
Beberapa minggu kemudian
Sore hari dengan hujan deras dan terdapat petir disana menambah nuansa sejuk. Memandang pemandangan dari luar jendela yang sangat jernih sehingga terlihat jelas gemercikan air. Menikmati es krim membuatnya tambah gembira. itulah kebiasaan tiwi, disaat orang lain menyantap yang hangat-hangat saat hujan tetapi berbeda dengannya ia malah menikmati es krim nya yang dingin-dingin disaat hujan dan dinginnya hari.
Menyantap es krim cup nya membuatnya tersenyum bahagia sedangkan lain halnya dengan pasangan tunangannya, ia duduk dibalkon kamarnya dengan menatap pepohonan yang terdapat disana, sesekali ia melihat benda melingkar dijari manisnya membuatnya tersenyum. Ada kebahagiaan pada dirinya ketika ia melihat cincin pertunangannya dengan tiwi.
"Dion, kamu sedang apa" ucap nana datang dan menghampiri dion yang tengah duduk dan melamun.
"gak ada bu, ibu kenapa kemari. terus gak ngetuk pintu lagi" ucap dion
"kamu jangan sembarangan, kamu aja yang nggak dengar" ucap nana dengan tatapan malasnya menipu dion
"HEHE, maafkan aku ibu kusayang. Kenapa bu?" tanya dion.
"Bagaimana kabar calon mantu ibu?? Kenapa tiwi sudah jarang kemari, apa kalian bertengkar" tanya nana heran
"Kami tidak apa apa bu, dion sekarang lagi sibuk dikantor jadi gak ada waktu" ucap dion
Selesai acara malam waktu itu dion mulai memperkerjakan dirinya diperusahaan milik ayahnya, dan menjadi bagian dari ceo diperusahaan mereka.
"Ibu mau kalian kencan" ucap nana membuat dion membelalakan matanya dan beranjak dari tempat duduknya.
"Tapi bu,,," langsung dipotong oleh ibunya.
"Harus pokoknya" ucap nana
"Nggak"
"Harus"
"Nggak"
"Harus"
Itulah perdebatan ibu dan anak disore hari tidak ada yang ingin mengalah, nana melakukan hal tersebut agar Tiwi tidak merasa diacuhkan dan tidak diperdulikan oleh tunangannya sendiri.
"Jika tidak mau berkencan, kamu ajak tiwi kesini saja kita makan malam disini. Tidak ada bantahan!!" ucap nana mengalah tidak jadi berkencan dan diganti dengan makan malam dikediaman mereka sendiri.
"Tapi bu, aku kan banyak kerjaan" elak dion
"Kamu itu CEO disana, pemiliknya ayahmu sendiri jadi tidak apa, jika kau masih membantah kamu tidak boleh bekerja besok dan harus jalan-jaan bersama tiwi titik" ucap nana mutlak
"Ya, iya nanti aku kabatin tiwi dan menjemputnya setelah hujan selesai" ucap dion hanya pasrah karna sesungguhnya nana/ibunya memang tidak bisa dibantah.
"Telpon nak tiwi sekarang, dan segera jemput dia" ucap nana pada dion
Masuk kekamarnya dari balkon mengambil benda pipih yang terletak diatas meja belajarnya disaat ia masih sekolah dulu, menggeser layar ponselnya dan mencari nama tiwi dan segera tersambung, sedangkan ditempat lain terkejut dengan deringan ponselnya, merasa kesal karena kenikmatannya menikmati es krim nya terhenti dan beranjak melihat siapa yang menghubunginya.
Menggeserkan layarnya dan meletakannya ditelinganya.
π"Hallo!!" ucap tiwi.
π"Ibu mau kamu kemari, bersiaplah nanti aku jemput" ucap dion dalam sambungan telponnya, nana mendengar hal itu hanya tersenyum sambil melihat dion, ingin bicara dengan calon menantunya ia mengambil ponsel yang dipegang dion
π"Halo sayang, kamu se sini ya. Ibuk kangen tau, yaa!" ucap nana disambungan telpon yang ia rebut dari dion, dion hanya menggeleng heran.
π"Iya bu, tiwi siap-siap dulu nanti sambil bilang sama mama dulu" ucap tiwi
"Iya sayang, mama kamu pasti ngebolehin lah gak mungkin gak dong" ucap nana di sambungan telpon.
