
"ya iya abang keluar dulu, kamu cepatlah sembuh by, good night" ucap rangga berdiri dari tempat duduk ditempat tidur tiwi dan keluar dari kamar adiknya, hanya dibalas dengan anggukan kepala oleh tiwi
berminggu-minggu sudah berlalu, kini dion dan tiwi sudah saling kenal dan semakin dekat karna setiap hari dion kerumahnya tiwi untuk yang dijanjikan oleh dion ditempo hari untuk menjaga dan merawatnya hingga sembuh
kini telah sembuh total pada tiwi, ada rasa senang dan rasa sedih yang berada didalam pikirannya tiwi ia senang kalau dia sembuh dari sakitnya dan ia sedih pikirnya kalau sudah sembuh ia jarang untuk bertemu dion karna dirinya sudah sembuh.
dan sekarang pun dion sudah tidak pernah marah-marah lagi pada tiwi ia memperlakukan tiwi sebaik mungkin, atau mungkin sudah tumbuh rasa sayang dalam dirinya dan keluarga tiwi
dion merasa dia lebih tenang jika berada dirumah tiwi ia mendapatkan perhatian orang tua yang tidak pernah ia dapat jika dirumahnya
"dion" panggil tiwi duduk dihalaman belakang rumahnya,
"iya kenapa?" tanya dion
duduk disebelahnya dan menatap lurus dengan pikirannya, melihat tiwi hanya diam dion merasa heran sebelumnya dia selalu ceria didepannya dan tidak pernah merasa sedih seperti sekarang ini
"kamu kenapa tiwi?, kenapa kamu sepertinya sedang bersedih, ada apa" tanyanya lagi
"apa jika aku sembuh kamu tidak akan datang dan main bersama ku lagi?"tanya tiwi dengan wajah yang tidak bisa ditebak
"iyalah gue udah males dekat lo terus"jawab dion yang membuat tiwi semakin sedih dan sudah dipastikan dia memasang wajah cemberutnya
"kamu serius?" tanya tiwi dengan mata yang berbinar
"iya enggak lah, aku hanya bercanda jika kau mau aku temani kamu telpon saja aku tidak masalah kok aku senang"ucap dion
"benarkan?" tanya tiwi lagi
"iya benar, jika kau butuh apa tinggal telpon aku saja tidak apa kok" jawab rangga dengan wajah yang serius
"terimakasih"
"tidak usah sungkan, jangan sedih lagi ya nanti orang tuamu dan abang mu nanti aku diceburin kekolam itu"ucap dion menunjuk kolam
"aku senang kamu sudah cepat berubah" ucap tiwi
"semua orang itu bisa berubah kapan saja, hanya butuh proses saja, aku sangat bahagia bisa dekat dengan keluarga mu dan mendapatkan kasih sayang dari orang tuamu yang tidak pernah aku dapatkan dari orang tua ku" ucap rangga menatap lurus saat membahas keluarganya.
"memangnya orang tuamu kenapa aku lihat mereka sangat ramah dan baik saat mereka datang kerumahku saat bersamamu" ucap tiwi, karna yang dia lihat keluarga dion itu baik dan ramah kepada orang lain.
"iya mereka memang seperti itu terutama ayahku, ayahku sangat membenciku dan sampai sekarang aku tidak tahu alasannya apa" ucap rangga karna memang benar dia tidak tahu dan tidak ingin tahu apa yang terjadi sebenarnya.
"tetapi aku tidak percaya bahwa orang tuamu begitu"ucap tiwi
"kalau kamu tidak percaya, kita kerumah ku saja nanti kamu lihat apa yang akan terjadi disana" ajak dion agar dia ingin tiwi mendengar kan melihat apa yang sebenarnya terjadi
"tapi bangaimana aku kerumah mu, apa alasan aku jika mereka bertanya kenapa aku ingin kesana" ucap tiwi karna dia belum pernah kerumahnya dion hanya dion kerumahnya dan terkadang bersama adiknya, karna adiknya selalu ingin bermain bersama tiwi
"jika mereka bertanya sama kamu, jawab saja ingin bertemu dengan adikku karna adel akan senang jika ada kamu disana" jelas dion pada tiwi.
