
"Lihatlah dia kak, cari perhatian banget sama kak dion pakek dekati ibu segala" ucap adel masih diatas melihat kebawah kearah mereka
"Iya" ucap tiwi serta anggukan tanpa ia sadari
"Kaka cemburu!!" tanya adel membuat tiwi menoleh kearahnya.
"Mm. gimana ya, susah jelaskinnya del. Tapi kaka gak cemburu kok!!" ucap tiwi salah tingkah dan kembali menatap sisil dan nana sedang mengobrol.
"kaka nggak usah ngeles lagi deh, adel tau kok, adelkan udah besar!" ujar adel
"nggak kok, kaka nggak cemburu. adel sok tau deh" ucap tiwi malu dengan dirinya sendiri, anak kecil seperti adel bisa mengerti ia sedang cemburu
"aku tau kok kaka tu cemburu, tapi kaka aja gengsian. Tapi tenang aja kaka, adel akan selalu dukung kaka kok jangan khawatir" batin adel melihat kearah tiwi yang sedang memandang sisil tengah mencari perhatian dion lewat ibunya.
"Kaka ikut adel yuk!!!" ucap adel lagi-lagi menarik tangan tiwi menuruni tangga menuju ke dapur.
"Mau kemana del? Terus mau ngapain?' tanya tiwi ditengah larian mereka.
Dion melihat tiwi dan adiknya berlari menuruni tangga menuju dapur hanya menggelengkan kepalanya karna terheran dan ada rasa penasaran, sekilas melihat sisil yang terus menerus cari perhatian pada ibunya merasa kesal dan segera mengacuhkannya kembali menatap ponselnya.
Sedangkan di dapur adel berulah dan bereaksi, sipat jahilnya bergejolak. Ia mengambil sirup yang berada didalam kulkasnya, menuangkan pada lima gelas yang sudah ia siapkan mengambil dua toples yang berisi gula dan garam, menuangkan gula pada empat gelas tersebut dan yang tersisa hanya satu gelas lalu mengisinya dengan garam, Mengembalikan toples tersebut lalu ia mengambil sebuah lipatan kertas yang ia sembunyikan dan masukannya kedalam minuman yang berisi garam tersebut.
"ini spesial buat jailangkung (sisil) itu kak" ucap adel pada tiwi sambil mengaduk- ngaduk jus buatannya.
"Jangan deh del, nanti dia marah gimana??" ucap tiwi
"biarin aja" ucap adel
"Terus yang kamu masukan tadi apa selain garam? " tanya tiwi penasaran
"ada deh, kaka jangan takut ini udah biasa kok" ucap adel terus mengaduk dan mengingat-ngingat perbuatan jahilnya kepada sisil sebelum-sebelumnya.
"Baiklah kalau begitu, kaka bantu" ucap tiwi yang memang sudah geram dan ketularan jahilnya adel.
"Ayo kak kita kedepan, aku bawain minuman ya" ucap adel mengangkat nampan yang berisi minuman yang sudah berisi garam.
"Yaudah kaka bawa ini ya"ucap tiwi mengambil piring yang sudah berisi biskuit dan diangguki oleh adel.
Melaksanakan rencana mereka, eh lebih tebatnya rencana adel. Pergi menemui sisil, dion dan ibunya yang berada di ruang televisi membawa yang mereka siapkan didapur, sesampainya mereka sisil hanya mengerdik ngeri.
__ADS_1
" minuman datang!!!" ucap adel bak pelayan restoran, meletakan minuman kesemua orang disana dan tidak boleh tertukar. Memberikan minuman kepada ibunya, dion dan tiwi yang terakhir sisil.
"Ini spesial buat tante sisil yang cantik" ucap adel memberikan minuman yang sudah berisi garam
"Makasih" ucap sisil
"adel sayang, kamu panggil aku kaka aja, jangan tante ya, kaka kan masih muda!" ucap sisil lembut
"iya tante!!" ucap adel yang membuat sisil pasrah apa yang diucap kan adel,
"Enak banget loh sayang!! Kamu yang buat??" ucap nana dan seolah bertanya pada adel yang memang ia sudah tau apa yang dilakukan adel, tapi anehnya ia tidak marah sama sekali.
"iya dong bu, ayo tante silahkan diminum, ini enak loh iya kan kak dion, kak tiwi" ucap adel pada tiwi dan dion, hanya diangguki oleh mereka karna memang minuman yang mereka minum tidak ada apa apa.
Meminum minuman yang diberikan adel, sesampainya dimulutnya ia hanya membuang mukanya kerna ia merasakan asinnya minuman yng ia minum, semuanya hanya menahan tawa mereka masing-masing termasuk dion.
"Gimana? Enak kan tante"ucap adel pada sisil yang masih mengekpresikan keasinan pada mulutnya.
"Enak" ucap sisil sedikit senyum terpaksa
"Yaudah abisin dong tan, aku udah bikinin capek-capek loh, massa cuman dikit minumnya" ucap adel memohon.
"Iya sayang habisin aja kok jangan malu-malu" ucap nana pada sisil
Meminumnya hingga habis, selangnya beberapa menit ia merasakan sembelit diperutnya yang ingin p*p
"Kayaknya kak sisil mau pulang deh, tadi mama kaka udah telpon, yaudah aku pulang dulu ya tente" ucap sisil pada mereka yang masih memegangi perutnya dan pergi dari dion yang sudah merasakan sakit perut.
'Info: sisil pernah memberitahukan berkali- kali kepada adel bahw ia maunya dipanggil kaka bukan tente , tapi sayangnya adel tidak mau, *hadeh del del
"Yaudah hati-hati" ucap nana
Melihat sisil yang langsung berpamitan mereka hanya tertawa kecil tapi tidak dengan adel yang sendiri tadi tertawa terbahak-bahak
"sudah-sudah, yang terlalu sering membuatnya seperti itu del" ucap nana
"iya bu, ayah mana?" tanya adel
"ayah kamu keluar sebentar ada keperluan sedikit" ucap nana.
__ADS_1
"bu kayaknya tiwi mau pulang deh ini udah jam segini nanti dicariin papa sama mama" ucap tiwi melihat jam tangannya
"iya sudah, maafkan ibu ya kita gak ngombrol tadi gara-gara ada sisil, tapi besok temuin ibu dikantor ya, ada yang ingin ibu kampaikan sama kamu" ucap nana
"iya bu, besok tiwi pasti dateng"
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
lanjut part berikutnya
...hai man teman, apa kabar?!...
...jika kalian ada saran komen aja,...
...kritik saja jika ada yang salah bakal aku perbaiki 🤗...
...jangan lupa...
...like...
...komen...
__ADS_1
...vote...
...salam...