
Part 6
_Flashback Kirana_
Kirana seorang wanita biasa dari Kota Jing hye. Ia bepergian seorang diri mengantar paket untuk salah satu keluarga dermawan di Kota Trillia. Namun ternyata, perjalanan Kirana tak semulus dugaannya. Ia terpaksa menghentikan laju kereta ketika melihat sekelompok pria sedang berkerumun. Mereka menutup satu-satunya akses jalan yang ditempuh Kirana.
Penasaran, Kirana lantas turun dari kereta dan berniat mencaritahu apa yang sedang terjadi. Tak disangka, rupanya hari itu adalah hari sial yang harus Kirana alami.
Ia terkejut kala melihat salah seorang dari beberapa pria itu menghunuskan pedang dan menusuk ke perut pria yang berada di hadapan mereka, Kirana mendengar mereka menyebut nama Yosida setelah menusukkan pedang sebanyak dua kali.
Karena takut, gadis itu lantas bersembunyi di balik semak. Namun sialnya, kaki Kirana menginjak ranting dan membuat bunyi yang akhirnya mengundang mata para bandit menengok ke arahnya.
'Kejar wanita itu! Jangan sampai dia lolos!'
Itulah kata yang keluar dari mulut mereka, kata yang sempat terdengar oleh Kirana.
Para bandit itu mengira Kirana telah mendengar semua yang mereka perbincangkan. Mereka akhirnya mengejar dan berusaha membunuh kirana. Gadis itu tergopoh berlari masuk ke hutan.
Kereta yang digunakan kirana pun dirusak oleh kelompok bandit tadi. Membuat si gadis tak punya pilihan selain menyelamatkan si pria yang terhunus, berharap pria itu masih hidup dan menjadi teman seperjalannya nanti.
Yosida, itulah nama pria yang jatuh bersimbuh darah, yang mendapat tusukan sebanyak dua kali. Dialah satu-satunya harapan Kirana.
Tak lagi berpikir panjang, gadis itu memutuskan untuk menyelamatkan Yosida. Pria yang sudah hampir mati.
Dengan tekun ia merawat Yosida dan berharap pria yang ia selamatkan mau mengantarkannya ke desa terdekat dari tempat mereka berada.
*****
Lanjutan cerita episode lima ....
"Hei! ... dia ada di sini!" panggil salah seorang dari mereka pada kelompok bandit lainnya setelah berhasil menemukan Kirana. Pria itu kemudian meringkusnya.
"Lepaskan aku!" pekik Kirana.
Mereka segera masuk dan berkumpul di pabrik tempat Kirana bersembunyi.
"Wah! wah! Rupanya kau adalah gadis yang sempat kabur ke hutan saat itu," tutur salah seorang dari mereka.
"Apa yang kau ketahui tentang Yosida si pengkhianat itu?" gertaknya lagi, kali ini dengan menekan leher Kirana.
__ADS_1
"Aaahhh!" Kirana memekik.
Tangan besar si bandit kemudian mencengkram erat leher Kirana. Membuat sang gadis kesusahan untuk bernapas.
"Jangan bunuh dia, Kida! Biarkan dia hidup. Dia akan menjadi umpan yang bagus untuk kita gunakan memancing Yosida," ungkap seorang pria yang tampak seperti ketua geng dari kumpulan itu.
"Otakmu memang selalu bisa diandalkan!" sahut Kida, diiringi dengan tawa sekawanan kelompok bandit.
Kida melepas cengkramannya, membuat si gadis terbatuk-batuk dengan tubuh yang langsung terduduk lemas.
"Ikat tangannya, masukkan dia ke tandu!" perintah sang ketua padanya.
Beberapa bandit mulai mengambil tali, mengikat ke belakang tangan Kirana.
Gadis itu pun memberontak, berusaha melepaskan diri dari mereka, tetapi ia tak cukup kuat untuk melawan.
"Hmm ... manis juga wanita ini!" puji Si ketua, dengan tangan yang menyentuh dagu Kirana.
"Cuh!" Kirana meludah dan tepat mengenai wajahnya.
"Kurang ajar!"
Sebuah tamparan dilayangkan dan langsung mengenai wajah Kirana.
"Dasar pelac*r!" Pria bandit itu menghina dan berniat melecehkan Kirana.
"Cepat bawa wanita ****** itu!" perintahnya.