"iya sudah, kapan aku kerumah mu?" tanya tiwi pada dion ia sangat penasaran akan keluarga dion yang dijelaskannya tadi
belum sempat menjawab datang seorang laki-laki paruh baya yang berjalan kearah mereka, iya itu shan yang baru pulang dari kantornya dan melihat anaknya bersama dion dan menghampiri mereka.
"kalian sedang apa? tanya shan pada tiwi dan dion
"papa!!" berdiri dan mendekati shan memegang tangan shan seperti ingin meminta sesuatu
"pa apa boleh aku besok kerumahnya dion, aku ingin bertemu adiknya pa, boleh yaa!!!" ucap tiwi pada shan meminta izin jika ia akan pergi kerumah dion
"memangnya kalian mau ngapain kesana?" tanya shan
"aku ingin bertemu adel pa, boleh ya!!" ucap tiwi dengan penuh harapan agar orang tuanya mengizinkan dia agar dibolehkan.
"iya iya boleh kok asal kamu sama dion dan dianarkan oleh pak supir kita ya"ucap shan
"terimakasih papaku"ucap tiwi memeluk shan
"dion bawa dia pulang dengan selamat ya, awas saja ada yang lecet kamu tanggung akibatnya" ucap shan pada dion, karna ia takut jika putrinya kenapa-kenapa.
__ADS_1
"baik om, gak bakal lecet kok"ucap dion tersenyum pada tiwi
"baiklah papa masuk dulu kalau begitu" ucap shan
"iya pa"
melihat hari semakin sore akhirnya dion berpamitan pada tiwi dan orang tuanya karna seperti biasanya ia akan pulang jika hari sore
"baiklah om/tante dion pulang dulu"ucap dion ada orang tuanya tiwi
"iya sudah hati-hati dijalan ya nak" ucap diana pada dion
berpamitan dan keluar rumah diantarkan tiwi sampai berada didepan pintu dan peramitan pada tiwi.
"tiw aku pulang dulu,besok akan ku jemput kamu disini" ucap dion pada tiwi
"baiklah"
pulang dari rumah tiwi, dion sesampai dirumahnya ia mendapati 3 manusia yang sedang mengobrol dia hendak acuh tetapi teriakan terdengar dan menghentikan jalannya.
"kamu dari mana saja dion!!" ucap andrean nada tinggi sebagai ayahnya, yang melihat anaknya baru pulang sedangkan ia sudah dari tadi pulang dari kantornya.
"bukan urusan ayah!" ucap dion dingin
"apa kamu bilang!! bukan urusan ayah?,jawab ayah dion kamu dari mana saja hah" ucap andrean
"tiwi, kenapa?"ucap dion pada ayahnya
"kamu jangan bohong sama ayah, tadi teman ayah melihat mu bersama wanita" ucap andrean menuduhnya
"iya memang bersama wanita, wanita itu adalah tiwi sudah jelas" ucap dion dan pergi begitu saja meninggalkan ayahnya yang mau masih meluapkan emosinya pada dion
pergi dari amukan ayahnya ia pergi dan memasuki kamarnya membersihkan tubuhnya yang merasa lengket.
selesai dari aktivitas dikamar mandi dan segera mengganti pakaian, setelah ia berganti dion hendak ingin pergi kedapur untuk makan malam karna sendari tadi ia menahan laparnya
keluar dari kamarnya dion melihat adiknya memanggilnya dan mendekati dion di depan kamarnya sendiri
"kenapa del?" tanya dion yang melihat adiknya memanggilnya
"kak adel mau ketemu sama kak tiwi, bolehkah aku ikut kaka besok kerumahnya, adel sudah lama tidak kesana, adel mau main lagi sama kak tiwi" rengek adel pada dion yang meminta agar dirinya dibolehkan ikut dengannya datang kerumah tiwi
"de kamu gak usah kesana, nanti kaka jemput kak tiwi kesini karna dia bilang tadi besok ia ingin menemuimu" ucap dion agar adiknya tidak terus-terusan merengek karna ingin bertemu tiwi
"benarkan??" tanya adel
"iya del, besok kamu kan gak sekolah jadi kamu dirumah aja, tapi kamu jangan bilang ini ke ayah sama ibu ya" ucap dion karna ia ingin tiwi dengan real keadaan keluarganya,
"memangnya kenapa?"
