Kisah Cinta Sang Leader

Kisah Cinta Sang Leader
Luar Biasa


__ADS_3

Dimas masih berada di rumah sakit dan papa nya pun juga tidak bisa berbuat apapun karena pihak kampus juga sudah mengatakan jika Ryn juga dalam lingkup Galang jadi mereka juga tidak berani jika mengusik Ryn karena Galang sangat menakutkan jika sudah marah bahkan orang tua nya pun juga tidak bisa mengendalikan mereka apalagi pihak kampus


"Bagaimana pa , apa tidak bisa jika Dimas di pindahkan saja ke rumah sakit yang lebih canggih lagi agar putra kita bisa segera membaik dan sadar". Kata Wulan mama Dimas


"Kita tidak bisa melakukan penerbangan jika membawa Dimas , ma ". Kata Rudi sangat frustasi juga akan hal ini


Mama Dimas tentu saja mereka aneh dan juga heran , kenapa mereka tidak bisa melakukan penerbangan bahkan mereka juga memiliki pesawat pribadi jadi kenapa bisa seperti itu


"Kenapa pa , bukan nya kita bisa membawa Dimas dengan pesawat pribadi kita ". Kata Wulan


"Anak dari keluarga Aditama itu memblokir akses keluar Dimas dari negara ini jadi dia tidak akan bisa mendapatkan pengobatan terbaik bahkan dokter terbaik pun juga di larang dia menangani Dimas ". Kata Rudi


Seketika Wulan pun menjadi sangat lemas sekali karena dia tidak menyangka jika Berurusan dengan keluarga Aditama sangat mengerikan sekali bahkan menyangkut nyawa anak nya pun dia tidak bisa berbuat apapun , sungguh dia pun kini menangis sejadi-jadinya karena mengetahui hal itu . sebagai seorang ibu tentu saja dia tidak ingin kehilangan putra nya apalagi ini adalah putra semata wayangnya jadi dia pun juga tidak ingin jika kehilangan nya


"Papa harus melakukan sesuatu karena mama juga tidak ingin kehilangan putra kita ". Kata Wulan


"Papa akan mencari cara dan saat ini mama harus bisa menenangkan diri dulu agar papa bisa memikirkan cara nya seperti apa nanti ". Kata Rudi


sungguh dia juga bingung karena keluarga Aditama memang sangat berkuasa sekali bahkan tak pernah ada yang berani melawan mereka sebab itu sungguh sangat mustahil dan bisa membuat mereka yang berusaha melawan akan hancur sendiri jika mereka bergerak


Dan saat ini pun seperti yang di perkirakan para sahabat nya , Nathan Sedang menemani Ericka membeli perlengkapan nya yang masih kurang dan dia pun terlihat sangat sabar sekali jalan bersama Ericka yang sejak tadi hanya muter terus tidak berhasil menemukan apa yang dia inginkan bahkan beberapa barang sudah di lihat tapi masih saja tidak cocok jadi Nathan pun harus sabar jika menemani wanita itu belanja saat ini


"Oh ya tadi mama telfon kata nya dia saat ini ada di rumah mu Nath". Kata Ericka sambil berjalan dan mencari apa yang sedang dia butuhkan


Nathan tidak merespon karena dia juga jarang pulang ke rumah dan dia lebih sering tidur di apartemen dari pada di rumah jadi dia pun tidak perduli sama sekali

__ADS_1


"Apa hubungan kamu dan om masih memburuk hingga kamu tidak pernah pulang ke rumah ?". Tanya Ericka yang saat ini sedang menatap Nathan


"Jika sudah selesai ayo ke restoran untuk makana karena aku lapar ". kata Nathan mengalihkan pembicaraan nya saat ini dan Ericka pun tidak lagi membahas nya sebab Nathan sudah tidak mau mengungkit nya jadi dia pun juga tidak akan melakukan nya


