KISAH UNTUK DION

KISAH UNTUK DION
hilang?


__ADS_3

"Tapi lo tadi hebat loh. cekik, terus tampar" ucap dion memperagakan apa yang ia lihat


"Emang" ucap tiwi singkat


"Ngambek mulu, nanti digigit setan loh" ucap dion


Tiwi hanya berdiam hingga sesampainya mereka disebuah tempat rumah makan yang tidak jauh dari sebelumnya, dion mengajak junika untuk makan karna kejadian tadi membuat mereka mengurungkan niat makan dan mencari tempat yang lain.


“lo mau makan apa?” Tanya dion pada tiwi yang hanya diam.



“apa aja” ujar tiwi singkat dan kembali menatap ponselnya yang ia pegang dari tadi, dan dion memesankan beberapa makanan kepada pelayan



Saat makanan tiba, suapan pertama hamping masuk kemulut tapi dihentikan ketika ponsel dion bordering, dan ia segera menggeserkan karna orang yang menghubunginya adalah nana ibundanya sendiri



“hallo bu, ibuk kenapa?” ujar dion disambungan telpon dan diamati oleh tiwi.



“hiks hiks dion. Adel” ujar nana terbata bata karna tangisannya



“ibu tenang dulu, adel kenapa?” ujar dion khawatir dan menantikan jawaban dari ibundanya



Tiwi yang melihat dion khawatir ia menghentikan makanan yang hendak ia makan dan meletakannya didalam piring kembali.



“APA!!, dion kesana sekarang.!!”ujar dion lalu memanggil pelayan membayar semua makanan yang sudah terlanjut dipesan oleh mereka.



“kenapa?” ujar tiwi yang melihat dion jadi terburu-buru hingga membuatnya kebingungan.



“adel hilang” jawab singkat dion yang membuat tiwi terkejut.



“apa!! Jadi kita mau kemana sekarang?” Tanya tiwi yang tak kalah khawatirnya dengan dion, berdiri dari tempat duduknya menatap dion ada perasaan takut diraut jawahnya yang kelihatan



“kita kembali kerumah terlebih dahulu, ibu ada disana kita lihat dulu gimana kejadiannya, ayo!” ujar dion lalu menarik tangan tiwi dan menuju tempat parkiran memasuki mobil melajukannya dengan kecepatan penuh



Dion yang teringat dengan pekerjaannya yang ia tinggalkan sendari tadi ia langsung membuka ponselnya dan segera menghubungi sekertarisnya.



“kamu hendel semua pekerjaan aku ada urusan mendesak” ujar dion disambungan telponnya.



“baik pak” jawabnya.



Tanpa lama-lama ia mematika sambungan telponnya dan fokus dengan kendaraannya tanpa menoleh kearah mana pun, tiwi yang melihatnya pun merasa khawatir yang sangat besar. Karna ia sangat menyayangi adel seperti adik kandungnya sendiri.



Tidak butuh waktu lama hingga mereka sampai kerumah kediaman andrean, membuka pintu mobil dan berlari menuju kedalam mendapati nana yang sedang menangis tersedu-sedunya ditemani oleh asisten rumah mereka.



“sayang” ujar nana melihat tiwi dan dion yang baru datang dan memeluk mereka.



“adel kenapa bunda?” Tanya tiwi yang masih ketakutan dan khawatirnya yang sudah campur aduk menjadi satu



“iya bu, gimana kejadiannya, bagaimana bisa?” ujar dion



“bunda tenang dulu, certain semuanya pada kami” ujar tiwi menenangkan nana yang masih menangisnya.



“hiks hiks hiks, tadi saat bunda sampai dirumah. Ada telpon dari sekolahan adel, gurunya bilang ada seseorang yang menjemputnya memakai mobil dan membawanya dengan paksa. Hiks hiks hiks, gimana ini, dimana kamu nak” ujar nana semakin menangis

__ADS_1



“baiklah. Dion pergi dulu. Mencari adel” ujar dion yang hendak pergi



“gue ikut” ujar tiwi menghentikan langkah dion



“lo disini saja jagain ibu.” Ujar dion



“kalian pergi saja ibu tidak apa apa disini, cari adel segera” ujar nana



“baiklah bunda jangan khawatir kami akan mencari adel hingga ketemu dan membawanya pulang.” Ujar tiwi berpamitan pada nana



“kalian hati-hati sayang” ujar nana pada anak-anaknya



Dion melajukan mobil melihat sekelilngnya. Lalu ia menghubungi teman-temannya untuk membantunya mencari adel. “*kalian bantu aku* *cari adel*” ujar dion disambungan telpon



Tiwi yang melihat dion menghubungi temannya lalu ia menghubungi sahabatnya yaitu sella dan sarti



“*sar tolong bantu aku mencari adel, hubungi sella juga, nanti aku kirim lokasinya kita* *ketemuan*.”ujar tiwi disambungan telpon.



