
"Ya sekeluarga besar dong, kamu bilang dulu jika mama sama papa kamu mau ikut gak, ya nanti." Ucap Nana hanya diangguki olehnya.
"Iya nanti Tiwi bilangin"
"Kita keluar yuk sayang!" ucap nana yang masih bersama tiwi diruangan kerja dion.
"Kemana bunda?" tanya tiwi.
"Kita belanja baju dulu buat liburan" ucap nana
"Tapi bunda, kita kan belum tau mau kemana, jadi nggak tau mau beli apa kan!" ucap tiwi
"Oh iya ya, Jadi kita mau kemana dong" tanya nana yang masih bimbang mau kemana
"Ibu gimana sih, ngajak liburan tapi gak tau kemana" ucap dion yang fokus dengan kerjaannya.
"Gimana kalau kita ke pantai aja bu" ucap dion.
"nggak mau, tiwi maunya ke laut aja bunda" ucap tiwi
"nah jadi gimana, kemana kita? tanya nana
"laut , pantai" ucap dion dan tiwi bersamaan dan seketika saling memandang. tidak tau kenapa mereka berdua jadi tidak ada yang mau mengalah
"aku nggak mau ke pantai bunda, tiwinya mau ke laut aja" ucap tiwi.
"dion juga gak mau ke laut ibu" ucap dion mendekati nana dan tiwi.
"lo ngalah dong, jangan mau mending sendiri" ucap dion pada tiwi.
"lo yang harusnya ngalah, masa sama cewek apalagi tunangan sendiri nggak mau ngalah" ucap tiwi tidak terima.
"eh lo yang terus nggak mau kalah dari gue ya" ucap dion
"jangan ngadi-ngadi deh lo" ucap tiwi
"udah dong, jangan ribut mulu. kita tanya orang yang mau ikut nanti aja" ucap nana melerai pertengkaran sepasang
"dia tu bunda, masa nggak mau ngalah sama pasangan sendiri" ucap tiwi merengek pada nana
"ya sudah dong kalian, nanti bunda kasih tau kita kemana" ucap nana
secepat itu tiwi akrab dengan keluarga dion tidak ada yang merasa canggung terhadap satu sama lain , tiwi selalu tidak ada yang membeda kan antara kedua keluarga tersebut ia walaupun tiwi baru mengenal keluarga dion.
tetapi ia tau bahwa keluarga barunya sayang terhadapnya tidak ada yang membedakannya dengan yang lain.
"dion bilangin sama resepsionis kamu itu, sopan dikit dong sama tiwi, dia ngak tau apa tiwi tunangan kamu!!" ucap nana kesal
"emangnya lo di apain?" tanya dion pada tiwi
"di gigit!" ucap tiwi
"oh digigit, mati nggak?" ucap dion dan semakin membuat tiwi kesal.
"gila lo, gue masih idup!!" ucap tiwi.
"oh masih idup" timbalnya dengan santai, ia langsung mengambil ponselnya mengirim pesan pada asistennya.
'pecat resepsionis itu sekarang juga!'
"ya udah ibu mau keruangan ayah kamu dulu, kalian jika ingin makan siang. makan saja berdua, dan kamu dion segera ajak tiwi makan jangan sampai terlewatkan karena pekerjaan kamu" ucap nana
"iya" timbal dion
"ya sudah, bunda pergi dulu sayang" ucap nana pergi meninggalkan tiwi dan pergi ke ruangan suaminya.
__ADS_1
"ayo kita makan" ajak tiwi mendekati dion yang masih berkutik dengan komputernya.
"nanti dulu" ucap dion tanpa menoleh sedikit pun kearah tiwi dan ia segera geram.
"gak mau, maunya sekarang. gak inget lo kata bunda tadi!!" ucap tiwi.
"ya iya, cerewet banget si lo" ucap dion
"bodoamat!!"
"iya udah ayo!" ucap dion berdiri menghampiri tiwi,
keluar dari ruangan dengan persampingan hingga sesampainya mereka didepan wanita yang ia gak suka tadi, ia Jessy yang tidak tau jika tiwi adalah tunangan bosnya
melihat Jessy dihadapannya, tiwi langsung menggandeng tangan dion dengan cepat alu melewatinya tanpa berkata.
ada rasa kesal pada diri Jessy melihat sikap tiwi yang tukang pengadu pikirnya,
"kita mau kemana?" tanya dion sudah berada didalam mobilnya.
"ke restoran xx" ucap tiwi
tidak ingin berdebat, ia langsung melajukan mobilnya menuju restoran yang dibilang oleh tiwi, tidak akan menang walaupun membantahnya pikir dion.
