
“lo nggak papakan?” Tanya dion.
“gue baik-baik aja kok, kalian sebaiknya fokus lacak lokasinya untuk cari adel. Jangan khawatirin gue” ujar tiwi menenangkan .
Rangga kini telah sampai ditempat mereka berkumpul mencoba mencari keberadaan adel. Keluar dari mobilnya dan menghampiri mereka segera.
“by gimana? Adelnya udah ketemu?” Tanya rangga pada tiwi
“adel belum ketemu bang rangga” ujar tiwi lemas
“by, kamu kenapa?” Tanya rangga khawatir ketika melihat wajah tiwi kelihatan tidak ada tenaga
“nggak papa kok, emangnya kenapa?” ujar tiwi
Belum sempat rangga menjawab tiba-tiba ia mendengar ponsel bordering didalam tasnya diatas meja.
Tiwi langsung membuka ponselnya ia terkejut ketika orang yang menghubunginya
“adel!” ujar tiwi dan didengar oleh semua orang, semuanya tak kalah terkejutnya
“ayo cepetan angkat tiw, jangan lupa suaranya dikerasin supaya bisa dengar semua” ujar sella dan diangguki oleh tiwi
“hallo adel sayang, kamu dimana?, kamu nggak papa kan?” ujar tiwi disambungan telponnya.
“ hiks hiks. kaka adel takut, tolong adel” ujar adel menangis
“sekarang adel tenang dulu, adel tau nggak dimana adel sekarang?” Tanya tiwi mencoba menenangkan adel.
“adel, nggak tau kak. Hiks hiks” ujar adel masih menangis
“del kamu share lokasi kamu aja, nanti kak dion segera kesana” ujar dion disambungan tempon mereka.
“iya kak” ujar adel
Beruntungnya adel ia selalu membawa ponselnya kemanapun ia berada yang selalu ia simpan didalam tas yang berada dalam tasnya
Adel segera mengirimkan lokasi ia berada sekarang kepada ponsel milik tiwi dan tidak lama kemudian seseorang masuk kedalam ruangan dimana ia disembunyikan.
“hey anak kecil, sedang apa kau” ujar seseorang paruh baya yang berbadan kekar menuju kearahnya.
“eh kakek, aku sedang duduk diikat, kakek mau apa kesini” ujar adel mempermainkan pria berada didepannya sekarang dan membuatnya geram.
“siapa kakek mu, saya bukan kakekmu” tegas pria tua didepannya lagi dan semakin memanas.
“benarkah?, tapi saya lihat lihat wajah anda seperti kakek tua” ujar adel membuat pak tua semakin geram, adel yang sebenarnya takut sekali tetapi ia tidak ingin melihatkannya kepada orang yang sedang menculiknya.
“kau anak kecil jangan banyak bicara” ujar pria tersebut
“jangan panggil aku anak kecil paman, panggil aku sifa, nama ku sifa” ujar adel menirukan salah satu kartun kesukaannya
“diam kau” ujar pria tersebut, menyadari ada orang yang datang pria tersebut membalikan badannya dan menunduk member hormat
“hallo anak kecil, apa kabar mu” ujar wanita yang memakai topeng hingga adel tidak tahu siapa yang berada didepannya.
“aku baik baik saja, hanya saja saya sedikit lapar, bisakah kau memesankan makanan untukku, sepertinya sup iga bakar enak” ujar adel kepada wanita tersebut
Wanita itu berjongkok menatap adel “benarkah? Mari kita memesannya,” ujar wanita itu tanpa sadar
Adel hanya menahan tawa “*jangan lupa sate* *taichan itu sangan enak juga*” ujar adel membuat wanita itu sadar ia sedang dipermainkan
“kurang ajar kau anak kecil beraninya mempermainkan aku dengan makanan” ujar wanita itu marah pada Adel yang hanya tersenyum
Berbalik kepada anak buahnya “kau jaga dia, jangan sampai lepas” ujar wanita itu lalu pergi membeli makanan, karna olah adel membuatnya lapar.
