalian bicarakan?" Ucap Wiliam yang tiba-tiba muncul.
Alexa dan Rere yang mendengar suara Wiliam langsung berhenti berbicara mereka berdua langsung menatap ke arah wajah Wiliam.
"Eh.., pak Wiliam." Ucap Rere malu-malu
Alexa yang melihat itu hanya menaikan sebelah alisnya.
"Rupanya Rere menyukai Wiliam aku bisa melihat ekspresi nya, wajahnya langsung tersipu seperti itu saat Wiliam datang." Batin Alexa
"Kalian sedang berbicara apa?" Ucap Wiliam sambil melihat ke arah Alexa
Sedangkan Alexa yang di tatap seperti itu hanya cuek.
"Ini pak aku lagi ngajarin Alexa buat kopi." Ucap Rere
"Uh.., kok dari tadi Rere terus sih yang jawab, Alexa kapan." Batin Wiliam sambil terus menatap ke arah Alexa yang sedang mengaduk-aduk kopi.
"Hmm..., Rere bisa minta tolong ngak?" Ucap Wiliam
__ADS_1
"Tentu saja pak." Ucap Rere tersenyum senang.
"Tolong ambilkan saya biji kopi yang baru di belakang."
"Eh.., kok biji baru pak kan biji kopinya masih ada kenapa ambil yang baru lagi pak." Ucap Rere bingung.
"Iya aku ingin yang baru aja Re." Ucap Wiliam dingin.
"I..iya pak kalau gitu saya ke belakang dulu." Ucap Rere gugup
Rere langsung berlalu pergi dari hadapan Wiliam, Wiliam yang melihat kepergian Rere langsung bernafas lega.
Wiliam kembali menatap ke arah Alexa yang asik membuat kopi itu.
"Alexa.." Panggil Wiliam kepada Alexa
Alexa yang di panggil langsung menoleh ke arah Wiliam.
"Iya pak." Ucap Alexa
"Eh!! kok pak lagi sih kan aku sudah suruh kamu panggil aku Wiliam." Ucap Wiliam
"Ah.., ngak enak pak yang lain panggil kamu pak masak aku panggil kamu Wiliam." Ucap Alexa
"Ya udah deh, tapi kalau di luar jam kerja kamu panggil aku Wiliam aja ya."
"Iya pak" Ucap Alexa
"Ah.., iya pak." Ucap Alexa
Wiliam langsung pergi meninggalkan Alexa yang masih berdiri di dekat meja barista.
Alexa yang sudah selesai membuat kopi langsung menaruh kopi-kopi itu di atas nampan, setelah itu Alexa langsung berjalan ke arah sekumpulan wanita-wanita yang menggunakan seragam sekolah itu.
Tapi alangkah kagetnya Alexa saat melihat sekumpulan-sekumpulan wanita itu ternyata adalah teman-temannya dulu yang bersekolah di high school deandles.
Mereka adalah wanita yang bermake-up tebal itu, siapa lagi kalau bukan Tiara dan gengnya.
Alexa langsung bersikap biasa saat melangkah mendekati meja itu dengan membawa nampan di tangannya.
"Permisi, ini kopi pesanannya." Ucap Alexa bersikap ramah.
"Eh lihat ternyata dia seorang pelayan kalau ngak salah dia namanya Alexa ya cewek genit yang suka deket-deket sama Devan." Ucap Tiara sambil tersenyum sinis.
Alexa yang mendengar itu langsung menoleh ke arah Tiara.
"Apa sebenarnya yang mereka katakan, mereka tidak sadar jika mereka yang menjadi wanita genit lihat saja mukanya itu penuh dempul." Batin Alexa
__ADS_1
Alexa hanya menanggapi senyuman ke arah Tiara.
"Ya sudah saya permisi dulu ya." Ucap Alexa ramah.
"Etsss..., mau kemana kita disini pembeli kamu harus ngelayanin kita dong." Ucap Tiara sambil menyeringai.
"Maaf saya masih banyak kerjaan di belakang."
"Eh..., jadi pelayan aja sombong." Ucap salah satu teman Tiara
Alexa yang mendengar itu hanya mengepal kan tangannya, ia tidak boleh terbawa emosi bisa-bisa pekerjaannya hilang begitu saja jika meladeni wanita resek itu.
"Maaf saya permisi." Ucap Alexa seraya tersenyum.
Saat Alexa melangkah kan kakinya tiba-tiba saja ia tersandung dengan kaki Tiara dan tubuh Alexa terjatuh di lantai itu.
Brakk...
"Aw..., sakit sekali." Ucap Alexa sambil memegang lutut kakinya.
Wiliam yang melihat itu langsung buru-buru mengahampiri Alexa.
"Alexa kau tidak apa-apa." Ucap Wiliam sambil membantu Alexa bangun dari duduknya.
"Eh, ternyata selain pelayan dia juga simpanan pria ya." Ucap Tiara sambil tertawa terbahak-bahak.
"Maaf mbak sebelumnya, Alexa ini adalah karyawan saya kalian tidak boleh berbicara seperti itu dengan karyawan saya." Ucap Wiliam dingin
"Ahh.., ternyata dia simpanan bos cafe ini." Ucap teman Tiara
"Pantas saja, aku baru tahu selain dia miskin, ternyata dia wanita murahan." Ucap Tiara.
"Cukup.., jika kalian disini sekedar menghina karyawan saya lebih baik kalian angkat kaki dari cafe saya." Ucap Wiliam tegas.
"Sombong sekali pria ini, eh... asal kamu tau ya kami juga tidak Sudi menginjakan kaki kami di cafe ini." Ucap Tiara sinis
"Bagus kalau begitu, sekarang kalian cepat pergi pintunya ada di sebelah sana, ayo silahkan." Ucap Dimas sambil menunjuk ke arah pintu keluar.
Tiara dan teman-temannya itu langsung pergi sambil meghentak-hentakan kakinya itu.
"Dasar wanita itu masih anak sekolahan aja udah berlagak sombong." Ucap Wiliam sambil mengelang-gelengkan kepalanya.
"Aku juga anak sekolahan." Ucap Alexa menimpali.
"Eh, maaf aku ngak tau kalau kamu masih sekolah, tapi kamu beda kok sama mereka." Ucap Wiliam malu-malu seraya mengaruk kepala belakangnya.
"Tidak papa." Ucap Alexa seraya terkekeh
__ADS_1
"Ngak ada yang sakit kan? itu lutut kamu berdarah aku obatin ya." Ucap Wiliam
"Ngak usah, trimaksih aku bisa obatin sendiri kok." Ucap Alexa seraya tersenyum manis.