Sesampainya di restoran yang mereka tuju dion dan tiwi segera menuruni mobil dan berjalan, dan memilih tempat duduk. Memesan makanan memanggil pelayan,
"Gue ke toilet dulu, pesenin gue juga. Terserah apa aja" ujar tiwi
"Jangan lama-lama" ucap dion membuat tiwi menghentikan langkahnya dan kembali mendekati dion
"Ini ke toilet bukan keluar kota, jangan jangan lo udah kangen ya!! Baru berapa langkah dari lo udah kangen" ujar tiwi menggoda dion yang membuatnya salah tingkah
"Ngapain juga kangen sama lo," pedean banget lo pergi sana" ujar dion
Tiwi meninggalkan dion yang sedang memesan makanan pada pelayan, tiba tiba ada seorang wanita yang mendekati dion disaat tidak ada tiwi disana.
"Kamu siapa ya? Aku nggak kenal". Ucap dion sedikit menjauh ketika wanita itu mendekatinya.
"Massa kamu nggak inget sama aku, aku kan pacar kamu" ujar wanita itu menggeliat ke tangan kekar milik dion
"Mbak siapa ya?" ujar tiwi yang datang, dengan kagetnya ia melihat dion sedang bersama wanita lain.
Ditempat lain ada dua wanita yang sedang tersenyum ngambang melihat tiwi sudah datang.
"Saya pacarnya dion!!" ujar wanita tersebut membuat emosi tiwi memuncak.
"Apa benar??" tanya tiwi pada dion dan dengan cepatnya dion membalas dengan menggelengkan kepalanya
Tiwi yang sudah geram melihat wanita itu yang semakin menggeliat dan bermanfaat kan diamnya dion, tiwi melangkah maju menarik kerah baju milik wanita tersebut
"Jangan berani-beraninya sentuh apa yang milik gue!!" ujar tiwi mengeraskan tangannya dikerah baju milik wanita tersebut membuatnya susah bernapas.
"dia pacar ku, lo siapa?" ujar wanita itu menepis tangan milik tiwi.
"Jangan ngaku-ngaku deh lo, gue tau siapa yang nyuruh lo kayak tadi, keganjenan banget jadi cewek, apa jangan jangan lo sering jadi pelakor ya" ujar tiwi
Plak..
Wanita itu menampar tiwi dengan keras. Dan segera memengangi pipinya yang sudah memerah. Dengan emosi yang sudah ingin meluap
Tiwi mencekik wanita tersebut "maksud lo apa nampar gue hah" ucap tiwi Tidak ada balasan olehnya karna sudah susah bicara sebab cekikan tiwi yang keras
"Ini buat lo yang sudah nampar gue" ucap tiwi segera melayangkan tamparan kerang ke pipi kanan dan kiri wanita tersebut
"sudah-sudah ayo kita pergi" ujar dion menarik tiwi segera memasuki mobil yang tak jauh mereka parkir kan.
__ADS_1
"Lepasin" tiwi memberontak disela tarikan dion menuju mobil
"Masuk" suruh dion
"Ngapain lo narik gue hah" tanya tiwi sudah berada didalam mobil
"Lo tenang dulu, nih minum" beri dion botol mineral yang biasanya berada di mobil nya
"Lo seharusnya jangan seperti itu" ujar dion disela minumnya tiwi. Dan segera ia menghentikan minumnya.
"Terus gimana? Biarin gitu," ucap tiwi membuat dion tersenyum
"Cie cemburu" goda dion
"Mana ada, terus kenapa lo nggak marahin dia, wanita itu yang salah. Malah diem aja, berani-beraninya dia nampar gue" kesal tiwi
"Maaf ya" ucap dion Tidak ada balasan dari tiwi, menghiraukannya hanya melihat kerah jendela kaca.
"Gue mau makan" ucap tiwi
"Oke kita makan, kita cari tempat yang lain aja" ucap dion menghidupkan mesin mobilnya.
"Tapi maafin yak" Lanjut dion
"Nggak!!" ujar tiwi melipatkan kedua tangannya ke Dada
"Cie ngambek!" ucap dion
"Bodo"
"Amat"
"Tapi lo tadi hebat loh. cekik, terus tampar" ucap dion memperagakan apa yang ia lihat
"Emang" ucap tiwi singkat
"Ngambek mulu, nanti digigit setan loh" ucap dion
.
.
.
.
.
.
.
.
Lanjut part berikutnya
...kalian jangan lupa jaga kesehatan ya, ...
...semoga kita sehat selalu...
...jangan lupa...
...like...
...komen...
__ADS_1
...vote ya...
...salam 🤗...