"kamu turutin aja apa kata kaka, kalau kamu omongin ini sama ayah, rencana kaka akan gagal" ucao dion
adel yang mendengarkan ucapan dion dari tadi ia merasa heran apa yang dimaksud kaka nya itu, rencana apa pikirnya
"ya iya"
"bagus kalau begitu, ayo kita kebawah makan dulu" ajak dion pada adel dan menuruni anak tangga dan makan malam
makan malam telah selesai kini keluarga shan tengah duduk diruang keluarganya menggubrol santay disana
"by bagaimana?"tanya rangga pada adiknya
"baik-baik aja"ucap tiwi, ia paham apa pertanyaan dari rangga dia menanyakan apa dan tidak lain ia bertanya dengan hubungan tiwi dengan dion.
"ooh" ucap rangga
"rangga besok adikmu akan kerumahnya dion, sebaiknya kamu temani dia" ucap shan
"apa, kamu besok kerumahnya by" tanya rangga pada tiwi dan hanya dibalas dengan anggukan,
__ADS_1
"sebaiknya jangan deh pa, aku kesana cuman mau main sama adel kok gak bakal ngelakuin hal yang tidak-tidak disana kan juga ada orang tuanya dion" ucap tiwi
"tapi by apa kamu yakin, abang memang tidak bisa nemani kamu kesana karna besok ada meeting pagi" ucap rangga karna sebenarnya ia khawatir mendengar adiknya ingin kerumah dion walaupun ia sudah tidak ada rasa benci didalam diri rangga tetapi ia takut dion tidak bisa menjaganya, takut adiknya kenapa-kenapa
"iya, abang mama sama papa jangan berlebihan aku hanya main disana tidak pergi jauh kok, sorenya aku pulang" ucap tiwi yang melihat orang disekitarnya selalu overprotektif padanya
"iya sayang mama percaya kok sama kamu, tapi besok sebaiknya kamu berangkat memakai supir kita saja" ucap diana
"tapi besok dion akan jemput ma, jadi bagaimana?" ucap tiwi, ia ingat akan ucapan dion tadi bahwa ia akan menjemput dirumahnya.
"iya sudah kalian berdua berangkat bersama saja" ucap diana
"siap bos" ucap tiwi memberi hormat
hahaha, hanya tawa yang terdengar disana akan keharmonisan mereka tidak satu orang pun yang dapat merusak suasana mereka seperti itu selalu.
"sayang sebaiknya kamu tidur sana, kamu jangan terlalu kecapekan sayang"ucap diana
"kamu juga rangga pergilah kalian kekamar ini sudah larut malam" sambung diana berbicara pada kedua anaknya
"iya ma dede kekamar dulu ya" ucap tiwi dibalas dengan anggukan saja
"aku juga ma, rangga ke kamar dulu" ucap rangga
"good night sayang" teriak diana yang melihat anaknya memasuki kamar mereka
"iya ma" ucap rangga dan tiwi bersamaan
*dikamar
"besok aku akan pakai baju yang mana ya?" gumam tiwi melihat lihat pakiannya dilemari
"yang ini saja" ucapnya menunjukan baju yang berwarna biru selutut hingga jika memakainya ia akan terlihat cantik
menggantungkan bajunya dan segera pergi ketempat tidurnya, memandang langit-langit dengan pikiran pada dion
"apakah aku bisa bersama dion? apakah dion sekarang sudah mulai sayang atau cinta sama aku?" tanya tiwi pada dirinya sendiri
"sudahlah" ucap tiwi menepis pikirannya dan segera pergi tidur untuk besok karna ia akan kerumahnya dion
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
lanjut part berikutnya
......jangan lupa......
...like...
...komen...
...vote...
__ADS_1
...iya man teman, salam manis dari author🤗...