
"kalau begitu kamu jangan dekati lagi dion by, jangan terlalu berharap, sudah kaka bilang dari awal sama kamu bukan?" ucap rangga
"iya kak maaf" ucap tiwi sendu, wajah menunduk kebawah rasa kecewa yang sangat menyedihkan karna orang yang dia cintai dijodohkan ya walaupun belum pasti tetapi pikirannya yang dijodohkan tersebut adalah dion
"kamu jangan pikirkan itu by nanti kamu sakit, kamu kan baru sembuh!" nasehat rangga pada adiknya, dibalas anggukan saja
"baiklah kamu istirahatlah by, abang kekamar ya" ucap rangga meninggalkan tiwi
ditempat lain dion yang masuk kekamarnya, pikiran yang masih sama, "apa yang dimaksud tiwi tadi" batinnya
turun dari tangga hendak mencari adiknya tetapi tidak ia temukan sampai kekamar adiknya ia baru melihatnya,
"de, apa kamu tahu kenapa kak tiwi tadi?" tanya dion pada adel masuk ke kamar nya berdiri depan adiknya.
"adel gak tahu kak, tadi ia pergi ketoilet terus beliknya sudah seperti sedih" ucap adel
"del apa kamu dijodohkan??" tanya dion membuat adel terkejut dengan ucapan kakanya, berdiri mendaketi dion
"apa!! enggak kak, adel gak tahu!, adel mau tanya ibu" ucap adel pergi meninggalkan dion yang masih terdiam.
teriakan adel membuat nana berlari menemui anaknya, adel yang keluar kamar mencari ibunya ia ingin bertanya soal ucapan dion
"ibuuk" panggil adel teriak
"kenapa del??" tanya nana khawatir
"apa ibu menjodohkan adel?" tanya adel ingin menangis
"loh siapa yang menjodohkan kamu sayang" ucap nana
"tadi kata kak rangga, adel dijodohkan!" ucap adel
"bukan kamu yang dijodohkan adel sayang tapi kaka mu" ucap Andrean menghampiri adel dan nana
dion yang mendengar ucapan Andrean sangat terkejut dan tidak menyangka jika orang tuanya menjodohkannya, sedangkan ia masih sekolah.
"apa!!! , apa kata ayah?" tanya dion sedikit emosi
"ayah menjodohkan kamu dengan anak teman ayah" ucap Andrean santay
"aku tidak mau!!" ucap dion dengan nada tinggi
"mau tidak mau kau harus mau dion, jangan membantah perkataanku kalau kau tidak ingin durhaka pada ayah" ucap Andrean
"ayah gak bisa seperti ini, dion berhak memilih perempuan pilihan dion sendiri , yang menjalani hubungan itu dion bukan ayah" elak dion
"kau harus ikuti kata ayah" ucap Andrean
"aku tidak mau" ucap dion berlari kekamarnya mengambil kunci mobilnya dan berapa barang pergi.
nana dan adel dengan keadaan mematung tidak menyangka akan begini hingga tidak ada yang mereka bisa katakan hingga kedua orang dihadapan mereka pergi.
__ADS_1
"bu, kak dion dijodohkan dengan siapa?" tanya adel pada ibunya yang masih berada didekatnya.
"ibu tidak tahu sayang" jawab nana, karna memang tidak mengetahui tentang perjodohan ini
"ibu nyusul ayahmu dulu ya sayang, ibu mau bertanya pada ayahmu" ucap nana dan dibalas anggukan dengan adel juga pergi ke kamar nya
dion yang mengendarai mobil dengan kecepatan full, dengan perasaan kesalnya pada ayahnya yang menjodohkannya.
berhenti depan rumah yang agak kecil dari rumah orang tuanya, masuk kedalamnya tidak ada orang disana, ia melimpahkan kekesalannya disana hingga semua barang yang berada disana berantakan
iya itu adalah rumah dion sendiri yang dia beli dengan hasil dari pekerjaannya dan tidak ada yang mengetahui hal tersebut.
dion sering bekerja diberbagai perusahaan, ia sering bekerja sepulang ia dari sekolah hingga sering kali atau selalu pulang sore hingga malam.
memasuki ruangan olahraga, yang dia limpahkan kekesalannya hingga keringat yang bercucur membuatnya tidak merasakan apa apa, "apa yang harus aku lakukan?" tanya dion pada dirinya sendiri karna sejujurnya ia telah jatuh cinta dengan seorang gadis yng tak lain itu adalah tiwi.
didalam kamar menemui suaminya bertanya dengan takutnya, hingga ia memberanikan hal itu. iya nana yang masuk ke kamar nya menemui Andrean yang tengah duduk
"yah dengan siapa kamu menjodohkan dion?" tanya nana
"nanti kamu tahu sendiri" ucap Andrean
"ibu lebih suka tiwi yang menjadi menantu kita bukan orang lain" ucap nana, dibalas dengan senyuman.