__ADS_1
Adel yang sedang mengingat siapa wanita itu ‘***sepertinya aku kenal wanita itu tapi siapa ya***’ batin adel
Adel yang melihat pria yang menjaganya tertidur pulas ia memikirkan rencana mengaburkan diri, seketika ia melihat jendela yang berada didekatnya tidak terkunci sama sekali dan sedikit terbuka
Adel berusaha melepas ikatan tangannya diikat dengan tali, hingga tertepas dari ikatan yang membuat tangannya memerah, segera ia melepaskan ikatan dikakinya, mengendap ngendap berjalan sepelan mungkin sehingga tidak dapat didengar,
Adel melompati jendela dan menjauh dari tempat tersebut, berlari sekencang mungkin sehingga membuatnya tersandung terdapat luka di lututnya sehingga membuatnya pincang, mengambil ponselnya untuk menghidupkan senter karna hari sudah gelap.
Sedangkan lain halnya dengan dion dkk dan tiwi dkk mereka mengendarai mobil melihat sekeliling ketika mereka sudah dengan lokasi yang dikirim oleh oleh adel.
Adel yang sedang berlari menghindari pria yang tadi mengejarnya, tidak merasakan sakit dikakinya ia terus berlari tidak menghiraukan kakinya yang berdarah.
Tiwi yang melihat seseorang dari kejauhan yang sedang dikejar oleh pria, ia mengamatinya sehingga terlihat jelas bahwa seseorang tersebut adalah orang yang mereka cari.
“itu adel!!, dion itu adel” ujar tiwi duduk disamping dion membuat semuanya terkejut.
“iya benar itu adel” ujar sarti duduk belakang dengan sella
“dia dikejar oleh pria itu, kita harus segera kesana” ujar sella
Dion dengan cepatnya mengarahkan mobilnya kearah dimana adel berada.
“adel kesini” teriak sarti dan sella
“adel ayo kemari, sayang” ujar tiwi dibalik jendela yang ia buka untuk memanggil adel.
Adel yang sadar ada yang memanggilnya, mencari dimana suara tersebut. Ketika ia menemukan suara tersebut ia langsung berlari menuju mobil.
“kakak” ujar adel ditengah lariannya dan masuk kedalam mobilnya.
Sarti segera menutup pintunya, dan dion tanpa lama lama melajukan mobilnya dikecepatan tinggi.
“del kamu nggak papa kan?” Tanya tiwi menghadap kebelakang
“adel nggak apa kok” ujar adel
“tapi kaki kamu terluka sayang” ujar tiwi
“kita kerumah sakit sekarang” ujar dion
__ADS_1
Sella langsung menghubungi billy memberitahukan bahwa mereka sudah menemukan dimana adel berada karna mereka menggunakan 2 mobil, mereka menggunkan mobil rangga.
“*halo billy, adel sudah sama kita*” ujar sella disambungan ponselnya
“*terus kalian dimana dan mau kemana* *sekarang*” Tanya billy
“*kita kerumah sakit karna adel terluka*” ujar sella
“*baiklah kami segera kesana*”
Sekarang mereka sudah berada dirumah sakit setelah berberapa jam perjalanan karna tempat mereka tadi jauh dari rumah sakit sehingga sekarang menunjukan jam 5 pagi
“dion dimana adel?” Tanya nana yang baru datang bersama dengan andrean
“adel ada didalam bu, lagi diobatin dokter” ujar dion
Nana yang mengetahui anaknya berada didalam ia segera masuk kedalam untuk melihat keadaan adel. Diikuti oleh andrean.
Tiwi yang sendari tadi hanya diam, karna sakit perutnya membuatnya semakin pucat. Kini orang tuanya tiwi telah tiba dirumah sakit ketika sella member tau bahwa mereka sedang disana.
“sayang kalian tidak apa apa kan? Gimana kabar adel” Tanya Diana pada rangga yang baru sampai bersama shan
“kami tidak apa apa ma, adel juga hanya terluka sedikit” ujar dion
Diana yang melihat tiwi hanya diam, ia segera menghampirinya. Terkejutnya ia ketika melihat wajah anaknya semakin pucat
“sayang kamu kenapa? Wajahmu pucat sekali sayang” Tanya Diana khawatir
“tiwi nggak apa apa kok ma” ujar tiwi
“baiklah mama kedalam dulu” ucap Diana dan diangguki oleh tiwi lalu meninggalkannya
Dion yang melihat tiwi segera menghampirinya “lo beneran nggak papa?” Tanya dion tapi tidak ada sahutan dari tiwi
Tiwi memegangi pundak dion, karna dion berada didepannya mencoba menahan agar tidak terjatuh, Seketika pandanganya semakin buram dan hitam, tiwi terjatuh pingsan. Dion segera memeluknya menahan badan tiwi agar tidak terjatuh.
“TIWI!!”
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
lanjut part berikutnya