KISAH UNTUK DION

KISAH UNTUK DION
pengumuman pertunangan


__ADS_3

sekarang yang ditunggu-tunggu telah tiba, kesenangan dan kesedihan tercipta disekolah SMA garuda, perpisahan bagi siswa siswi senang karena ingin menghadiri pesta dan kesedihan karna harus berpisah dengan sahabat-sahabatnya.


semua siswa siswi berpenampilan cantik dan tampan untuk memperlihatkan kemegahan masing-masing namun berbeda dengan sella dkk hanya menggunakan pakaian yang terbilang sederhana akan tetapi ia memiliki style tersendiri dan saat ketika mereka yang mengenakan gaun milik mereka, yang mereka siapkan dari jauh hari.


saat berada dikediaman keluarga shan tampak semua sudah bersiap untuk berangkat, mereka hanya menunggu satu seorang lagi untuk berangkat, sudah ada sepasang suami istri yang tak lain diana dan shan yang mengenakan pakaian yang serasi, rangga yang menggunakan style yang sangat cocok untuknya terlihat sangat tampan, dengan jas yang berwarna coklat dengan paduan kemeja putih.


yang ditunggu telah tiba terdapat seorang gadis menuruni anak tangga dengan anggun, menggunakan gaun yang berwarna merah muda (pink) dan high heels yang tidak terlalu tinggi sangat serasi dengan gaunnya, rambut ikal gantung yang terurai ditambah sebuah hiasan rambut untuk menambah kecantikannya,


menggunakan anting dan kalung sederhana tetapi terdapat permata atau berlian kecil yang membuatnya menjadi sempurna, dengan make up yang seadanya membuat semakin perfect, bisa dibayangkan kecantikannya??.


tiwi menuruni anak tangga membuat semuanya ternganga melihat kecantikannya seperti terhipnotis, mendekati orang tua dan rangga yang tidak mengalihkan pandangan mereka hingga tiwi merasa heran


"mama papa sama bang rangga kenapa?? apa ada yang salah??" tanya tiwi sambil melihati dirinya sendiri apakah ada yang salah, tidak ada jawaban dari mereka membuat tiwi geram dan berteriak mengagetkan mereka.


"HEY, kalian kenapa??" tanyanya lagi


"sangat cantik"ucap rangga masih menatap tiwi menggelengkan kepalanya "ingin rasanya kunikahi" ucap rangga lagi, membuat diana spontan melayangkan dompet yang ia pegang ke kepalanya rangga dan meringis kesakitan.


"mama gitu, sakit tau" ucap rangga mengelus-ngelus kepalanya


"kamu sangat cantik sayang" ucap diana mengacuhkan rangga, membuat pipinya memerah


"kalian juga sangat cantik dan tampan" ujar tiwi yang tak kalah membuat diana yang tersipu malu


"abang tau kok kalau bang rangga ganteng"ucap rangga membusungkan dadanya membanggakan diri.


"kecuali bang rangga!!" ucap tiwi dan seketika itu juga membuat diana dan shan tertawa terbahak-bahak, berbeda dengan rangga dengan rangga hanya memutar mata malas nya dan merajuk.


"kamu sudah selesaikan sayang?? ayo kita berangkat" ajak shan pada tiwi dan diangguki olehnya sehingga mereka berjalan menuju mobil yang sudah disiapkan pak alan meninggalkan rangga


sesampainya di parkiran tiwi yang tidak melihat rangga, memutar kan pandangan mencarinya dan menyuruh orang tuanya duluan karena iya akan berangkat dengan rangga.


"mama sama papa duluan saja, dede mau berangkat dengan bang rangga" ucap tiwi


"kenapa tidak sama papa mama sayang"ucap diana


"sepertinya ada yang merajuk" bisik tiwi pada telinga diana yang berada disampingnya dan langsung paham dengan ucapan anaknya hanya berkata "oohh"


menunggu dekat mobil rangga sudah terparkir, hingga akhirnya ia melihat rangga keluar dan mendekati mobilnya, melihat tiwi yang sedang menunggunya hingga muncul ide jahil pada pikiran rangga.


mendapati banyak pertanyaan dari tiwi tetapi tidak direspon oleh rangga yang hanya melewatinya masuk kedalam mobilnya dan segera disusuli oleh tiwi.


