
Ryn tidak percaya dengan apa yang di katakan oleh Galang dan dia merasa jika itu hanya candaan Galang saja sebab jika di bandingkan dengan wanita yang selalu mengejar Galang tentu saja Ryn tidak ada apa-apa nya sama sekali jadi dia pun merasa itu sungguh sangat tidak mungkin sekali ucapan Galang tadi
"Gak usah gitu muka Lo ". Kata Karl
"Kalian bercanda nya gak ada yang lucu, gila ". Kata Ryn
"Gak ada yang bercanda di sini ". Kata Galang yang kini lebih dulu menikmati makanan nya bersama Karl dan tetap membiarkan Ryn dengan pemikiran nya sendiri saja . Galang tahu apa yang Ryn pikirkan dan dia pun terlihat santai saja agar Ryn bisa mencerna semua nya dengan baik
Ryn kesal dengan mereka berdua yang kini terus saja menggoda nya bahkan saat ini pun Ryn terlihat juga jika dia ikut makan juga bersama dengan mereka
"Apa Lo tidak akan menjawab pertanyaan cinta dari Galang ?". Tanya Karl
"Gak usah bercanda ya , gue gak suka dan lagi gak ada ya menembak cewek seperti itu , gak ada romantis nya sama sekali " . Kata Ryn
"Memang nya Galang tadi bercanda , lihat saja muka nya sangat serius sekali ". Kata Karl
"Mau di tembak dengan romantis?". Tanya Galang menatap Ryn
"Ya gak terlalu romantis juga tapi se tidak nya tidak seperti Lo tadi lah . gak lucu loh Lang beranda nya ". Kata Ryn
Galang mendekati Ryn dan kini dia pun terlihat menatap Ryn sambil memegang tangan nya bahkan dia pun berani berlutut di depan banyak orang
"Mau jadi cewek gue ?". Tanya Galang kembali
"Lang ". Kata Ryn
"Jawab sana , masih ngira bercanda . Mana mungkin soal seperti ini Elang bercanda ". Kata Karl
__ADS_1
"Gak perlu jawab buru-buru yang penting Lo sudah tahu jika gue cinta sama Lo ". Kata Galang
dia melepaskan kalung yang selalu dia gunakan bahkan Ericka saja dulu pernah meminta nya tapi Galang tidak memberi kan sebab memang kalung itu khusus dia buat untuk diri nya sendiri dan dia sama sekali tidak ingin jika ada yang ingin memiliki nya
"Ini kan kalung yang sangat Lo sukai dan sayang bahkan di sentuh orang lain saja tidak boleh ". Kata Ryn
"Lo suka kan ". Kata Galang
"Ya suka , apalagi model nya juga sangat bagus sekali". Kata Ryn
"Apapun yang Lo suka gue akan kasih Meksi pun itu hal yang sangat sulit tapi gue akan tetap mengusahakan nya agar Lo bisa mendapatkan dengan cara apapun juga ". Kata Galang yang kini memakai kan kalung milik nya pada Ryn
"Kurang serius apa lagi Galang , dia saja Melaka apapun untuk Lo ". Kata Karl
"Gak usah menekan dia , biarkan saja yang penting dia sudah tahu semua nya ". Kata Galang yang kembali duduk di tempat nya
"Siapa coba yang canggung, bersama Lo setiap hari kan sudah biasa ". Kata Ryn sambil menatap kalung yang Galang berikan bahkan senyum nya pun sejak tadi terlihat karena dia memang sangat suka sekali dengan kalung itu tapi ya semua juga tahu Galang tidak akan memberikan nya kepada siapapun kalung yang sudah dia buat sendiri dengan susah payah
Di sisi lain , saat ini Nathan pun sudah di larikan ke rumah sakit sesuai dengan instruksi dari Galang sebelum dia pergi tadi dan saat ini Darren serta Jo lah yang membawa nya ke rumah sakit milik keluarga Galang
"Jangan lupa hubungi keluarga nya agar mereka tau jika anak nya sedang kritis ". Kata Jo
"Gue sudah katakan kepada Ericka jadi dia pasti akan menyampaikan nya kepada keluarga Nathan karena dia pun juga masih ada di sana saat ini ". Kata Darren
"Jika bukan karena Ericka yang kembali muncul lagi , pasti hal seperti ini tidak akan terjadi lagi ". Kata Jo
"Nathan seharusnya bisa belajar dari kesalahannya yang dulu bahkan Ryn tidak pernah sekalipun mengusik nya tapi Nathan selalu saja membuat Ryn tertekan bahkan Ryn juga tidak pernah mengadukan hal itu kepad Galang tapi dia masih tetap saja seperti itu hingga ambang batas kesabaran Galang pun habis untuk nya ". Kata Darren
__ADS_1
semua juga tahu jika Galang menahan amarah nya untuk tidak menghajar Nathan karena dia pun menghargai Nathan dan dia juga memikirkan Jika Ryn pun juga pasti tidak suka dengan apa yang dia lakukan jadi sebisa mungkin dia menahan semua nya tapi Nathan masih saja suka cari masalah dengan nya
"Nathan kenapa bisa sampai seperti itu Darren ?". Tanya Rani mama Nathan dengan panik bahkan saat ini Ella mama dari Ericka dan juga Ericka pun datang menemani nya
"Kami tidak tahu Tan Karena kami menemukan Nathan pun juga sudah dalam kondisi seperti itu jadi jika Nathan sudah sadar bisa hanya langsung saja kepada dia ". Kata Darren
Tentu saja mereka tidak akan mengatakan jika Nathan seperti itu akibat dari Galang Sahabat nya sendiri
"Kamu tenang dulu , kita tunggu saja hasil nya ". Kata Ella mama Ericka
Ericka pun saat ini hanya bisa terduduk lemas saja . Dia yakin jika mereka berdua tahu apa yang terjadi kepada Nathan hanya saja tidak mengatakan nya dan saat ini pun mereka masih tetap di sana bersikap sangat tenang sekali berbeda dengan Ericka yang hanya bisa tertunduk lemas sekali
"Sabar dan tunggu saja pemberitahuan dari dokter ". Kata Ella
"Kenapa Nathan seperti itu , bahkan dia jarang berkelahi tapi sekali berkelahi kenapa sampai masuk rumah sakit juga dan papa nya pun masih di luar kota ". Kata Rani
"Kamu tenang , kami di sini akan menemani kamu selama Nathan belum siuman dan sembuh. Doakan saja agar dia baik-baik saja ". Kata Ella masih tetap mencoba untuk menguatkan Rani mama Nathan yang tidak bisa menahan tangis nya melihat putra semata wayang nya terbaring tak berdaya seperti saat ini
"Kami pergi dulu Tante ". Kata Darren
setelah berpamitan mereka pun segera pergi dan tak jauh setelah mereka pergi Ericka menyusul
"Darren , jo tunggu ". Kata Ericka membuat kedua nya menghentikan langkah kaki nya
"Kenapa Galang Melakukan nya , apa karena Ryn ?". Tanya Ericka
"Jika sudah tahu jawaban nya lalu kenapa masih hanya dan lagi jangan membuat Galang marah apalagi melihat Ryn hingga dia terluka karena Galang tidak akan bisa menahan diri jika ada yang menyakiti Ryn . Lo pernah menjalin kasih dengan dia jadi Lo pasti tahu bukan bagaimana jika dia sudah marah dan apa yang akan dia lakukan ". Kata Darren lalu pergi meninggalkan Ericka begitu saja sendiri di sana dengan kediaman nya
__ADS_1