KISAH UNTUK DION

KISAH UNTUK DION
tidak setuju


__ADS_3

melihat adiknya terjatuh rangga ingin sekali memarahinya.


"apa kau tidak lihat" ucap rangga terhadap laki-laki yang berada didepan mereka.


"sudahlah bang" ucap tiwi sambil membersihkan pakaiannya dari debu" yang berada dilantai tanpa menoleh ke arah laki-laki tersebut , dan betapa terkejutnya iya setelah melihat laki-laki dihadapannya.


"Dion!!!" panggil tiwi tersenyum


Tanpa bicara dion segera pergi dari hadapan kedua orang dihadapannya tidak ada pembicaraan sepatah kata pun, rangga melihatnya sangat geram melihat orang yang menabrak adiknya tanpa berminta maaf.


"kamu kenal by, kenapa dia tidak sopan sekali" ucap rangga kesal


"ya kenal, nanti aja aku ceritain sekarang kita jalan-jalan dulu aja" ucap tiwi menarik rangga


***


Di sebuah rumah besar yang bernuansa putih dan terdapat sebuah keluarga yang kalau dilihat sangat romantis kalau dilihat secara sekilas mungkin banyak orang yang ingin berada dibagian keluarga itu, tetapi tidak ada orang yang mengira berapa lika-likunya dalam keluarga tersebut.


dikeluarga tersebut terdapat empat anggota keluarga yang berbeda-beda wataknya. Dion anggara, Dia anak tertua dari dua bersaudara, laki-laki yang dingin irit bicara karna kelakuan papanya yang seperti selalu membencinya atas apa yang dilakukannya selalu salah.


Depan rumah besar menjulang tinggi terdapat mobil yang baru memasuki gerbang, menuruni mobilnya dan hendak masuk kedalam rumahnya. iya dion yang baru pulang dari mall membeli barangnya dan hendak memasuk kamarnya namun terhenti disaat suara teriakan memanggil namanya.


"DION!!!! dari mana saja kau" bentak laki-laki paruh baya bernama andrean alexander dari ruang kerja yang merupakan ayah dion dengan tatapan tajam


Tidak ada sautan dari dion yang hanya diam saja, tidak ingin mendengar amukan ayahnya dia langsung meninggalkan tanpa sepatah kata dan menaiki tangga memasuki kamarnya


"Hei!! Dasar anak tak tau untung" teriak andrean lagi yang melihat anaknya mengacuhkannya


"sudahlah jangan seperi itu terus, tidak baik membentaknya terus menerus" ucap wanita berambut sebahu yang mendekati andrean dan menenagkannya.


"kalau dibiarkan seperti itu terus mau jadi apa anak itu selalu tidak mendengarkan apa yang aku ucapkan" kesal andrean.


"sudah lah yah"


Nana alisya alexander merupakan ibu dari dion yang berhati baik dan berpengertian terhadap anak-anaknya

__ADS_1


Ya begitulah sikap ayahnya terhadap dion yang setiap hari memarahinya, membentaknya dan tidak pernah ia memperdulikan apa yang diinginkan dion atau yang disukainya tapi,


lain halnya terhadap putrinya yang masih sedikit kekanak-kanakan dia begitu memanjakannya apa yang diinginkannya selalu terpenuhi.


Didalam kamar yang bercat warna putih dan sedikit warna abu-abu seseorang memasuki kamar tersebut dan merebahkan tubuhnya keatas kasur dan memandang langit-langit.


"siapa sebenarnya aku ini, kenapa ayah membenciku" batin dion sambil menatap langit-langit di kamar nya dan seketika dia ingat atas kejadian dia yang menabrak seorang wanita saat berada di mall tidak lain ia adalah tiwi.


"kenapa aku memikirkan dia, kenapa dia selalu tersenyum meskipun aku bentak dia, sudahlah..!"gumam dion menepis ingatannya tentang seorang gadis ini dan menuju kekamar mandi.


***


Didepan rumah yang besar terdapat mobil baru terparkir dan menuruni, rangga dan tiwi baru saja pulang dari mall berbelanja, menyuruh supirnya membawa barang dan segera memasuki rumahnya terdapat seorang wanita paruh baya yang berada dihadapan televisi.


melihat wanita paruh baya didepan televisi, tiwi segera menghampiri wanita tersebut tidak lain mamanya sendiri.


"mama...aku pulang"ucapnya sambil berjalan menghampiri wanita tersebut


"sayang, kamu sudah pulang? apa kamu puas jalan-jalannya, kemana rangga?" tanyanya


"kenapa ma apa mama sudah kangen pada rangga? ucap rangga kepada mamanya yang tadi bertanya dimana dirinya


"siapa yang kangen, mama gak kangen sama kamu haha.., mama cuman mau tanya berapa banyak uang mu habis? ledek diana pada rangga


"yaudah lah ma ini juga kan untuk beby, iya kan by" ucap rangga


"mama jangan gitu dong, aku gak abisin uang bang rangga kok! aku juga beliin untuk mama sama papa, lagian uang bang rangga kan banyak" jawab tiwi


"serius!! mana buat mama sayang?" tanya diana


"ini ma.." beri rangga


"terima kasih anak mama, bagus sekali sayang" ucap diana melihat pakaian yang dibeli oleh tiwi "yaudah mama masuk kekamar dulu ya" ucap diana lagi


"iya ma" timbal tiwi dan rangga bersama

__ADS_1


setelah diana masuk kekamar hanya tinggal tiwi dan rangga, tiwi hendak masuk ke kamar nya tiba-tiba dihentikan oleh rangga.


"by mau kemana?"


"kekamar abang" jawab tiwi


"ntar dulu, abang mau nanya soal yang tadi by, sini duduk dulu" ajak rangga duduk dan diikuti oleh tiwi "ceritain sekarang!!" ucap rangga


"yang tadi? ,itu cuman temen kok gak lebih emang kenapa kalau aku suka sama seseorang bang, abang kayak gak pernah pacaran aja" ucap tiwi


"ya gak apa sih kalau kamu mau deket sama dia tapi yang abang lihat tadi kayaknya abang gak setuju deh kalau kamu sama laki-laki yang tadi" ucap rangga pada tiwi yang melihat kelakuan dion dimall tidak ada sopan santun.


"iih abang kok gitu sih, aku udah terlanjur suka sama dion, abang gak asikk seharusnya abang tu dukung aja" ucap tiwi ngambek


"ya iya abang selalu dukung kamu by tapi abang takut kamu sakit hati sama dion itu" timbal rangga


"gak mau ah abang gitu, tiwi mau masuk kamar aja" ucap tiwi meninggalkan rangga


melihat adiknya seperti itu rangga hanya penasaran terhadap dion, bagaimana adiknya bisa jatuh cinta seperti seorang dion yang sikap saja tidak baik pikirnya.


"apa yang disukai tiwi dari dion?" batin rangga


***


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


lanjut part berikutnya...


__ADS_2