
kedua nya bisa sangat serasi sekali jika terlihat saat ini bahkan Ryn pun juga mengambil foto diri nya bersama dengan Galang dan tentu juga menggunakan ponsel milik Galang
"Cantik sekali Lo hari ini ". Kata Galang tiba-tiba ketika kedua nya sedang asik bersantai di bawah pohon besar di taman
"Baru sadar Lo jika gue selama ini cantik , tidur ya Lo dan baru bangun ". Ejek Ryn
Dia tidak pernah mengatakan jika diri nya cantik dan saya ini Ryn melakukan nya di depan Galang dan Galang hanya tersenyum menggoda saja
"Mau jalan gak nanti malam , gue jemput ayo nonton bareng ". Kata Galang menawarkan
"Ah gue capek Lang, lebih baik istirahat ketika gak kerja dari pada pergi nanti malah kelelahan sendiri gue nya ". Kata Ryn
"Mau berhenti kerja atau kerja di tempat gue saja , tawaran itu akan terus berlaku untuk Lo selama nya ". Kata Galang
"Huft masih saja bahas hal ini lagi padahal kan sudah jelas sekali apa yang gue katakan sebelum nya Lang ". Kata Ryn
"Gue hanya bertanya saja jika hari ini tidak mau tidak masalah mungkin lain kali bisa berubah pikiran ". Kata Galang
"Masih saja tidak mau menyerah ". Kata Ryn
"Cari makan , gue lapar ". Kata Galang
"Yuk . Makan apapun gue mau ". Kata Ryn
Kedua nya beranjak dari tempat duduk dan saat ini Galang mengajak Ryn makan di tempat yang ada di sekitar taman saja sambil menikmati suasana yang ada
"Gak mau ke Restoran saja atau ke mall gitu makan nya ". Kata Ryn
"Di sini juga enak atau Lo mau jua kita makan di restoran saja ?". Tanya Galang
__ADS_1
"Di manapun gue bisa Lang hanya saja mungkin Lo nya yang gak suka makan di tempat seperti ini ". Kata Ryn
"Jangan pedulikan Nathan , biarkan saja dia melakukan apapun dan jika memang sudah sangat menyakiti LO maka gue sendiri yang akan bertindak menegur nya ". Kata Galang
"Dia gak pernah menyakiti gue sama sekali bahkan dia sangat baik kepada gue , bukti nya dia menerima gue masuk dalam kelompok kalian ". Kata Ryn
"Jika dia tidak menerima maka dia bisa pergi meninggalkan Geng, gue gak butuh dia ". Kata Galang
Ryn mencubit Galang karena memang dia sangat keterlaluan sekali saat ini bahkan Galang hanya tersenyum saja ketika Ryn kesal
"Gue gak suka Lo bertengkar dengan sahabat Lo sendiri hanya karena orang seperti gue ". Kata Ryn
"Lo sangat berharga sekali dalam hidup gue dan ingat itu baik-baik. Jika terjadi sesuatu kepada Lo jika gue tidak bisa membantu maka Karl sangat bisa di andalkan jadi jangan sungkan untuk meminta bantuan nya jika Lo memang butuh dan gue tidak bisa membantu ". Kata Galang
Entah apa maksud Galang dengan berkata seperti itu yang jelas Ryn pun juga tidak terlalu memperdulikan nya dan saat ini dia masih mencari akan makan di mana mereka saat ini
"Bakso bagaimana Lang ?". Tanya Ryn
"Dasar playboy gagal suka gombal Mulu Lo sama gue ". Kata Ryn
kedua nya menemukan penjual bakso yang di cari dan Ryn pun memesan dua porsi beserta minuman nya . Sambil menunggu kedua nya pun bercanda tawa bersama di sana dari pada bengong saja penuh baik mengobrol saat ini
Di markas saat ini Wilda tampak sangat takut sekali bahkan dia tidak pernah datang ke tempat seperti ini dan dia saat ini berada di tempat yang memang sangat mengerikan sekali bagi nya . Wilda bisa melihat ada foto tergantung di sana dan terlihat ada foto Ryn dan juga galang beserta anggota Atlas lain nya
"Kenapa dia di bawah ke sini Karl , apa ada kesalahan yang dia lakukan ?". Tanya Darren
"Jika tidak ada untuk apa gue membawa dia datang ke sini . Sama sekali tidak ada gunanya juga kan ". Jawab Karl
"Apa dia cari masalah dengan Ryn hingga di bawah ke sini karena hanya dengan Ryn saja bukan jika bermasalah akan di eksekusi di sini ". Kata Darren
__ADS_1
Mendengar kata eksekusi membuat Wilda pun tampak pucat sekali bahkan tubuh nya kini keringat dingin karena dia sangat takut sekali dengan mereka apalagi dengan tatapan Karl sejak tadi
"Dia tidak membuat Ryn hampir saja di drop out dari kampus jadi Galang meminta dia di bawah ke sini ". Kata Karl
"Lo luar biasa sekali ingin melakukan hal itu tanpa berpikir resiko nya , bukan nya sudah sangat jelas sekali jika Galang akan selalu membela Ryn ". Kata Jo
"Karena dia merasa berkuasa dia lupa dengan hal itu ". Kata Darren
"Jangan ada yang menyentuh nya karena Galang akan melakukan nya sendiri ". Kata Karl
"Karl gue mau pulang jadi lepaskan gue . Gue mohon pada kalian lepaskan gue ". Kata Wilda yang sudah tidak bisa menahan Air mata nya namun semua hanya sia-sia saja sebab memang tidak akan ada yang berani melanggar perintah dari Galang
Mereka pergi meninggalkan Wilda sendiri saja di sana dan saat ini duduk santai di sofa sembari memainkan ponsel nya
"Nathan kemana , kenapa tidak terlihat ?". Tanya Darren
"Lo gak lihat tadi Ericka sudah masuk kampus jadi sudah jelas jika dia masih bersama dengan Ericka sepupu nya itu ". Kata Jo
"Pantas saja dia hari ini tidak ada kabar , ternyata bersama dengan sepupu nya itu ". Kata Darren
"Dia bersama siapapun jangan mengganggu nya apalagi bersama Ericka karena kita tahu jika Nathan sangat menjaga Ericka dengan baik jadi tidak perlu heran jika dia akan jarang bersama kita nanti nya ". Kata Karl
"Lalu jika Galang marah bagaimana, bukan nya dia sangat membenci Ericka ". Kata Jo
"Galang tidak akan marah hanya karena masalah sepele saja yang penting jika memang Nathan ada kerjaan bersama Galang dia harus datang tidak boleh teledor sama sekali ". Kata Karl
"Semoga saja Ericka datang tidak akan membuat Galang menjadi mengerikan lagi ". Kata Jo
"Lupa Lo sudah ada Ryn jadi mana mungkin Galang akan menjadi buas jika sudah ada penjinak nya saat ini ". Kata Darren
__ADS_1
Karl hanya diam dan dia masih memainkan ponsel nya karena pembicaraan tadi tidak menarik sama sekali bagi diri nya jadi dia pun tidak mau ikut dalam obrolan yang mereka lakukan saat ini tentang Ericka dan juga Galang apalagi jika nanti Galang mendengar nya maka akan sangat bahaya sekali sebab dia bisa mengamuk dan menghajar orang yang membicarakan masa lalu dia dengan Ericka kala itu. Hal itu sungguh sangat di benci oleh Galang jadi dia tidak ingin jika ada yang mengungkit nya