"Kau tak akan bisa melawan Yosida, dia bukan tandingan kalian!" ungkap Kirana saat tubuh lemahnya mulai di tarik secara paksa dan berakhir dengan di seret oleh mereka.
"Hahahaha!" Serentak mereka menertawai ucapan Kirana.
"Apa kau bilang? Bukan tandingan?!" Sang ketua kembali tertawa.
"Apa kau tau siapa itu Yosida? Dia itu pengkhianat Negara. Dia pantas mati!"
"Aku tak percaya!" sahut Kirana.
"Wah! wah! Sepertinya ada yang terlibat cinta dengan si pengkhianat! Biar kuberitahu kau gadis malang!" tukasnya. Sedang netra Kirana dipaksa untuk menatapnya.
__ADS_1
"Yosida adalah pangeran yang telah membunuh ayahnya sendiri, Kaisar Gaozu! Dia serakah dan haus akan harta! Dia mengincar jabatan ayahnya ...." Belum sempat si berandal melanjutkan ucapannya, seketika Kirana menyela.
"Pembohong! Aku tak percaya," ungkap Kirana memutus pembicaraan sang ketua.
"Ya! Tak mengapa kalau kau tak percaya! Kau hanyalah umpan yang akan aku gunakan untuk menangkap pengkhianat itu! Dan setelah itu ... takdirmu yang akan menentukan nasibmu!" tukasnya dengan sorot mata yang tajam. Lalu menyuruh kawanan kelompoknya untuk segera menyeret Kirana.
Mereka akhirnya memasukkan Kirana secara paksa ke dalam tandu dan langsung membawanya.
*****
_Flashback 'Yosida_
Yosida terlahir sebagai anak dari seorang selir Kaisar Gaozu bernama Ying Hyen. Selir yang tamak, haus akan harta dan takhta.
Ying Hyen membesarkan Yosida bukan berdasarkan kasih sayang, melainkan sebagai alat untuk menggapai posisi Permaisuri pada Dinasti Kaisar Gaozu. Dengan menjadikan Yosida kandidat Kaisar pewaris takhta.
Yosida dipaksa untuk mempelajari sejarah dan aturan-aturan kekaisaran, tetapi Yosida tak mematuhinya. Sebab Ia lebih suka berburu dan belajar ilmu beladiri.
Ying Hyen seringkali memaksa bahkan sampai mengurung Yosida jika ia menolak untuk mempelajari sejarah dan aturan kekaisaran. Hal itu membuat Yosida membenci ibunya, Ying Hyen.
Yosida, pangeran yang aktif dalam setiap pertempuran. Seringkali, pertempuran dimenangkan oleh kelompok yang dipimpin olehnya. Semakin sering Yosida membunuh, semakin haus ia akan darah manusia. Ia pun menjadi sosok yang dingin, pendiam. Tak segan ia memenggal kepala siapa saja yang berani melawan perintah dan kehendaknya.
Ia mendapat predikat pangeran terburuk pada dinasti kekaisaran Gaozu.
Namun, siapa sangka, ayahnya, Kaisar Gaozu justru menyukainya, dan memilihnya sebagai kandidat pewaris Takhta.
Zhou adalah adik Kaisar Gaozu sekaligus paman dari Yosida, tak terima dengan keputusan Kaisar Gaozu memilih Yosida sebagai pewaris takhta.
Zhou juga salah satu petinggi yang mengincar takhta kekaisaran.
Zhou berhasil membunuh Kaisar Gaozu dengan perencanaan yang cukup matang. Dengan dalih Yosida sebagai tersangka pembunuh Kaisar Gaozu, ayahnya sendiri.
Yosida akhirnya ditetapkan sebagai tersangka, dan dijerat pasal dengan hukuman gantung. Beruntung Yosida berhasil melarikan diri sebelum hari di mana Yosida akan di gantung.
Zhou akhirnya mengirim beberapa pasukan pembunuh untuk membawa pulang Yosida. Namun, selalu saja gagal. Ia menghadiahkan dua ratus keping emas jika berhasil membawa pulang Yosida dalam keadaan hidup ataupun mati.
Setelah Kaisar Gaozu wafat, Zhou berhasil menduduki takhta, menggantikan posisi kakaknya. Ia akhirnya berkuasa di Kekaisaran dinasti Gaozu.
Bersambung ....
__ADS_1