Kisah Cinta Sang Leader

Kisah Cinta Sang Leader
Aura nya Muncul


__ADS_3

Galang menarik Ryn pergi meninggalkan mereka semua bahkan kekesalan pun masih terlihat juga di wajah Galang saat ini karena dia tidak suka jika ada yang menghina bahkan Merendah kan Ryn seperti yang mereka berdua lakukan tadi dan kali ini Galang pun juga tidak akan tinggal diam . Di akan memberikan pelajaran kepada kedua orang yang sudah menindas Ryn tadi


"Lang lepas , Lo kenapa malah nyamperin gue tadi kan jadi bahan gosip besok gue pasti karena elo tadi seperti itu apalagi Lo mengatakan bahwa gue kekasih Lo pula sungguh Lo ini suka sekali membuat gue dalam masalah ". Kata Ryn terus saja mengoceh tanpa henti kepada Galang namun Galang masih tetap saja diam tanpa kata karena dia masih kesal dan emosi jadi dia memilih untuk diam terlebih dahulu sebelum menjawab semua ucapan Ryn nanti nya


"Lo juga kenapa tidak bilang saja langsung kan gue bisa mewakili Lo memberikan berkas itu agar mereka percaya atau setidak nya kan bisa telfon Karl jika tidak ingin menelfon Galang ". Kata Jo


"Ya sama saja bukan kalau menelfon Karl karena dia masih anggota Atlas ". Kata Ryn


"Dari pada Galang yang turun langsung, Lo sudah lihat bukan bagaimana dia jika sudah turun tadi . Malah sangat menyusahkan bukan ". Kata Jo


Ryn masih diam karena Jo ada benar nya . Memang lebih baik jika Ryn menelfon Jo saja atau Darren dari pada harus terjadi hal yang tidak di inginkan seperti saat ini . Seharusnya Ryn bisa memikirkan hal ini sebelum dia meminta tanda tangan Galang tadi di tempat nya


"Masuk ". Perintah Galang kepada Ryn agar dia masuk ke dalam mobil dan Ryn pun dia langsung saja menurut dengan Galang agar tidak terjadi lagi hal yang seperti tadi . Setelah Ryn masuk kini Galang pun juga bergegas pergi masuk ke dalam mobil lalu melanjutkan mobil nya meninggalkan para Sahabat nya yang entah mereka apa menyusul atau tidak Galang juga tidak perduli sama sekali akan hal itu


"Lang ". Panggil Ryn


Galang menatap Ryn membuat Ryn pun terlihat tersenyum kepada nya


"Kenapa harus seperti itu tadi , kan tidak harus Lo berlaku seperti itu Lang ". Kata Ryn


"Mereka merendahkan Lo jadi gue tidak akan mengampuni mereka sama sekali . Urusan mereka biarkan Karl yang melakukan nya ". Kata Galang


"Wilda mendapatkan dukungan Nathan jadi gue juga tidak mau jika Lo dan Nathan malah akan berantem nanti nya karena kalian sudah lama bersahabat sebelum mengenal gue ". Kata Ryn


Galang mengambil ponsel nya lalu menekan nomor kemudian dia pun menunggu Jawa dari sebrang sana


"Kemarkas sekarang". Kata Galang dengan nada memerintah lalu dia pun menutup panggilan tanpa menunggu jawaban dari orang yang dia telfon tadi

__ADS_1


"Cari makan dulu atau langsung saja ?". Tanya Galang


"Mau kemana kita , gue lelah jadi langsung saja kan makan bisa order saja nanti ". Jawab Ryn


Galang pun kini melajukan mobil nya menuju tempat makan di mana biasanya Ryn suka makan hal itu membuat Ryn hanya diam saja karena dia tahu Galang tidak akan order makanan dan dia kini mengajak untuk makan


"Turun atau Lo tunggu sini biar gue pesan bungkus saja buat di markas bareng yang lain nya ". Kata Galang


"Gue aja yang beli dan Lo tunggu saja di sini ". Kata Ryn


Galang pun tidak perduli dan dia pun memilih untuk turun karena dia akan memesan nya sendiri dan membiarkan Ryn tetap di dalam mobil dengan ucapan yang bisa membuat Ryn akan tetap di dalam mobil dan tidak akan keluar nanti nya


