
Mereka hanya bersantai saja di roftop bahkan juga ada yang bermain gitar di sana karena di sana memang tempat mereka. Tidak akan ada yang naik ke tempat itu sebab roftop sudah menjadi tempat Galang bersama para sahabat nya jika ada yang berani menempati nya Galang akan melempar kan nya kepada hingga mereka akan kehilangan nyawa nya dan itu juga pernah terjadi sebelumnya maka dari itu tidak ada yang berani melakukan nya lagi
"Lo balapan nanti malam Lang ?". Tanya Darren
"Gue gak akan turun jika hadiah hanya mobil rongsokan seperti itu. Membuang waktu saja ". Jawab Galang
"Ericka, bukan nya dia akan pindah ke sini Nath. Lalu kapan ?". Tanya Jo
Karl menatap Jo membuat nya pun kini tersenyum lupa jika Galang tidak akan suka dengan pembahasan ini . Dia lupa sebab memang tidak ada pembahasan yang terjadi jadi dari pada bosan mending dia bertanya saja bukan
"Beberapa hari lagi dia akan masuk di kampus ini . Gue berharap Lo tidak akan melakukan hal buruk dengan nya Lang". Kata Nathan
"Bahkan bertemu dengan nya saja gue tidak Sudi untuk apa juga menyentuh nya ". Kata Galang dengan sorot mata tajam nya
Nathan ingin mengatakan sesuatu lagi namun Karl menahan dia agar tidak membuat Galang marah lagi apalagi tadi dia sudah memperingatkan Nathan untuk tidak mencari masalah . Meksipun Galang tidak menyebutkan nama tapi mereka semua sudah paham maksud pembicara Galang itu apa jadi mereka pun tidak ingin keributan terjadi
"Setidak nya biarkan saja dia belajar dengan tenang Lang jangan membuat nya dia di bully banyak orang nanti nya ". Kata Karl mencoba menasehati sahabat nya
Galang tidak menjawab karena dia tidak pernah suka jika harus membahas tentang Ericka mantan kekasih nya itu yang membuat dia menjadi seperti saat ini . Menjadi lelaki sangat dingin sekali dan juga keras tidak bisa di sentuh oleh sembarang orang bahkan mengobrol pun juga dia jarang membuat dia semakin banyak yang menyukai nya
"Gue beli makan dulu di bawah apa ada yang punya pesanan khusus?". Tanya Jo
"Belikan makanan kesukaan Ryn dan suruh mereka orang memberikan nya . Pastikan dia menerima itu ". Kata Galang
Ya selalu Begitu, dia tidak akan pernah melupakan Ryn bahkan apapun jika di luar tanpa Ryn maka Galang pun akan membungkus kan untuk wanita nya itu sungguh hanya dengan Ryn saja dia akan bersikap baik dan juga lembut bahkan dengan sahabat nya sendiri dia jarang seperti itu dan malah lebih sering bertengkar saja seperti hal nya tadi sebelum berangkat ke kampus
Di kelas nya Ryn kini tengah menyimak materi dengan serius nya bahkan dia tak menghiraukan apapun hingga dia melihat Jo melewati kelas nya membuat dia menatap namun hanya sekilas saja .
"Tumben sekali dia sendiri tanpa anak atlas lain nya ". Gumam Ryn
"Untuk kali ini lakukan tugas nya dengan secara kelompok dan selesai kan proposal nya juga dengan cepat ". Kata sang dosen lalu pergi meninggalkan kelas
"Huft sangat membosankan sekali ". Kata Ziya
"Lo ketiduran kan sejak tadi ". Kata Ryn yang memang duduk bersebelahan dengan Ziya
"Boring banget jadwal hari ini sungguh gue ngantuk sekali ". Kata Ziya
__ADS_1
"Lo mana pernah juga gak ngantuk bahkan tiap hari juga Tidur di kelas selama pelajaran di mulai . Gak takut Lo nanti dapat masalah ". Kata Ryn
"Ya elah Ryn santai saja kali , jika dapat masalah ya wajar saja kan memang hidup ini penuh dengan masalah jadi bawa santai saja ". Kata Ziya dengan santai dan dia memang orang nya sangat santai sekali
"Eh Ryn bagiamana tugas kita ?". Tanya Boby teman kelompok nya
"Tugas apa ?". Tanya Ryn yang lupa akan tugas mereka
"Lo masih mudah sudah pikun Ryn , mikir apa sih Lo itu sampai gagal fokus seperti ini tidak seperti biasanya." Ujar Nina