"abang kita berangkat bareng ya" ucap tiwi tetapi tidak ada jawaban dari rangga menyusulnya masuk kedalam mobil


"abang marah ya sama tiwi" ucap tiwi lagi


"maafin dede yak" ucap tiwi, lagi-lagi tidak ada respon dari rangga.


"abang kok gitu sih sama tiwi, maafin dede ya tadi hanya bercanda, bang rangga itu ganteng kok melebihi oppa-oppa" ucap tiwi membuat rangga merasa seran. dan menampilkan wajah yang sendu.


"beby jangan nangis abang hanya bercanda, apa setua itu sampai melebihi oppa-oppa beby??" tanya rangga heran.


"iya tua, makanya buruan nikah" ucap tiwi mengejek rangga lagi dan lagi, hanya tipun menampilkan wajah sendu.


rangga memang benar-benar kudet, sampai-sampai oppa-oppa saja ia kita kakek-kakek, padahal semua itu salah oppa-oppa yang dimaksud adiknya adalah pria tampan yang tinggalnya dikorea, tetapi ia malah salah tanggap, sangat lucu bukan??


menyusuri jalan dengan kelakuan adik kaka yang tidak habisnya akhirnya mereka sampai ditempat acara itu diselenggarakan.


menuruni mobil dan masuk kedalam gedung menemui kedua orang tuanya yang sendari tadi telah sampai ditempatnya, memasuki gedung membuat tiwi dan rangga menjadi pusat perhatian banyak kata-kata yang keluar dari mulut orang lain baik memuji ataupun menghina.

__ADS_1


"gila, cantik banget dia"


"wah adik kaka memang tiada tara"


"calon imam gue itu"


"yaampun calon ibu dari anak-anak nanti"


"alah cakepan gue dibanding dia"


"iya gantengan gue"


itu lah kira-kira kata yang keluar dari sekitar mereka, dan tidak menghiraukan mereka sama sekali , rangga dan tiwi menganggap itu hanya angin lalu,


menghampiri orang tuannya, ketika sampai ia tidak melihat papanya didekat mamanya, membuatnya ingin segera bertanya.


"ma dimana papa, kok gak bareng mama" tanya tiwi pada diana yang sedang asik mengobrol dengan teman-temannya


"papa kamu sedang ada urusan sayang" jawab diana,


"eh jeng, itu anak mu? cantik sekali, siapa namanya" tanya ibu-ibu sekitar diana


"iya itu anakku, sayang perkenalkan dirimu sayang" ucap diana ada tiwi


"hallo tante, panggil saja tiwi" ucap tiwi memberi salam, "ma aku ke teman-teman aku dulu ya ma" ucap tiwi pada diana, ia tidak mau lama-lama disana.


pergi meninggalkan diana, tiwi menemui sella dan sarti tengah asik mengobrol dengan teman yang lainnya, membuatnya ingin segera menghampiri sahabatnya.


rangga yang sudah dari tadi meninggalkan tiwi menemui orang yang rangga kenal membuatnya pergi menghampiri sahabatnya sendirian


"eh tiw,sini" panggil sarti dan sella, melambaykan tangannya


"wahh, bidadari surga" ucap abi yang dari tadinya menatap tiwi penuh lekat,


"tumben kompak" ucap tiwi membuat mereka saling berpandangan


"tapi bener loh, lo cantik tiwi" ucap abi lagi, ia benar-benar terpesona pada gadis yang ada depannya.


"biasa aja kali" jawab tiwi dengan santai.


banyak yang mereka bicarakan, mengenai perkuliahan, pekerjaan sampai ke pernikahan pun mereka bahas, sambil bercanda tawa hingga masalah yang dipikirkannya selama ini hilang, mungkin ia masih berusaha untuk melupakan masa lalunya.


Hingga akhirnya ketika acara hampir selesai, sella melihat shan yang selaku orang tuanya tiwi, menaiki atas panggung dengan Andrean yang sudah berada didekatnya.


