
Galang duduk dengan santai nya dan dia pun beberapa kali juga mengelus rambut Ryn dengan penuh kasih sayang padahal Ryn sedang menikmati makanan nya dan Galang melakukan hal itu membuat Ryn pun menggigit tangan Galang
"Sakit , kenapa malah gigit ". Kata Galang
"Lo sudah tahu gue sedang makan kenapa malah seperti itu . Lo kira gue kucing apa yang ingin di elus seperti tadi ". Kata Ryn
"Lo Kucing kesayangan gue dan tidak ada yang boleh menyentuh Lo apalagi melakukan hal buruk bahkan menghina Lo . Jika itu terjadi maka bisa gue pastikan mereka akan lenyap dari dunia ini karena gue tidak suka ". Kata Galang
"Sadis sekali bro , ngeri deh ". Kata Ryn
"Jika tidak habis jangan di paksa kan , taruh saja nanti gue habiskan ". Kata Galang
"Gue habis tenang saja . Lagi pula kalau hal habis juga bisa di bawah ke tempat kerja karena di sana juga anak-anak pasti lapar ". Kata Ryn
"Gue akan antar Lo nanti jika mau berangkat ". Kata Karl
"Atas izin siapa Lo mengantar nya kerja ". Kata Galang menatap Karl
"Gue kebetulan juga lewat di jalan yang sama dengan nya jadi gue bisa bareng dengan nya ". Kata Karl
"Dia akan gue antar nanti jadi Lo tidak perlu mengantar nya ". Kata Galang
"Sudah sudah kenapa malah terus saja kalian ribut sih , ganggu makan gue saja ". Kata Ryn
Galang tersenyum kembali dan dia pun juga kembali mengelus rambut Ryn karena dia sangat gemas sekali dengan nya
"Nathan , apa Lo mendukung Wilda tanpa sepengetahuan gue ?". Tanya Galang sambil tatapan nya kini mengarah pada Nathan
"Gue tidak melakukan nya bahkan dia selalu mengatakan bukan jika mendapat kan bantuan gue namun sama sekali gue tidak pernah melakukan nya ". Kata Nathan
"Lo yakin ?". Tanya Galang lagi
"Gue yakin ". Jawab Nathan
__ADS_1
"Bagus jika Lo tidak membantu nya karena jika Lo membantu nya tanpa sepengetahuan gue maka Lo tahu bukan bagaimana konsekuensinya". Kata Galang
"Lo hanya ingin bertanya tentang itu saja dengan gue dan menyuruh kita datang ke sini tadi ". Kata Nathan
"Jika iya , Lo keberatan ". Kata Galang
Nathan menatap Galang dan kedua nya kini saling tatap membuat suasana di sana sungguh sangat tidak baik sekali bahkan Ryn pun juga merasa kan jika aura dari Galang sungguh sangat menakutkan sekali bagi diri nya
"Lang , gue mau berangkat kerja sekarang". Kata Ryn
Galang pun kini menoleh ke arah Ryn dan dia pun melihat makanan Ryn yang masih banyak membuat nya pun kini menyuapi nya dan Ryn pun langsung membuka mulut tanpa komandan
"Habiskan dulu setelah nya baru kerja . Jika masih lapar sebaik nya tidak perlu kerja karena jika Lo sakit maka gue akan hancurkan tempat kerja Lo ". Kata Galang
"Gila Lo ya , gue sakit juga gak ada hubungan nya kali dengan tempat kerja gue . Kenapa lo malah ingin merusak nya . Sudah sinting Lo memang Lang ". Kata Ryn
"Gue gila karena Lo dan hanya Lo juga yang bisa menyembuhkan kegilaan gue ini jadi jika Lo pergi dari sisi gue maka Lo akan melihat juga bagaimana gila nya gue nanti jika tanpa Lo ". Kata Galang dengan senyuman nya yang membuat Ryn ngeri ketika melihat nya
"Kalau gitu ayo kita makan bareng . Sini gue siapin Lo ". Kata Ryn
"Mau minum gak jika iya gue ambilkan ". Kata Galang menawarkan
"Boleh tapi yang dingin ya ". Kata Ryn
Galang berjalan pergi meninggalkan Ryn dan kini Karl pun hanya menyunggingkan senyum saja melihat Ryn yang masih makan
"Gue yakin jika Hari ini Galang tidak akan memperoleh kan Lo kerja ". Kata Karl
"Atas dasar apa dia melarang gue kan gue juga sudah menurut dengan nya dan saat ini gue juga sedang makan bukan jadi mana mungkin gue akan kelaparan nanti nya jika bekerja ". Kata Ryn
"Lo polos atau begok sih Ryn , masih saja tidak bisa membaca pemikiran Galang dengan perlakuan yang sudah di berikan tadi ". Kata Jo
"Jangan sembarang bicara , habis Lo sama Galang jika menghina nya meksipun itu hanya candaan saja ". Kata Darren
__ADS_1
"Gue gak ada maksud apapun Ryn jadi sorry ya . Jangan marah ". Kata Jo
"Dia tidak akan marah tapi Galang dia pasti akan marah jika mendengar nya ". Kata Darren
"Mendengar apa ?". Tanya Galang dengan minuman yang sudah ada di tangan nya
"Mendengar suara Lo yang sangat berisik sekali ". Kata Ryn yang menjawab
"Ini minum lah dan habiskan makanan nya ". Kata Galang
"Hem terima kasih . Sini gue suapi Lo agar perut Lo tidak lapar nanti jika Lo emosi terus kan Lo akan kelaparan juga . Bisa makan orang nanti Lo jika lapar ". Kata Ryn
Galang tidak marah dan dia hanya diam saja sementara itu para sahabat nya juga masih ada di sana . Mereka tidak ada yang beranjak sama sekali dari tempat duduk nya karena Galang pun belum menyuruh mereka pergi saat ini
"Lang , malam nanti ada transaksi, apa Lo mau datang atau di wakilkan saja ?". Tanya Karl
"Nathan yang akan mengurus nya ". Jawab Galang
"Lo bisa Nath ?". Tanya Karl
"Jika Leader kita sudah menyuruh apa bisa gue menolak nya ". Kata Nathan
"Jika Lo ada urusan maka gue bisa menggantikan Lo melakukan nya nanti ". Kata Karl
"Gue bisa tidak perlu Lo gantikan gue nanti malam ". Kata Nathan
Karl mengangguk mengerti dan kini suasana kembali menjadi hening bahkan saat ini pun Nathan masih diam saja sambil sesekali juga dia melirik Ryn dan hal itu pun juga di ketahui oleh Galang sejak tadi
Sedangkan di rumah sakit , kondisi Dimas benar-benar sangat memprihatinkan bahkan kini orang tua nya pun menangis histeris atas apa yang menimpa sang putra
"Siapa yang melakukan nya kenapa dia sangat tega sekali pa dengan anak kita ". Kata mama Dimas
"Mama tenang saja . Pihak kampus pasti akan melakukan pencarian untuk mengetahui siapa yang melakukan hal ini kepada putra kita dan mereka akan menghukum nya dengan berat ". Kata papa Dimas
__ADS_1
"Benar , ibu dan bapak tidak perlu cemas karena kami akan memberikan keadilan kepada dimas ". Kata salah satu pihak kampus yang sudah ada di sana
"Mungkin saja hal itu tidak akan terwujud karena yang melakukan nya adalah Galang Harun Aditama". Kata Wilda buka suara membuat mereka pun terkejut sebab mereka juga tahu siapa Galang dan bagaimana catatan kriminal nya