“*oke*” uja sarti, segera menghubungi sella dan langsung menuju ketempat lokasi yang dikirim oleh tiwi.



Hingga sarti dan sella bertemu mereka segera menghampiri tiwi dan dion yang tengah menanyakan kewarga sekitar.



“tiwi, dion” panggil sella dan sarti secara bersamaan saat mereka




“adel adek gue, dia diculik saat pulang sekolah” jelas dion



“gimana udah ketemu?” ujar dua seorang laki-laki yang datang menghampiri mereka tak lain abi dan billy yang datang tergopoh-gopoh. Sahabat dion disaat ia sekolah,



“loh, ada abi sama billy juga?” ujar sella



“iya ada lah sell, tadi dion yang ngehubungi kita, kita kan sahabatnya” ujar abi penuh percaya.



“yaudah kita mulai pencarian lagi aja, berpencar supaya cepet. Abi sama aku kearah sana” ujar sarti jeda “sella sama billy kesana dan lo tiw kesana sama dion, ayo cepet hari sudah mau sore” lanjut sarti lalau berpencar untuk pencarian.



Mereka mencari dengan bertanya ke warga sekitar, menunjukan foto adel tetapi tidak ada yang melihatnya, hingga malam semakin tiba hampir tidak terlihatnya matahari



Orang tua tiwi dan rangga melihat tiwi yang tak kunjung pulang dari pagi segera menghubunginya, khawatir kepada putrinya



“*hallo sayang, kamu dimana kok nggak* *pulang*?” ujar Diana disambung telpon mereka.



“*tiwi lagi cari adel ma, adel diculik saat ia mau pulang sekolah, mama jangan khawatir disini* *banyak teman- teman tiwi juga kok*” ujar tiwi pada Diana mencoba tidak membuat Diana merasa khawatir



“*hah! Kenapa nggak bilang dari tadi sayang*, *kami juga bisa bantu kalian*.” Ujar Diana



“*tiwi lupa ma*” timbal tiwi

__ADS_1



Rangga yang berada dekat Diana ia langsung mengambil ponsel dari mamanya dan bicara dengan adiknya



“*by, apa kalian sudah lacak keberadaan adel* *menggunakan handphonnya*?” Tanya rangga.



Tiwi yang mendapati pertanyaan rangga ia pun baru kepikiran, “*oh iya!! belum bang. Tiwi* *nggak inget ini baru mau ngeliatin*” ujar tiwi.



“*kamu kirim lokasi kalian sekarang, nanti abang kesana. Jangan kemana-mana by*” ujar rangga



“*oke*” timbal tiwi dan mematikan sambungan telponnya, segera ia bergabug dengan temannya yang sedang duduk istirahat.



“sebaiknya kita lacak menggunakan handphone adel, adel bawa ponsel teruskan?” Tanya tiwi pada dion dibalas dengan anggukan,



“yaudah siapa yang bisa silahkan, coba lacak. Soalnya gue nggak bisa” ujar tiwi menyengirkan giginya.



“oke” ujar semuanya



Tiwi memegangi perutnya yang merasa perlahan sakitnya semakin kuat dan wajahnya semakin pucat, sarti yang memperhatikan tiwi ia sadar ada sesuatu yang terjadi pada sahabatnya.



“lo kenapa tiw?” Tanya sarti



“nggak apa kok, emangnya kenapa?” ujar tiwi



“lo pucet banget tiw” ujar sarti



Dion yang mendengar ucapan sarti ia langsung melihat tiwi, memegangi bahunya dan mengamati wajahnya “lo nggak papakan?” Tanya dion



“gue baik-baik aja kok, kalian sebaiknya fokus lacak lokasinya untuk cari adel. Jangan khawatirin gue” ujar tiwi menenangkan


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


lanjut part berikutnya


...kalian apa kabar? jangan lupa jaga kesehatan ya....


...selamat berpuasa bagi yang menjalankan🙏...


...jngan lupa...


...like...


...komen...


...vote ...

__ADS_1


...salam dari author🤗...


__ADS_2