π"Iya buk"
π"Baiklah sampai ketemu nanti" ucap dion mengambil ponsel dari nana dan mematikan sambungan telponnya menatap ibunya yang tersenyum-senyum sendiri tadi membuatnya heran, semudah itukah membuatnya tertawa pikirnya.
"Apa ibu puas??" tanya dion menatap ibunya dengan tajam.
"BANGET..." ucap nana bahagis sebahagianya.
"Baiklah kau bersiaplah dan segera berangkat menjemput calon menantu ibu" ucap nana pergi dari kamar dion.
Bersiap sesuai yang ia inginkan berpakaian yang sederhana mungkin hingga tetap cantik dengan rambut yang tetap terurai, ia hanya suka rambutnya terurai tidak diikat. Menuruni anak tangga menemui orang tuanya karna sekalian ingin izin.
"By, kamu mau kemana??" tanya rangga melihat adiknya perakaian ingin keluar.
"Mau kerumahnya dion bang, bolehkan ma, pa??" tanya tiwi pada orang yang berada disana.
"Bolehlah sayang, tapi dion kemana? Gak jemput?" tanya diana.
"Sebentar lagi dia sampel kok ma" ucap tiwi
__ADS_1
"Ya sudah makan malam dulu, sayang" ucap shan
"Gak pa, mungkin dede makan disana aja. Tadi ibunya dion bilang makan disana!!" ucap tiwi memang nana ingin makan malam bersamanya.
TOK TOK TOK
"Itu pasti dion, pa ma aku buka pintunya dulu" ucap tiwi pergi.
***
"Ayo pergi" ucap dion sesampainya tiwi dan membuka pintunya.
"Gak sopan banget!!" gumam tiwi
"Masuk dulu aja, mama sama papa nungguin tuh ada bang rangga juga." lanjut tiwi
"Mama sama paa dimana?" tanya dion melihat- lihat kearah dalam rumah
"Didalam, ayok masuk dulu" ucap tiwi diangguki oleh dion, dan langsung menarik Tangan dion menuju masuk kemeja makan yang sudah ada papa mama dan rangga yang masih disana.
"Sakit" ucap dion bisiknya ditiwi karna ulah tiwi yang merik tangannya. dan hanya menunjukan giginya.
"ma, pa bolehkan? Tadi ibu minta untuk tiwi kerumah" ucap dion didepan orang tua tiwi.
"Bolehlah sayang" ucap diana
"Kalian berangkatlah sekarang nanti hujan lagi, jangan pulang terlalu larut, jika ada apa apa segera telpon mama sama papa atau rangga" ucap shan.
"Siap pa" ucap tiwi memberi hormat.
"Berangkat ma pa"ucap dion memegang tangan tiwi, keluar dari rumah ke halaman depan menuju mobil diikuti oleh rangga.
"Eh.. bentar dulu handphone aku ketinggalan dikamar, aku ambil dulu, tunggu aku" ucap tiwi berlari menuju kamarnya mengambil barang yang hampir ia lupakan.
Hanya mendapati dion dan rangga disana, mendekati dion dan berkata memperingati nya
"Jangan pernah lo buat adik gue nangis atau sedih, jika itu terjadi gue akan berbuat yang lebih terhadap adik lo" ucap rangga sinisnya.
"Gak akan, gue janji" ucap dion suara kecil.
"Aku datang!! Ayo berangkat" teriak tiwi, dan seketika suasana kembali seperti sebelumnya seolah tidak apa.
"Daa, bang rangga" ucap tiwi melambaikan tangan nya. Menyusuli dion memasuki mobil.
Tidak ada yang angkat bicara hanya terdiam dalam keheningannya malam, eakk. hanya menatap luar jendela kaca mobil sehingga membuat tiwi tidak sadar bahwa mereka sudah berada dikediaman rumah dion.
"Ayo turun, mau ditinggal?" ucap dion sambil membuka pintu terhenti melihat tiwi yang enggan untuk keluar, membuyarkan lamunan tiwi yang tidak sadar bahwa mereka sesampainya.
"Eeh.. Tunggu iih" ucap tiwi kesal karena sikap dion, membuka pintu dan segera berlari mengejar dion.
"Tunggu napa" ucap tiwi yang sudah berada disamping dion yang sudah ada orang tuanya dion.
"Siput!!" ucap dion pada tiwi hanya memasang mata malas nya, tidak ingin berdebat ia langsung menghampiri nana dan andrean.
