KISAH UNTUK DION

KISAH UNTUK DION
aku suka kamu


__ADS_3

"sayang kamu tidak apa kan misalnya kamu ajak dion ngobrol berdua dulu dibelakang samping kolam Renang" ucap diana


"iya ma, iyo dion" ajak tiwi


sebenarnya dion tak ingin pergi bersama tiwi, tetapi dia lebih bosan saat mendengarkan orang tua mereka berbincang yang tidak jelas dan tidak masuk akal baginya


apalagi saat dia menyaksikan drama keluarganya terutama kepada ayahnya yang terlihat ramah dan baik didepan semua orang tetapi tidak baginya.


berbeda dengan saat persamanya (dion) dia selalu tidak menunjukan kasih sayangnya kepada dion dan sepertinya ia tidak akan pernah merasakan kasih sayang ayahnya layaknya sebuah anak, pikirnya


pikirnya mungkin kasih sayangnya hanya kepada adiknya ibunya dan semua orang yang berada diluar sana tetapi tidak dengan dirinya sampai saat ini juga dion belum mengetahui kebenaran ayahnya bersikap seperti itu.


"dari mana kamu tahu keberadaan rumah ku dion"ucap tiwi bertanya sambil berjalan tepi kolam renang


"sella" jawabnya singkat padat dan jelas!!


FLASHBACK ON


"bagaimana bisa kerumahnya, alamatnya saja aku tidak tahu" gumam dion kesal didalam kamarnya setelah iya mendengarkan perkataan orang tuanya.


"aaaakhh, kenapa aku menabraknya" kesalnya


perpikir lebih jauh lagi hingga akhirnya dia mendapatkan ide untuk masalahnya yang berada didalam pikirannya sekarang, mengambil benda pipih didalam saku celananya, menggeserkan dan menemuakan salah satu kontak di handphone nya


segera menghubungi orang tersebut untuk menanyakan alamatnya tiwi, dia tidak tahu sama sekali dimana keberadaan rumah tiwi terhubung panggilan


πŸ“ž"Apa lo ada nomor telponya tiwi atau temannya kalau ada tolong kirimkan ke gue" ucap dion melalui benda pipihnya yang dipasang ditelinganya


πŸ“ž"gue gak ada nomornya tiwi tapi gue punya nomornya sella jika lo mau" jawabnya


πŸ“ž"kirimkan sekarang juga" timbal dion


mematikan sambungan telpon dan mendapatkan kiriman sms dan memberitahukan nomornya sella yang mereka bicarakan barusan, menggeser ponselnya dan segera mrnghubungi sella


πŸ“ž"lo sella kan?" tanyanya seberang telpon.


πŸ“ž"iya, ini siapa ya?" tanya sella balik karna dihandphonenya tertera nomor yang tidak dikenal


πŸ“ž"gue dion, lo tahukan alamat rumahnya tiwi?, kirimkan alamatnya ke gue sekarang" ucap dion


πŸ“ž"mau ngapan?"tanya sella karna dia takut temannya kenapa-kenapa,


πŸ“ž"jangan banyak tanya, kirimin aja" ucap dion


"iya"


menghubungi sella dan temannya akhirnya dia mendapatkan alamat yang dia tuju perintah orang tuanya ingin kerumah tiwi untuk bertenu dengan orang tuanya tiwi.


FLASHBACK OFF

__ADS_1


"Ooh, kenapa kamu berkata seperti tadi?" tanya tiwi kepada dion soal perkataan dia waktu berada dirumah sakit


"yang mana?" tanya dion


"kamu bilang didepan keluarga ku kau ingin merawatku sedangkan kamu gak suka sama aku, atau jangan-jangan" ucap tiwi dengan pikiran yang tidak karuan


"jangan-jangan apa?" tanya dion


"kamu suka ya sama aku" ucap tiwi PD penuh dengan harapan


"PD banget lo, jangan lo sangka gue ngelukin ini karna suka" ucap dion


"terus apa kalau bukan" jawab tiwi terus berjalan ditepi kolam dan duduk dikursi menatap lurus


"karna gue gak mau dianggap pengecut, gue yang nabrak lo jadi gue harus tanggung jawab atas kesalahan yang gue buat" ucapnya dion


"tapi tiwi yakin kok suatu saat dion akan suka sama tiwi" ucap tiwi penuh keyakinan, tidak tau tekat apa yang sedang di depan matanya hingga ia mengatakan hal seperti yang diaucapkan.


tidak ada balasan ucapan dari dion dan pergi meninggalkan tiwi yang masih duduk dengan keangkuhan dan ketekatan dia untuk tidak menyerah mendapatkan cinta dari dion


