
Galang tampak sangat emosi ketika dia tahu jika Ryn di kambing hitam kan dalam masalah kemarin padahal semua bukti pun juga sudah jelas jika hal kemarin itu karena ulah dia tapi kenapa jutsru Ryn yang saat ini dalam masalah besar bahkan Ryn juga tidak memberi tahu nya
"Jadi karena hal ini dia berangkat duluan tanpa memberi tahu gue agar gue tidak tahu masalah nya apa ". Kata Galang
Galang hendak masuk ke dalam namun Karl menahan tangan nya agar dia tidak ikut campur masalah Ryn kali ini
"Lepas jangan mencoba membuat gue tambah Marah ". Kata Galang
"Lo harus percaya jika Ryn bisa mengatasi nya Lang ". Kata Karl
"Lo pikir dia bisa mengatasi masalah ini apalagi yang di hadapi mereka orang licik semua yang hanya bisa mengandalkan kekuasaan nya saja ". Kata Galang emosi sekali saat ini membuat Ziya dan Nina juga Ericka kaget dan takut ketika melihat Galang seperti ini
"Jika Lo menahan nya Karl maka akan semakin rumit ". Kata Nathan memberikan saran sebab dia juga tahu bagaimana Galang yang memang tidak bisa di cegah sama sekali jadi Karl pun harus membiarkan nya saat ini agar situasi tidak bertambah sulit lagi dan sesuatu buruk tidak terjadi di kampus
"Baik lah Lo boleh ikut campur tapi jangan terlalu membuat keributan Lang apalagi ini masih pagi nanti Ryn malah akan tidak suka jika dia melihat elo marah seperti saat ini ". Nasehat Karl
Brak
Galang menendang pintu dan kini dia pun masuk ketika pintu sudah rusak akibat tendangan nya
terlihat Ryn dan beberapa orang termasuk papa Dimas kini menatap Galang yang terlihat sungguh tidak baik-baik saja bahkan aura di sana sungguh sangat tidak enak sekali bagi mereka saat ini
"Kenapa kalian membawa dia ke sini , apa tidak jelas apa yang gue lakukan pada Dimas kemarin , jika masih kurang jelas bisa gue hancurkan saja tempat ini agar kalian tahu dan paham apa maksud gue ". Kata Galang berjalan semakin maju membuat mereka pun ketakutan di buat nya
"Lang ngapain ke sini , sudah sana masuk kelas saja ". Kata Ryn namun sama sekali Galang tidak perduli karena dia masih sangat emosi sekali jadi dia mana mungkin perduli dengan ucapan Ryn
Ryn bisa melihat amarah Galang jadi saat ini dia bangkit dari duduk nya lalu pergi menggandeng tangan Galang . Awal nya Galang menolak pergi tapi ketika dia melihat tatapan Ryn dia pun langsung ikut dengan nya untuk pergi saat ini melewati para sahabat Galang dan sahabat Ryn juga yang tadi menunggu
__ADS_1
Karl masuk ke dalam ruangan itu dan kini dia menatap mereka yang ada di ruangan itu
"Jika ada yang mengusik Ryn maka mereka pasti akan mendapatkan balasan dari Galang sama hal dengan apa yang di dapat kan oleh Dimas dari Galang bahkan jika bukan karena Ryn kemarin menarik Galang sudah bisa di pastikan jika Dimas sudah yak bernyawa saat ini ". Kata Karl memperingati mereka saja agar tidak ceroboh dan juga malah memancing emosi dari Galang seperti yang di lakukan tadi hingga Galang memilih untuk pergi bersama dengan Ryn saat ini juga tanpa perduli dengan tatapan yang lain sejak tadi menatap kedua nya
"Minum dulu ". Kata Ryn namun Galang masih diam saja
"oh jadi gak mau, ya sudah kalau begitu gue pergi dulu ". Kata Ryn
Galang pun menarik nya kembali dan saat ini kedua nya duduk bersama di sana
"Kenapa tidak mengatakan nya ?". Tanya Galang
"Ya karena gue tidak mau hal seperti ini terjadi dan terbukti kan Lo malah membuat keadaan menjadi rumit Lang ". Kata Ryn
"Justru jika Lo mengatakan nya lebih awal maka hal seperti ini tidak terjadi di kampus ". Kata Galang
"Kenapa bisa gak yakin padahal selama ini gue gak pernah bohong sama sekali pada Lo bahkan setiap yang gue katakan selalu saja faktanya bukan dan gue akan selalu menepati nya jika itu Lo ". Kata Galang
"Sudah jangan membahas nya lagi , minum dan habiskan saja agar kepala Lo dingin sedingin minuman itu ". Kata Ryn tersenyum kepada Galang
"Minggir kan tas nya , gue mau rebahan di paha Lo ". Kata Galang
Ryn pun menuruti apa yang Galang ingin dan saat ini Galang pun langsung tiduran dan menatap Ryn dengan senyuman nya
"Gue badmood sejak tadi di tambah tadi masalah tentang Lo jadi Ayo cari cara agar gue bisa tidak badmood lagi nanti nya ". Kata Galang
Ryn hanya tertawa saja dan kini dia mengelus rambut Galang layaknya seorang pacar yang sedang bermesraan dengan pacar nya saat ini
__ADS_1
"Gue gak perlu bujuk Lo juga pasti nanti badmood Lo hilang jika sudah sama gue Lang". Kata Ryn percaya diri sekali dia
"Lo tahu Sekali ya , memang Kita sangat cocok sekali sayang ". Kata Galang
"ih jangan panggil sayang , geli gue di panggil sayang sama elo seperti ini ". Kata Ryn
"Geli apa , yang ada romantis dong jika gue panggil nya seperti itu ". Kata Galang
"Romantis pala mu Lang ". Kata Ryn
"Apa yang terjadi di sana tadi , apa mereka melakukan sesuatu hal buruk , jika iya katakan saja nanti gue bereskan". Kata Galang
"Tidak ada hanya saja tadi mungkin gue akan di drop out dari kampus tapi sebelum keputusan itu Lo nya sudah merusak pintu jadi batal deh keputusan nya di ketuk ". Kata Ryn
"Jika mereka berani mengeluarkan Lo maka gue bisa bakar kampus ini bahkan bukan hanya kampus nya saja tapi pemimpin nya juga akan gue bakar jika berani mengusik ketenangan Lo ". Kata Galang
"Tuh kan emosi nya naik lagi , dasar labil sekali jadi orang. Susah di kasih tahu nya ". Kata Ryn
"Lo tahu gue bahkan anak Atlas saja gue larang jika menyakiti LO apalagi mereka, gue buat mereka tidak bisa melihat matahari terbit lagi jika mereka berani sekali mengusik Lo ". Kata Galang
"Sudah jangan bahas itu lagi , sebaik nya bahas lain nya saja bagaimana ". Kata Ryn
"Mau makan di mana atau mau ajak berapa nanti jika sudah menikah ". Kata Galang membuat Ryn pun memukul kepada nya
"Auh sayang sakit Dong, suka sekali main kasar ". Kata Galang pura-pura saja
"Gue hajar ya Lo jika masih saja seperti itu Lang. Gak suka gue Lang jika Lo seperti itu lagi , malu banget gue jika ada yang dengar candaan gak lucu Lo itu ". kata Ryn kesal dan Galang pun hanya tertawa saja melihat nya
__ADS_1