"nanti kamu tahu sendiri" ucap Andrean pergi tidur meninggalkan istrinya yang masih kebingungan
......................
dikelas yang tampak ribut tidak mengganggu pikirannya yang masih terdiam dari awalan datang, sella dan sarti melihat tiwi yang sendiri tadi hanya terdiam dan melamun hingga merasa heran dan kasihan, karna mereka tahu tiwi seorang yang sangat ceria
"eh tiw, kamu kenapa" tanya sella lagi membuat tiwi terkejut
"aku tidak apa apa" ucap tiwi
" ayolah, kamu jangan seperti ini, kamu kan sahabat kami ceritakanlah pada kami" ucap sarti karna ia sangat merasa ada yang dirahasiakan oleh sahabatnya
"aku belum bisa bilang sam kalian, karna ini juga belum pasti" ucap tiwi
datang seorang laki-laki dari pintu kelas membuat semua menoleh, dengan ketampanannya membuat kaum hawa terpesona
mendekati tiwi dan menarik tangannya memaksanya untuk keluar, menyeretnya hingga sesampainya dihalaman taman sekolah mereka berada.
"kamu ngapain bawa aku kesini hah?, lepasin sakit!!" ucap tiwi dengan tangan memerah karna ulah dion, ya itu adalah dion yang datang menemui tiwi memperjelas masalah yang mereka yang mengganggu pikirannya
"aku mau jelasin" ucap dion dipotong oleh wanita yang berada dihadapannya
"mau ngejelasin bahwa kamu memang dijodohkan?" tanya tiwi dengan dion membuatnya tertunduk
"aku memang dijodohkan, tapi aku tidak mau" ucap dion
"terus kalau kamu tidak mau apa kamu bisa mengelak dari orang tuamu? sudahlah aku gak akan ganggu kamu lagi toh sekarang kamu sudah milik orang" ucap tiwi hendak pergi, berhenti sebentar menoleh kebelakang melihat dion "terima kasih untuk semuanya" ucap tiwi lagi dan pergi dengan dion yang masih berdiam diri.
sahabatnya yang mendengar ucapan dion dan tiwi membuat mereka terkejut dan kasihan melihat tiwi yang sedang patah hati
__ADS_1
mengejar tiwi mereka pergi ke kelas dan melihat keadaan sahabatnya mempertanyakan apa yang mereka dengar itu apakah benar.
"apa benar?" tanya sela dan sarti,
dibalas dengan anggukan karna ia mengeri aa yang sahabatnya tanyakan, memeluk tiwi bersampingan menenangkannya dan datang seorang tiga wanita menghampiri tiwi dan sahabatnya
"tch tch tch, kasihan yang sedang patah hati" ejek wanita yang barusan datang mengejek tiwi, tak lain itu adalah sisil
"makanya jadi cewek itu jangan sok kecantikan deh lo" ucap teman sisil
sarti dengan kesalnya Hingga emosinya memuncak, melihat sahabatnya diejek ia tidak terima, mengebrakkan meja berdiri dengan emosinya.
"jaga ucapan lo, jangan menilai orang tanpa berkaca, liat diri sendiri apa kalian cantik hah?" ucap sarti nada tinggi ingin menghampiri mereka tetapi ditahan oleh tiwi.
"pergi kalian dari sini" bentak sella
"ayo guys kita pergi" ucap sisil mendekatkan wajahnya ke tiwi "dasar murahan!!" ucapnya pedas
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
lanjut part berikutnya
...jangan lupa...
...like...
...komen...
...vote ...
...yaaaa😁...
...maafin author ya jika typo atau salah kata😇...
__ADS_1
...salam manis🤗🤗...