'kita itu boleh jatuh cinta tapi jangan sampai cinta itu membuat kita tidak sadar apa yang sedang kita hadapai, berjuanglah sewajarnya bagi wanita jangan berlebihan karna kodratnya wanita itu diperjuangkan bukan berjuang'


memutuskan pulang dari kediaman keluarga shan, kini dion pulang dengan pikiran yang entah kemana dia sepanjang perjalanan mencerna ucapan tiwi yang dia ucapkan saat bersamanya


membaringkan tubuhnya diatas tempat tidur, tanpa membersihkan tubuhnya hingga dion tertidur dengan baju yang masih sama


"kenapa abang kesini?" tanya tiwi yang melihat rangga masuk kekamarnya


"emangnya gak boleh?" jawab rangga mendengar adiknya bertanya, rangga masuk kekamar adiknya hanya ingin mengetahui keadaan adiknya dan bertanya sedikit


"bukanya gitu. tapikan abang lelah ya bukanya istirahat tapi malah kesini" ucap tiwi berjalan mendekati rangga dan duduk disamping rangga


"abang cuma mau lihat adik abang tercinta ini, apa kamu sudah baikan by?" tanya rangga ada tiwi yang melihat adiknya


"aku baik-baik aja bang, emangnya kenapa?" jawab tiwi dan bertanya


"tidak ada" jawab rangga "bagaimana kamu sama dion apa kamu masih mau mendekati dia?" ucap rangga bertanya pada adiknya.


"hmm,, gimana ya? tapi aku yakin kok suatu saat dion bakal suka sama aku, tapi kalau tidak.." ucap tiwi belum selesai berbicara dipotong oleh abangnya


"udahlah by jangan dipikirkan soal itu"ucap rangga memeluk tiwi memasukan adiknya dalam pelukannya


"abang cuman mau kasih tahu aja, kamu jangan terlalu berharap by, abang tidak mau kamu sedih cuma tidak mendapatkan cintanya dion, kamu itu seharusnya diperjuangkan bukan kamu yang memperjuangkannya, abang tidak akan biarkan jika dia buat kamu sedih, abang akan buat hidupnya menderita jika itu benar terjadi, abang, mama sama papa saja tidak pernah membuat kamu bersedih, kamu itu berlian yang harus kami jaga by" ucap rangga mengelus rambut milik tiwi. dia tahu jika adiknya sedang jatuh cinta tetapi rangga tidak ingin jika hanya hal itu membuat adiknya kehilangan keceriannya dan berada dalam keterpurukannya.


tiwi yang mendengar ucapan rangga membuatnya semakin bersyukur dia memiliki keluarga yang sangat menyayanginya, apakah semua orang sepertiku yang mendapatkan kasih sayang dari keluarga pikirnya saat ini


"abang tenang saja aku tidak apa, tiwi sangat berterima kasih pada tuhan telah memberikan abang seperti mu, tapi sebaiknya abang jangan memikirkan tiwi terus sebaiknya abang cari kekasih dan menikah, aku kan juga mau punya kaka ipar dan adik lucu" ucap tiwi masih dalam pelukan rangga,


rangga yang mendengar adiknya berkata seperti itu mendadak ngeri, melepaskan pelukannya dan sedikit kesal jika adiknya menggodanya agar segera menikah.

__ADS_1


"abang belum menemukan seseorang yang tepat by, kamu tenang saja jika abang menemukan perempuan yang menurutku cocok abang akan segera menikahinya" ucap rangga


sebenarnya rangga masih belum menemukan kekasih yang dia inginkan, dia takut jika dia menikah siapa kah yang akan menjaga kedua orang tuanya dan terutama tiwi, rangga tahu betul jika adiknya dibuat sedih ia akan kehilangan senyumannya dan terpuruk dalam kesedihannya


"ya sudah sebaiknya abang pergi tidur sana, aku mau istirahat" ucap tiwi


"ya iya abang keluar dulu, kamu cepatlah sembuh by, good night" ucap rangga berdiri dari tempat duduk ditempat tidur tiwi dan keluar dari kamar adiknya, hanya dibalas dengan anggukan kepala oleh tiwi


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


lanjut part berikutnya.


...jangan lupa tinggalkan jejak ya man temanπŸ€—...


...LIKE...


...KOMEN...


...VOTE...


...karna dukungan dari kalian itu bentuk dukungan ke author biar aku juga tambah semangat untuk up bab selanjutnyaπŸ’›πŸ’›...


NB : maaf ya kalo ceritanya nggak seru maklumin aja ya, soalnya ini adalah novel pertama author jadi ya masih berantakan begini dan maaf juga kalo penulisannya masih salah atau kata-katanya gak bagus.


...salam author😊...

__ADS_1


__ADS_2