"Tahu nih anak , kelihatan saja menyimak dengan baik nyatanya nol besar ". Kata Agha
"Sialan kalian berani banget ngatain gue ". Kata Ryn
"Kita harus dapat tanda tangan dari anggota Atlas Ryn untuk menunjang kegiatan kita karena mereka sungguh backing an yang sangat Kuat jadi jika ada salah satu dari mereka kita pasti aman dari kakak senior nanti nya ". Kata Boby
"Memang ya kalau di tempat elit , senioritas masih saja berlaku ". Kata Ryn
"Ziya, bukan nya Lo dekat dengan kak Darren. Apa gak bisa Lo minta tanda tangan dia ?". Tanya Boby
"Dekat apa nya , gak ada gue dekat dengan Darren si play boy itu . Najis banget dekat dengan dia ". Kata Ziya
"Itu kak Darren dan jika saja kak Galang yang melakukan nya tentu juga kita pasti menang dalam hal ini ". Kata Nina
Namun mereka tahu tidak akan pernah ada yang bisa mendapatkan tanda tangan dari Galang bahkan berpartisipasi dalam acara seperti ini bagi nya tidak ada gunanya dan bahkan jarang juga anak Atlas membantu , mereka hanya memberikan tanda tangan saja yang mana biasanya dilakukan oleh Jo saja tidak untuk anggota yang lain nya
"Tapi di anak sebelah gue dengar jika back up mereka kak Nathan jadi percuma juga bukan jika meminta bantuan kak Darren". Kata Nina
." Siapa yang di back up Nathan ?". Tanya Ryn penasaran
"Lo itu memang terlalu sibuk cari cuan maka nya kurang update sekali ." Kata Ziya
"Cewek populer sekolah sekaligus anak dekan kita. Dia kan di kabarkan dekat dengan kak Nathan dan saat ini kak Nathan pun juga menjadi back up nya ". Kata Nina
"Si Wilda yang Lo maksud?". Tanya Ryn
"Yups benar sekali tebakan Lo Ryn ". Kata Nina
__ADS_1
"Menentang dia tidak akan bisa Ryn bahkan dia juga terlihat tidak suka bukan dengan Lo dan beberapa kali juga melakukan hal kurang baik jadi gue pun juga merasa was-was sekali ". Kata Boby
Ryn masih belum tahu apa yang di katakan mereka benar atau tidak tentang rumor Nathan sebab Ryn juga tidak pernah mendengar hal itu sebelum nya jadi dia masih akan mencari tahu tentang hal itu
"Ryn ". Panggil sang ketua BEM
"Ada apa ?". Tanya Ryn kepada Dimas ketua BEM Kampus
"Ada kerjaan untuk Lo dan ini harus di kerjakan hari ini juga . Sisil tidak bisa jadi Lo yang harus melakukan nya ". Kata Dimas
"Kenapa harus gue , bukan nya ada yang lain nya lalu kenapa gue yang di suruh ". Kata Ryn
"Karena dia kan partner Lo jadi Lo urus hal ini jika dia tidak bisa melakukan nya ". Kata Dimas dengan nada memerintah nya
"Misi Ryn sorry ini ada kiriman makanan untuk Lo ". Kata seseorang yang Ryn sendiri pun tidak kenal
"Dari siapa ?". Tanya Ryn
Belum juga dia menjawab tapi dia langsung pergi begitu saja dan ponsel Ryn pun berdering tanda pesan masuk
"Makan jangan sampai di buang karena gue beli nya pakai uang ". Kata Galang
Ryn pun diam saja setelah tahu siapa yang memberikan makanan tadi dan dia kini kembali fokus pada Dimas
"Lo harus bisa mendapatkan tanda tangan Karl sebelum jam pulang kampus ". Kata Dimas lalu pergi
Setelah Dimas pergi kini Sisil wanita yang tadi di bicarakan Dimas pun masuk . Dia dengan kacamata tebal serta rambut kepang nya itu kini berjalan menghampiri Ryn dengan wajah ketakutan nya
"Lo kenapa ?". Tanya Ryn
"Maaf merepotkan kakak karena hal ini ". Kata sisil gugup sekali
"Gak masalah . Lo kenapa apa di bully lagi ?". Tanya Ryn kembali
"Tidak kak ". Jawab Sisil
"Lah terus Lo kenapa gemetaran gini padahal kita juga gak melakukan apapun kepada Lo kan ". Kata Ziya
__ADS_1
Sisil hanya diam saja membuat Ryn pun juga heran tapi dia tidak bisa memaksa jika sisil saja enggan bicara lalu untuk apa juga dia terus memaksa gadis itu mengatakan gak sebenarnya