"bu, apa kabar?" tanya tiwi memeluk nana dan dibalas dengan kecupan kening milik tiwi
"Ibu baik. Kamu apa kabar?, kenapa jarang banget datang kesini?" ucap nana karna belakangan ini keduanya kandang bertemu dan datang kerumahnya karna mereka sibuk masing-masing.
"Aku baik kok bu" ucap tiwi.
"Kenapa jarang kesini sayang?, ibu kangen tau" ucap nana sedikit merajuk, membuat tiwi bingung
"Tiwi juga kangen kok, Lagian tetangga sibuk sih buk" ucap tiwi menoleh kearah dion karna yang ia sebut tersebut adalah dion sendiri.
"Tuh denger, dion sayang kamu jangan sibuk-sibuk dong, ayo kita makan malam. Ibu sudah masakin masakan kesukaan kamu sayang" ucap nana pergi menuju dapur bersama tiwi.
"Dimana adel bu, yah?" tanya adel pada nana dan andrean, ketika semua orang sudah berkumpul termasuk dion.
"Aku datang!!" tariak adel menuruni tangga
"Sayang, jangan teriak-teriak dong. Ini rumah loh bukan hutan" ucap nana menasehati adel
"Yang bilang ini hutan siapa ibu kusayang" ucap adel duduk disamping ibunya berhadapan dengan tiwi dan dion.
"Kak nanti selesai makan kita main ya" ucap adel pada tiwi
"Iya" ucap tiwi serta anggukan
Mereka pun Makan malam tanpa jeda hingga ketukan pintu terdengan disaat mereka dipertengahan makan malamnya, asisten rumah tangganya dion membukakan pintu dan tanya diperintah ia langsung masuk menghampiri mereka yang sedang makan malam
__ADS_1
"Hallo tante, apa aku ganggu" tanya seorang wanita yang barusan datang, mengganggu mereka makan
"Hallo sisil, apa kabar? Ayo ikut kami makan malam" ucap nana mempersiapkan sisil
"Baik kok tante"ucap sisil dan berjalan menuju kursi yang bersebelahan dengan dion
Tiwi hanya terkejut melihat sisil yang berada dirumah dion, sisillah orang yang sangat membenci tiwi ketika mereka masih sekolah.
Adel hanya kesal melihat makhluk yang datang tidak diundang tersebut, ia tau jika semua orang disana juga tidak suka terhadapnya. Hancur lah moodnya hingga ia menghentikan makannya dan menghampiri tiwi yang masih makan.
"Kak ayo kita kekamar aja, gak enak disini" ucap adel menarik tangan tiwi dan cepat tiwi menghentikan makannya sehingga minum pun tidak.
Menuju keatas kekamar adel dengan kesalnya, hingga sampailah mereka ditempat tersebut , duduk di kasur nya dengan kesal.
"Adel kenal dengan dia?" tanya tiwi
"gimana gak kenal dia aja dulu tiap hari datang kesini terus" ucap adel kesal dan tiwi hanya membuat mulutnya membentuk oo
"tapi kaka tenang aja, semua yang ada disini tidak ada yang suka dengan dia, terutama kak dion" ucap adel
"Ibu sama ayah juga?" tanya tiwi
"Bahkan bi sumi juga gak suka, kayak jailangkung dia mah dateng gak diundang, pulang gak dianter" ucap adel membuat tiwi tertawa dan batuk
Uhuk uhuk..
"Kak tiwi kenapa" tanya adel
"Kaka belum minum dari makan tadi del, kamu sih narik kaka minum aja gak sempet loh" ucap tiwi
"Hehe, aku lupa" ucap adel menyengirkan giginya dan segera mengambil minum yang terletak dimeja tepat disamping tempat tidurnya.
"Nih kak minum dulu" ucap adel memberikan segelas air putih. Hingga meminumnya
"kak gimana kalau kita intip mereka" ucap adel pada tiwi
"Ayok"
Keluar dari kamar adel hingga mereka melihat sisil yang sedang mencari perhatian pada nana untuk dilihat oleh dion.
"Lihatlah dia kak, cari perhatian banget sama kak dion pakek dekati ibu segala" ucap adel masih diatas melihat kebawah kearah mereka
"Iya" ucap tiwi serta anggukan tanpa ia sadari
"Kaka cemburu!!" tanya adel membuat tiwi menoleh kearahnya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
lanjut part berikutnya.
...jangan lupa ...
...like...
...komen ...
...vote...
...ya man temanπ...
__ADS_1
...salam authorπ€...