"Mau makan di mana kita ?". Tanya Ericka


"Di restoran dekat sini saja , makanan enak ". Kata Nathan


"Tumben sekali tahu jika ada makanan enak di restoran dekat sini ". Ejek Ericka


"Tempat itu baru di beli oleh Galang dan memang enak sekali makanan nya serta pemandangan di sana juga sangat bagus sekali ". Kata Nathan


"Oh jadi Galang juga punya restoran saat ini ". Kata Ericka yang sudah naik ke dalam mobil lalu Nathan pun kini melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang saja sambil dia menyalakan musik juga agar tidak terlalu membosankan juga jika sedang dalam perjalanan menuju tempat makan yang akan mereka tuju saat ini


"Itu kafe Nathan bukan restoran". Kata Ericka protes ketika mereka sudah sampai di kafe tempat Ryn bekerja


kedua nya turun bersama dan saat ini berjalan masuk ke dalam kafe membuat mereka menatap Nathan yang memang sangat tampan sekali dan dia juga sangat elegan saat ini meski pun dengan pakaian santai nya . Banyak yang mengenal dia apalagi dia juga tampan menjadi kan kekaguman tersendiri juga bagi mereka yang melihat nya


"Pesona mu selalu saja membuat orang menatap mu kagum Nath sejak dulu hingga sekarang tapi sayang masih belum punya kekasih ". Kata Ericka tersenyum saja menatap Nathan


"Itu bukan hal yang penting saat ini ". Kata Nathan


"Sejak dulu masih saja sama tidak berubah sama sekali jawaban mu itu ". Kata Ericka


"Pesan lah apapun dan gue akan mentraktir Lo hari ini untuk menyambut kedatangan Lo kembali ". Kata Nathan

__ADS_1


"Bukan nya sudah ya kemarin kenapa masih ada lagi traktiran nya ". Kata Ericka


"Sudah pesan saja jangan banyak bicara lagi ". Kata Nathan


Ericka pun memesan menu kesukaan nya yang ternyata ada juga di kafe itu dan kini dia pun mengobrol sambil menunggu semua siap


"Loh , itu bukan nya cewek yang tadi bersama Galang , dia kerja di sini ?". Tanya Ericka ketika dia melihat Ryn yang baru saja datang dan berganti pakaian


Nathan hanya diam saja menatap Ryn sekilas lalu dia melihat ke luar yang sempat terlihat mobil Galang pergi meninggalkan area kafe dan melaju dengan cepat


"Pasti Galang membeli kafe ini untuk nya ". Kata Ericka


"Dia bahkan tidak tahu jika Galang pemilik nya karena jika dia tahu sudah pasti dia akan memilih berhenti dan tidak akan mau bekerja di kafe ini ". Kata Nathan


Saat ini pesanan mereka pun di antar dan Yang mengantar kan nya adalah Ryn membuat Nathan juga sedikit terkejut sebab jika Galang melihat dia pasti akan di hajar karena Ryn melayani nya sebagai pembeli


"Silahkan di nikmati". Kata Ryn lalu pergi tanpa menyapa Nathan sama sekali


"Kalian pasti saling kenal tapi kenapa dia tidak menyapa mu sama sekali , sungguh aneh ". Kata Ericka


"Sudah makan saja , bicara tidak bisa membuat Lo kenyang ". Kata Nathan


Ryn pun kini bersantai dan terlihat sahabat nya saat ini menatap kagum pada Nathan


"Beruntung sekali cewek itu bisa dekat dengan Nathan Anggota Atlas yang tampan dan dingin itu ". Kata Bila

__ADS_1


Ryn hanya tersenyum saja dan dia pun menatap Ericka yang saat ini bersama Nathan bahkan dia juga tidak tahu siapa Ericka namun dia bisa sedekat itu dengan Nathan sungguh sangat luar biasa sekali bagi diri nya ketika melihat hal seperti itu


__ADS_2