Tak menunggu lama juga Galang sudah masuk kembali ke dalam mobil dan kini dia kembali melanjutkan perjalanan nya


"Ini makan gue tadi bungkus juga untuk di makan di dalam mobil ". Kata Galang


"Apapun gue tahu tentang Lo . Makan dan jangan buru-buru karena tidak akan ada yang mengambil makanan Lo ". Kata Galang


"Siapa tahu saja Lo mengambil nya paksa kan gue juga gak tahu ". Kata Ryn


"Pernah gue memaksa Lo ?". Tanya Galang


Ryn langsung menggeleng dengan cepat bahkan dia kini tersenyum kepada Galang karena memang Galang memang tidak pernah memaksa dia sama sekali bahkan membentak pun dia juga tidak pernah jadi Ryn pun hanya tersenyum saja tadi menanggapi pertanyaan Galang


Di kampus setelah membereskan semua Karl pun mengajak mereka untuk ke markas karena Galang mengatakan jika dia meminta mereka datang ke markas jadi Karl mengajak mereka untuk ke sana sekarang juga


"Ada apa , bukan nya masalah ini sudah selesai kenapa Galang mengajak ke markas segala . Apa ada sesuatu yang terjadi selain ini ?". Tanya Jo

__ADS_1


"Kesana saja dulu jika sudah pasti akan tahu jawabannya apa ". Kata Darren


"Gue pergi urusan dulu bisa kali ya nanti kalau sudah selesai baru nyusul kalian ". Kata Jo


"Lo mementingkan cewek dari pada menemui Galang , memang gila Lo ya ". Kata Darren


"Gue gak mementingkan cewek dan lagi jangan sok tahu kali Lo ya ". Kata Jo


"Semua tahu jika Lo mengejar Ziya hanya saja dia bodoh amat sama Lo ". Kata Darren


Tak ada tanggapan sama sekali baik dari Karl maupun Nathan atas obrolan mereka dan saat ini mereka berempat sudah siap untuk masuk ke dalam mobil segera pergi ke markas


"Urusan yang lain kerjakan nanti saja , sekarang waktunya ke markas ". Kata Karl lalu masuk ke dalam mobil lebih dulu dan dia melajukan mobil meninggalkan arena kampus di susul dengan yang lain nya juga


Sementara itu Dimas kini dia dalam kondisi yang cukup buruk sekali bahkan Wilda juga sudah menelpon bantuan untuk membantu membawa Dimas ke rumah sakit sebab dia tidak bisa melakukan nya sendiri karena Dimas terlalu berat juga tubuh nya


"Kenapa dia bisa sampai seperti ini ?". Tanya teman Dimas


"Sudah nanti saja gue cerita Sekarang Ayo bawah dia saja ke rumah sakit jika luka nya parah bisa mati dia di jalan kalau kita tidak cepat ". Kata Wilda


Mereka pun bergegas untuk membawa Dimas ke rumah sakit tak lupa juga Wilda menghubungi keluarga Dimas agar nanti bisa menyusul ke tempat yang sudah di beri tahu oleh Wilda tadi


"Gila ya kak Galang jika marah sungguh sangat sadis sekali . Jadi takut sekali gue ". Kata Nina


"Bukan Lo saja yang takut gue juga bahkan baru kali ini gue lihat dia benar marah sekali dengan tatapan tajam nya membuat jantung berhenti berdetak karena sangat takut ". Kata Bobby


"Karena hal itu lah tak banyak yang menyinggung dia sebab konsekuensinya besar sekali ". Kata Agha

__ADS_1


Mereka berempat juga pergi meninggalkan kampus bahkan Ziya pun masih bingung saat ini dengan hubungan Ryn dan juga Galang sebenernya bagaimana karena Ryn pun juga tidak pernah mengatakan apapun akan hal itu jadi dia pun jadi bertanya Sendiri dalam diri nya sebenarnya bagaimana hubungan mereka berdua hingga Galang bisa semarah tadi dengan Dimas dan Wilda yang sudah tega mencoba untuk melakukan hal buruk kepada Ryn bahkan tadi Ryn juga melawan sebelum Galang datang menolong nya


__ADS_2