"tiw, bukannya itu bokap lo ya" ucap sella dan segera ia menoleh kearah yang di pandang sella, membuatnya heran


"ngapain papa disitu, ah mungkin membahas pekerjaan" batin tiwi saat ini, hingga akhirnya shan bicara menghadap kesemua tamu.


"selamat malam semuanya, saya disini ingin menyampaikan sedikit informasi, saya disini selaku pemilik sekolah SMA GARUDA, saya ingin memperkenalkan anak saya yang bersekolah disini juga" ucap shan seketika banyak orang yang terkejut dengan pengakuannya bahwa anak pemilik sekolah juga berpendidikan disekolahnya sendiri.


"sayang sini" ucap shan menunjuk kearah anaknya siapa lagi kalau bukan tiwi, saat itu juga tiwi menghampiri shan naik keatas panggung


tiwi sudah melihat keluarga dion dan keluarganya sudah berada diatas panggung, membuatnya mengerutkan dahinya heran, ia segera menghampiri shan dan berdiri disampingnya.


"ini anak saya TIWI DELIA SHAN anak kedua dari keluarga shan" ucapnya lagi hingga membuat para tamu ternganga dengan yang diucapkan, mereka tidak menyangka bahwa tiwi adalah anak pemilik dari SMA GARUDA,


sella dan sarti pun tak kalah terkejutnya ketika mereka mengetahui semuanya, bagaimana bisa kami tidak tahu jika tiwi adalah anak pemilik sekolah yaitu om shan, batin sella dan sarti


"saya disini ingin menyampaikan satu hal lagi, anak saya akan bertunangan" ucap shan membuat semua orang kaget, terutama tiwi yang tidak mengetahui apapun tentang pertunangan yang ia tahu hanya dion dijodohkan. menoleh kearah shan replek menanyakan apa ini sebenarnya.

__ADS_1


"loh pa, dengan siapa?" hanya itu tiwi bisa bertanya sekarang, ia begitu kecewa mendengar ucapan shan.


"anak saya akan bertunangan dengan anak dari tuan Andrean alexander dan istrinya nana alisya alexander yaitu Dion anggara alexander" ucap shan dan lagi-lagi membuat semuanya terkejut.


degg.


jantung tiwi berdebar kencang ketika ia mendengar bahwa ia akan tunangan dengan dion orang yang memang ia cintai selama ini.


dion pun sama terkejutnya bahwa ia akan bertunangan dengan tiwi, ia hanya tahu jika ia dijodohkan dengan orang tuanya.


memanggil dion dari barisan keluarganya, Andrean pun memberikan sebuah kotak kecil yang berisi sepasang cincin, dan segera mengisyaratkannya untuk memakaikannya pada jari milik tiwi.


sehingga pemasangan kedua cincin pun telah usay dijari jemari milik tiwi dan dion, membuat para tamu dan guru-gurunya bertepuk tangan merasakan senang, mereka sudah resmi bertunangan saat ini juga, banyak sebenarnya yang ingin tiwi pertanyakan, tapi ia berpikir untuk menanyakannya ketika mereka telah berkumpul.


ada sekelompok mata yang tidak menyukai hal tersebut, memeras gaunnya dangan keadaan berapi-api, tidak ingin membuat masalah mereka segera pergi dari raungan tersebut dan meluapkan amarahnya ditempat yang sepi.


siapa lagi kalau bukan sisil dkk, ia selalu terobsesi untuk mendekati dion dan mendapatkannya, sehingga ia tidak terima tiwi yang mudahnya mendapatkan dion,


"tidak akan ku biarkan kau memilikinya" ucap sisil mengeratkan tangannya dengan emosi yang sudah ingin meledak


"kalau aku tidak bisa memilikinya, kau juga tidak boleh memilikinya" senyum sisil sinis dengan akal liciknya


"apa yang kita akan lakukan" tanya teman sisil yang selalu berada disampingnya, dan hanya dibalas dengan senyuman tipis sinisnya


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


lanjut part berikutnya


...jangan lupa...


...like...


...komen ...


...vote ...


...yaaa...

__ADS_1


...maaf jika ada salah kata atau typo masih tahap belajar...


...salam dari author🤗...


__ADS_2